Ekosistem : Darat – Air Tawar – Laut – Pantai

  • 10 min read
  • Apr 23, 2020
ekosistem darat air tawar laut pantai

1. Pengertian Ekosistem

Ekosistem adalah suatu unit fungsional yang terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang saling berhubungan satu sama lain. Komponen-komponen lingkungan yang saling berhubungan melalui toleransi. Serta memilih berbagai macam organisme yang dapat hidup dalam suatu tempat tertentu.

Keadaan inilah yang menyebabkan terbentuknya suatu ekosistem. Ekosistem dapat besar dapat kecil. Ladang, hutan, kolam, laut, akuarium adalah contoh ekosistem.

Bahkan pohon jeruk pun merupakan suatu ekosistem. Di mana ada kehidupan dan lingkungan abiotik yang saling berinteraksi, itulah ekosistem. Biosfera terbesar adalah bumi yang kita tempati ini. Biosfera adalah seluruh kumpulan ekosistem yang ada di dunia.

Secara garis besarnya, ekosistem di dunia ini dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu ekosistem darat (terestrial) dan ekosistem perairan (akuatik). Ekosistem akuatik dibedakan atas ekosistem air laut dan ekosistem air tawar.

2. Ekosistem Darat

Bentuk bumi yang bulat dan miring pada sumbunya menyebabkan penerimaan radiasi energi matahari pada tempat-tempat yang berbeda tidak sama. Namun dengan sirkulasi atmosfer bumi dan air, maka akan terjadi pembagian energi.

Akibat dari penerimaan energi radiasi yang berbeda itu, maka terbentuklah iklim dalam zona-zona lebar seperti ikat pinggang mengelilingi bumi. Pada permukaan ke arah ketinggian tertentu terjadi perbedaan penerimaan energi radiasi dari matahari.

Bagi kehidupan, lingkungan abiotik merupakan hal sangat penting. Dan faktor lingkungan abiotik merupakan cakupan dari iklim. Sehingga iklim merupakan penggambaran ekosistem darat dalam skala yang besar.

Perbedaan iklim menyebabkan terbentuknya tipe-tipe vegetasi yang khas. Hewan dan vegetasi (iklim) adalah suatu ekosistem dalam skala besar yang disebut dengan daerah habitan atau bioma. Bioma tidak memiliki batas yang jelas.

ekosistem bioma di dunia
Gambar bioma-bioma di dunia

Pemandangan sering berubah secara berangsur-angsur dari suatu bentuk bioma yang satu ke bentuk bioma lainnya. Jenis bioma di dunia ini sangat banyak.

Dalam artikel ini hanya akan dibahas beberapa bioma saja. Antara lain : bioma padang gurun, padang rumput, hutan hujan tropis, hutan gugur, hutan taiga dan bioma hutan tundra.

bioma di dunia

2.1 Bioma Padang Gurun

Bioma ini banyak dijumpai di daerah tropis. Ciri-cirinya sebagai berikut :

a) Lingkungan abiotik
  • Curah hujan atau presipitasi sangat rendah, yaitu lebih kurang 25 cm per tahun. Terkadang hujan lebat turun tetapi sangat jarang.
  • Kecepatan evaporasi (penguapan air) lebih tinggi dari presipitasi.
  • Kelembaban udara sangat rendah.
  • Akibat rendahnya kelembaban maka suhu siang hari sangat tinggi, dapat mencapai 45°C. Sebaliknya suhu pada malam hari sangat rendah, dapat mencapai 0°C.
  • Tanahnya sangat tandus.
ekosistem padang gurun dengan pohon joshua
Gambar gurun dengan pohon Joshua

Di barisan Pegunungan Cerbat dan Arizona, pohon joshua tampak dominan. Banyaknya vegetasi pada gurun tersebut dan hewan juga banyak hidup di daerah itu.

b) Lingkungan biotik
Flora :

Gurun mempunyai keadaan yang kering dan tandus. Sehingga spesies tumbuhan yang hidup di daerah gurun hanya sedikit jumlahnya, yaitu tumbuhan yang termasuk kelompok tumbuhan serofit.

a.) Tumbuhan semusim, dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Tumbuhannya kecil-kecil.
  • Saat turun hujan, tumbuhan itu segera tumbuh.
  • Tumbuhannya berbunga dan berbiji.
  • Bijinya bercampur dengan pasir dan tahan lama, serta akan tumbuh di musim penghujan pada tahun berikutnya.

b.) Tumbuhan menahun, dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Daunnya kecil-kecil, bahkan ada yang tidak berdaun.
  • Mempunyai lapisan lilin yang tebal.
  • Di dalam tubuhnya terdapat jaringan untuk menyimpan air.
  • Mempunyai akar yang panjang sehingga dapat menjangkau air di tempat yang jauh dan dalam.
Fauna :

Hewan besar jarang ditemukan, kecuali yang mempunyai kemampuan menyimpan air seperti unta. Sedangkan hewan-hewan kecil umumnya terdiri dari rodentia (tikus), ular, kadal dan semut yang biasanya hidup di dalam lubang.

2.2 Bioma Padang Rumput

Bioma padang rumput terbentang dari daerah tropis sampai ke daerah sedang. Ciri-cirinya sebagai berikut :

a) Lingkungan abiotik
  • Curah hujan 25-50 cm per tahun. Di beberapa padang rumput, curah hujan dapat mencapai 100 cm per tahun.
  • Hujan turun dengan tidak teratur.
  • Turun hujan yang tidak teratur menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.
ekosistem padang rumput di savana
Gambar zebra di padang rumput Savana
b) Lingkungan biotik
Flora :

Tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan tanah yang porositas dan drainasenya kurang baik adalah rumput. Jenis rumput yang hidup di daerah yang curah hujannya tinggi adalah Indian grasses dan bluestem, tingginya bisa mencapai 3 meter. Sedangkan jenis rumput yang hidup di daerah yang curah hujannya kurang adalah buffalo grasses dan rumput grama, rumputnya pendek-pendek.

Fauna :

Jumlah spesies fauna di padang rumput lebih banyak dibandingkan dengan jumlah spesies di daerah bioma darat lainnya. Spesies fauna yang ada di padang rumput antara lain :

  • Herbivora besar : bison di Amerika ; gajah, jerapah, dan zebra di Afrika ; kanguru di Australia.
  • Karnivora : singa, anjing liar, cheetah dan serigala.
  • Hewan-hewan lainnya adalah : insekta, rodentia, ular, burung, dan lain-lain.

2.3 Bioma Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis merupakan bioma darat yang paling mantap iklimnya. Bioma ini banyak dijumpai di lembah Amazon, Amerika Selatan, Indonesia, India Barat, Muangthai, Malaysia dan di lembah Kongo dan Afrika. Ciri-cirinya sebagai berikut :

a) Lingkungan abiotik

Keadaan lingkungan di hutan hujan tropis baik bagi banyak organisme dibandingkan dengan keadaan lingkungan bioma darat lainnya.

  • Curah hujannya tinggi, merata sepanjang tahun yaitu antara 200-225 cm per tahun.
  • Matahari bersinar sepanjang tahun.
  • Perubahan suhu yang hanya sedikit dari satu bulan ke bulan lainnya.
  • Tidak ada perubahan suhu antara siang dan malam hari di bawah naungan atau kanopi pohon.
b) Lingkungan biotik
Flora :

Di bioma ini terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan. Pada pohon-pohon utama, kanopi atau tudung terbentuk dari cabang-cabang yang berdaun lebat serta tinggi pohon bisa mencapai 20-40 meter. Akibat adanya kanopi maka pada hutan hujan tropis terjadi perubahan iklim mikro dari daerah tudung hingga ke dasar hutan.

ekosistem hutan hujan tropis
Gambar hutan hujan tropis

Di hutan hujan tropis kondisinya gelap sepanjang hari, banyak terdapat liana dan epifit. Binatang nocturnal dan diurnal banyak hidup di sini.

a.) Daerah tudung (kanopi), ciri-cirinya :

  • Di daerah sini hidup tumbuhan yang melakukan preadaptasi dengan lingkungan kering seperti kaktus dan anggrek yang termasuk tumbuhan epifit.
  • Hanya mendapat air dari curah hujan.
  • Variasi suhu dan kelembaban cukup besar.

Preadaptasi adalah adaptasi terhadap suatu daerah yang juga sesuai bagi daerah lain, meskipun lingkungannya sangat berbeda.

b.) Daerah tengah, ciri-cirinya :

  • Cahaya sedikit dan sedikit mendapatkan hujan sehingga mendapatkan air dari tanah.
  • Tumbuhan yang ada adalah paku-pakuan dan Graminae.

c.) Daerah dasar, ciri-cirinya :

  • Gelap sepanjang hari.
  • Tidak pernah mendapat air hujan langsung.
  • Suhu stabil (25°C) dan kelembaban tinggi.
  • Tumbuhan liana dan epifit merupakan tumbuhan yang khas di daerah hutan tropis. Salah satu contoh epifit adalah anggrek dan contoh liana adalah rotan.
Fauna :

Hewan yang terdapat di bioma hutan hujan tropis adalah jenis hewan yang aktif pada siang hari (hewan diurnal). Burung banyak ditemukan di daerah kanopi.

Di bawah tudung dan di daerah dasar, hidup hewan nocturnal (aktif di malam hari). Seperti kera, burung, babi hutan, kucing hutan, tupai, macan tutul dan jaguar. Hewan herbivora biasanya menjadi buruan hewan karnivora.

2.4 Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest)

Pada bioma ini juga sering terdapat padang rumput, gurun dan yang khas adalah adanya hutan gugur. Bioma ini dijumpai di Amerika Serikat bagian timur, Eropa Barat, Asia Timur dan Chili yang umumnya beriklim sedang. Ciri-cirinya sebagai berikut :

  • Curah hujan yang merata di sepanjang tahun, berkisar antara 75-100 cm per tahun.
  • Yang paling khas adalah adanya hutan gugur.
  • Mempunyai empat musim, yaitu : musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi.
  • Dibanding hutan tropis, jenis tumbuhan di hutan gugur lebih sedikit dan kurang rapat.
a) Musim panas dan musim gugur

Pada musim panas energi matahari yang cukup tinggi. Presipitasi dan kelembabannya tinggi. Tudung terbentuk dari pohon-pohon yang tumbuh tinggi dengan daun yang lebat. Karena daunnya tipis, maka cahaya masih dapat menembus ke dasar.

Jadi pada musim ini produsen cukup banyak. Konsumen juga berkembang dengan baik seperti serangga, burung dan bajing. Omnivor yang berkembang dengan baik adalah raccoon (sebangsa luwak).

Menjelang musim dingin, radiasi energi matahari turun, suhu menjadi rendah dan air cukup dingin. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun-daun menjadi merah, coklat dan gugur. Daun-daun dan buah yang gugur merupakan tumpukan senyawa organik.

Pada saat ini banyak hewan menggemukkan badan. Beberapa jenis hewan seperti leming menyimpan biji-bijian pada lubang dan binatang mengerat membentuk lemak. Burung-burung pemakan serangga pindah ke daerah tropis.

b) Musim dingin dan musim semi

Pada musim dingin air menjadi salju. Tumbuhan gundul dan tidak melakukan aktivitas fotosintesis. Beberapa jenis hewan dalam keadaan hibernasi (istirahat). Beberapa jenis burung tertentu memakan biji-bijian dan serangga yang dorman, serta telur-telur serangga di celah-celah kulit pohon.

Menjelang musim panas suhu naik dan salju mencair, tumbuhan gundul mulai berdaun kembali. Tumbuhan semak mulai tumbuh di dasar. Hewan-hewan yang hibernasi mulai aktif lagi.

ekosistem hutan empat musim
Gambar hutan dalam empat musim

2.5 Bioma Hutan Taiga (Homogen)

Bioma ini banyak terdapat di daerah pegunungan dan di antara daerah kutub dan daerah tropis. Serta bioma ini biasanya hanya terdiri dari satu jenis spesies pohon. Ciri-ciri ekosistem hutan taiga sebagai berikut :

  • Perbedaan antara suhu di musim panas dan musim dingin tinggi. Pada musim panas suhu sangat tinggi, sedang pada musim dingin suhu sangat rendah.
  • Pertumbuhan tanaman di musim panas antara lain 3-6 bulan.
ekosistem hutan taiga
Gambar hutan taiga dengan pohon cemara
Flora :

Pohon yang khas di bioma ini adalah konifer, terutama pohon spruce (Pices), alder (Alnus), birch (Betula), juniper, cemara, dan sebagainya.

Fauna :
  • Binatang khas adalah moose, dan hewan lainnya adalah beruang hitam, ajak dan marten.
  • Burung-burung yang bermigasi di musim gugur-dingin.

Pada musim dingin beberapa jenis hewan seperti bajing dan beruang tidur cukup lama, tetapi serangga berhibernasi. Burung-burung pemakan serangga pindah ke selatan.

Burung pemakan biji mencari biji konifer. Moose dan Caribou tetap bertahan hidup. Ajag dan kucing buas atau sering juga disebut lynx dari Amerika Utara sepanjang tahun memburu kelinci.

2.6 Bioma Hutan Tundra

Bioma hutan tundra terdapat di sekitar kutub di belahan bumi utara, sehingga iklimnya merupakan iklim kutub. Ciri-cirinya sebagai berikut :

  • Setiap saat tundra mendapat sedikit energi radiasi matahari. Pada musim dingin gelap terus-menerus. Sedang pada musim panas yang panjang, terang terus-menerus.
  • Pada musim panas, Lichenes, Spaghnum dan rumput tumbuh menutup permukaan tanah. Sedang tumbuhan berbiji seperti Salix sp dan birch tumbuh kerdil di atas permukaan tanah. Dalam musim tumbuh yang pendek ini, tumbuhan membuat persediaan makanan untuk setahun penuh. Tumbuhan musim berbunga serempak. Pada musim inilah padang tundra dipenuhi oleh berbagai jenis hewan. Kelompok burung air tawar dan burung pantai memelihara anaknya.
bioma tundra dan lichenes lumut kerak
Gambar bioma tundra dan Lichenes (lumut kerak)
  • Pada musim dingin, lingkungan gelap dan makanan sangat kurang. Pada saat ini burung air tawar beremigrasi ke selatan. Caribou kembali ke hutan gugur. Larus sp (gull), sebangsa burung camar dan rubah ke pantai memangsa anjing laut. Reindeer dan Musk oxen merupakan binatang tundra yang khas, mereka mencakar-cakar es untuk mendapatkan lichenes (lumut kerak).
mamalia tundra musk oxen dan caribou
Gambar mamalia tundra, Musk Oxen dan Caribou

Burung-burung Ptarmigan sebangsa ayam, rubah kutub dan kelinci salju, pada musim panas berbulu berwarna gelap. Dan pada musim dingin menjadi berwarna putih.

burung ptarmigan
Gambar burung Ptarmigan pada musim panas dan musim dingin

Urutan bioma dari ekuator ke kutub, sama dengan urutan bioma dari dataran rendah di ekuator arah meninggi. Urutan bioma di suatu gunung yang tinggi di ekuator adalah hutan tropis, hutan gugur, hutan konifer daerah tundra dan es.

urutan zona bioma
Gambar urutan zona-zona bioma

Pada puncak gunung menyerupai komunitas pada tingkat yang lebih rendah di utara. Jadi pada tingkat yang lebih rendah komunitasnya menyerupai komunitas tropis.

3. Ekosistem Air Tawar

3.1 Ciri-Ciri Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ekosistem yang airnya tenang (lentik), misalnya kolam, danau dan rawa. Dan ekosistem yang airnya berganti-ganti atau lotik, misalnya sungai. Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain :

  • Salinitasnya (tingkat keasinan) rendah, bahkan lebih rendah daripada protoplasma.
  • Variasi suhu rendah.
  • Penetrasi cahaya matahari kurang.
  • Adanya aliran air seperti pada ekosistem sungai.
  • Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

Keberadaan ekosistem air tawar berada di antara ekosistem air laut dengan ekosistem darat.

Flora :

Hampir semua divisi tumbuhan terdapat pada ekosistem air tawar. Seperti teratai (Nymphaea gigantea), kangkung (Ipomoea aquatica), eceng gondok, ganggang biru, ganggang hijau, dan berbagai fitoplankton.

Adaptasi tumbuhan terhadap ekosistem air tawar antara lain yang bersel satu mempunyai dinding sel yang kuat. Air yang masuk jika telah maksimum akan berhenti sendiri. Sedangkan tumbuhan tinggi mempunyai akar sulur dan mempunyai akar untuk melekat di dasar.

Fauna :

Pada ekosistem air tawar hampir semua filum terdapat di dalamnya. Pada lingkungan yang salinitasnya rendah, cara hewan untuk beradaptasinya adalah dengan cara :

  • Mengeluarkan air berlebihan.
  • Garam diabsorbsi melalui insang secara aktif.
  • Sedikit minum, air masuk ke dalam tubuh secara terus-menerus melalui osmosis.
  • Ekskresi juga melalui mulut dan insang.

3.2 Pengelompokan Organisme Dalam Ekosistem Air Tawar

Organisme dalam ekosistem air tawar dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa segi, antara lain :

a.) Berdasarkan aliran energi
  • Autotrof, yang merupakan produsen terdiri atas tumbuhan.
  • Fagotrof dan saprotrof, yang merupakan konsumen.
b.) Berdasarkan kebiasaan hidup dalam air
  • Plankton, yang terdiri atas fitoplankton dan zooplankton, yaitu golongan yang bergerak karena pengaruh aliran air.
  • Nekton, yang aktif berenang kian kemari, terdiri atas hewan-hewan seperti ikan, katak dan serangga air.
  • Neuston, yaitu jenis hewan yang beristirahat atau berenang di permukaan air.
  • Bentos, yaitu hewan dan tumbuhan yang melekat atau beristirahat di dasar atau hidup pada endapan.
  • Peripiton, yaitu hewan maupun tumbuhan yang melekat pada daun, batang, akar atau pada permukaan benda lain.
c.) Berdasarkan fungsinya
  • Produsen, yang terdiri dari alga seperti Chlorophyceae, Cyanophyceae, Spermatophyta seperti genjer, teratai, enceng gondok dan lain-lain.
  • Konsumen, terdiri atas serangga air, ikan, udang, Mollusca, Annelida, Protozoa, dan lain-lain.
  • Dekomposer (pengurai) sebagian besar berupa bakteri.
d.) Berdasarkan intensitas cahaya
  • Daerah litoral, yaitu daerah air dangkal, sehingga cahaya dapat mencapai dasar. Biota yang ada adalah tumbuhan berakar, udang dan beberapa jenis cacing serta plankton.
  • Daerah limnetik, yaitu daerah terbuka tetapi cahaya matahari masih dapat mencapainya. Komunitas yang ada adalah plankton, nekton, dan neuston.
  • Daerah profundal, yaitu daerah dasar yang dalam sehingga cahaya matahari tidak dapat menjangkaunya.
zona danau
Gambar zona pada danau

Tingkatan kompensasi cahaya adalah daerah profundal kedalaman pada saat fotosintesis (produksi makanan) seimbang dengan respirasi tumbuhan (penggunaan makanan).

e.) Berdasarkan kuat alirannya
  • Daerah aliran deras.
  • Daerah aliran lambat.

4. Ekosistem Laut

Habitat laut merupakan 70% dari seluruh permukaan bumi. Oleh karena itu habitat laut sangat penting dari keseluruhan ekosistem. Terutama berkaitan dengan revolusi biru. Dimana perhatian sekarang diarahkan ke laut sebagai sumber daya alam yang penting (hayati dan non hayati). Ciri-ciri ekosistem laut antara lain :

  • Salinitasnya tinggi, terutama di daerah tropis, sedangkan di daerah dingin cukup rendah.
  • Habitat laut yang satu dengan yang lain selalu bersambung.
  • Konsentrasi makanan yang larut di air laut sangat kecil sehingga merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan populasi di dalam ekosistem laut.
  • Ekosistem laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
  • Arus air laut selalu berputar yang timbul karena perbedaan temperatur dan perputaran bumi.
  • Suhu air di daerah tropis sekitar 25°C dan makin ke kutub makin rendah hingga mendekati 0°C. Suhu air di daerah tropis pada siang hari di permukaan dengan di bawah permukaan juga berbeda. Sehingga air permukaan dengan di bawah permukaan juga berbeda. Sehingga air permukaan tidak bisa bercampur dengan air di lapisan bawah. Hal tersebut pada siang hari akan menyebabkan air permukaan di daerah tropis menjadi panas. Batas dari kedua lapisan air ini disebut termoklin.

4.1 Pembagian Ekosistem Laut

Sebagaimana halnya dengan ekosistem air tawar, ekosistem laut dapat dibeda-bedakan menurut beberapa segi, diantaranya :

a.) Secara fisik
  • Daerah litoral, yaitu daerah yang berbatasan dengan darat. Biota yang hidup di daerah ini umumnya sebagai bentos.
  • Daerah neritik, merupakan daerah laut dangkal. Terbagi atas tiga daerah yaitu supra tidal, interdal, dan sub tidal. Kedalamannya mencapai 200 m. Biota yang ada di sini meliputi plankton, nekton dan bentos.
  • Daerah batial, kedalaman 200-2.000 meter.
  • Daerah abisal, pada kedalaman 2.000 meter lebih.
ekosistem laut
Gambar ekosistem laut
b.) Berdasarkan intensitas cahaya
  • Daerah fotik, yaitu daerah yang masih dapat ditembus cahaya. Lebih kurang kedalaman sampai 200 meter.
  • Daerah twiligt, berkisar antara 200-2.000 meter. Cahaya di daerah twiligt remang-remang sehingga tidak efektif.
  • Daerah afotik, yaitu daerah yang tidak ada cahaya lagi.

4.2 Komunitas di Dalam Ekosistem Laut

Pada ekosistem laut, komponen komunitasnya dapat dibedakan atas :

  • Produsen, terdiri atas fitoplankton dan alga. Fitoplankton biasanya ada di daerah fotik. Sedang ganggang yang hidup di laut meliputi ganggang hijau, ganggang pirang, ganggang merah yang hidup sebagai bentos maupun sebagai perifiton.
  • Konsumen, terdiri atas hewan dari berbagai filum dari yang terendah sampai golongan mamalia.
  • Zooplankton, baik berupa plankton sementara maupun plankton permanen. Yang termasuk dalam plankton permanen adalah ubur-ubur kecil, cacing kecil dan protozoa.
  • Dekomposer, yang terdiri dari bakteri pembusuk, bakteri amonifikasi dan fermentasi.
rantai makanan ekosistem laut antartika
Gambar rantai makanan ekosistem laut Antartika

Beberapa rantai makanan yang paling pendek dan yang paling banyak terjadi di laut, seperti pada diagram di atas. Plankton, sebagian besar ganggang membentuk dasar jaring-jaring makanan lautan antartika kaya akan plankton dan makhluk hidup lainnya.

Di bagian laut yang dalam tidak terdapat produsen. Yang ada hanya hewan-hewan yang saling memakan dan yang menanglah yang dapat bertahan. Rantai makanan di bagian laut dalam terjadi karena adanya gerakan air laut dari pantai ke tengah. Di samping adanya gerakan air dari permukaan ke bawah dan sebaliknya.

4.3 Adaptasi Biota Laut Terhadap Kadar Garam Tinggi

Hewan dan tumbuhan tingkat rendah, tekanan osmosis selnya kira-kira sama dengan tekanan osmosis air laut. Oleh karena itu adaptasinya tidak begitu sulit. Hewan bersel banyak misalnya ikan, banyak minum dan sedikit mengeluarkan urine. Pengeluaran air terjadi secara osmosis dan garam dikeluarkan secara aktif melalui insang.

adaptasi ikan air laut dan ikan air tawar
Gambar cara adaptasi ikan air laut dan ikan air tawar

5. Ekosistem Pantai

Karena hempasan gelombang air laut maka di daerah pasang surut yang merupakan perbatasan darat dan laut akan terbentuk gundukan pasir. Setelah gundukan terdapat hutan pantai. Pada ekosistem hutan pantai dapat dibedakan menjadi dua jenis formasi, antara lain :

  • Formasi pes-caprae, didominasi tumbuhan Ipomoea pes-caprae. Tumbuhan yang lain adalah Vigna, Spinifex litorius, Canavalia maritima, Euphorbia atoto, Pandanus tectorius, pandan, babakoan, bakung dan lain sebagainya.
  • Formasi baringtonia, meliputi tumbuhan Baringtonia yang khas, Callophylum, Erythrina, Hernandia, Hibiscus tilliaceus dan Terminalia.

Formasi adalah suatu vegetasi yang terbentuk karena habitatnya dan diberi nama sesuai dengan jenis tumbuhan yang dominan di daerah itu. Di daerah pasang surut yang berlumpur biasanya terdapat hutan bakau. Tumbuhan yang khas adalah Rhizophora, Avicenia, Acanthus dan Cerbera.

Hutan bakau umumnya mempunyai akar yang khas, sehingga sukar ditembus manusia. Yaitu berupa akar hawa, akar tunjang yang penting untuk menghadapi pengaruh pasang surut. Sedang akar napas penting untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kurang oksigen.

hutan bakau mangrove
Gambar hutan bakau (mangrove)

Hutan bakau dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan di pantai tropik yang berlumpur. Beberapa akar lututnya dapat bernapas sewaktu air surut. Akar tunjang pohon bakau Rhizophora merupakan penopang bagi pohon tersebut.