Etika Lingkungan Dalam Upaya Pemeliharaan Alam

  • 10 min read
  • May 08, 2020
etika lingkungan

1. Etika Lingkungan

a) Keseimbangan lingkungan

Pada zaman dahulu etika lingkungan belum diterapkan. Saat zaman batu hidup manusia semata-mata tergantung dari apa yang dihasilkan alam, tanpa ikhtiar tanaman manusia sendiri. Saat itu jumlah penduduk masih amat sedikit. Pada tahap berikutnya manusia mulai mengenal bercocok tanam.

Semula dengan bercocok tanam dengan berpindah-pindah dan akhirnya dengan sistem menetap. Saat ini manusia telah bercocok tanam dengan baik. Mereka juga telah mengembangkan peternakan dan perikanan.

Alam telah mereka kelola dan saat ini mulailah terjadi kerusakan lingkungan yang tidak kelihatan. Semenjak revolusi pertanian dan menyusul revolusi industri. Mulailah manusia menggunakan teknologi untuk mengubah alam yang beraneka ragam menjadi lingkungan alam yang menjurus ke keseragaman.

Lingkungan yang semula terdiri dari beraneka ragam vegetasi diganti dengan vegetasi tunggal seperti padi, gandum, jagung, karet dan lain sebagainya. Dalam menanggulangi masalah hama, manusia menciptakan pestisida. Setiap hama mempunyai daya kekebalan.

Hal inilah yang menuntut manusia untuk mengembangkan teknologi baru untuk mendapatkan obat-obatan. Yang mempunyai kemampuan yang tinggi untuk membunuh berbagai jenis hama tanaman.

Selama campur tangan manusia terhadap berbagai komponen dalam ekosistem masih dalam batas-batas keseimbangan atau dapat pulih kembali ke keadaan setimbang. Selama itu pula lingkungan masih dianggap serasi atau harmonis.

Tetapi jika campur tangan manusia itu melampaui batas kemampuan salah satu atau lebih komponen lingkungan untuk memperbaiki dirinya. Maka terjadilah ketidakseimbangan atau ketidakharmonisan antar komponen lingkungan.

teknologi pada pertanian gandum
Gambar kemajuan teknologi pada pertanian gandum

Kemajuan teknologi dimanfaatkan untuk pertanian. Gandum merupakan vegetasi tunggal yang seragam. Tampak besarnya pengaruh teknologi terhadap lingkungan. Menurut Prof. Emil Salim ada dua masalah lingkungan yang utama, yaitu :

  • ledakan penduduk
  • perkembangan teknologi
b) Krisis lingkungan

Semenjak terjadinya ledakan penduduk dan dengan dikembangkannya teknologi yang mempermudah manusia mengeksploitasi sumber daya alam. Masuklah unsur yang mengubah pola hidup yang serba selaras dengan lingkungan. Dan munculah krisis lingkungan.

Ada beberapa faktor utama penyebab timbulnya krisis lingkungan, yaitu :

  • Populasi berlebihan. Meningkatnya populasi secara terus-menerus mendorong manusia untuk menguras sumber daya alam secara terus-menerus guna keperluan hidupnya.
  • Distribusi populasi yang tidak merata. Hal ini disebabkan antara lain oleh urbanisasi, yakni arus penduduk dari desa ke kota. Hal ini selanjutnya menyebabkan makin parahnya kondisi lingkungan di perkotaan. Seperti banyaknya pengangguran, sulitnya mendapat perumahan yang layak, dan sebagainya.
  • Konsumsi berlebihan dan pola konsumsi boros. Konsumsi sumber daya alam yang melebihi kebutuhan serta memproduksi barang-barang yang bersifat merusak lingkungan. Merupakan penyebab krisis lingkungan yang banyak kita jumpai di mana-mana.
  • Ketidakbijaksanaan penggunaan teknologi. Penggunaan teknologi secara membabi buta akan menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem dan terjadinya pencemaran.
  • Krisis dalam pengelolaan, serta gagalnya sistem politik ekonomi, kekurangan rencana jangka panjang, serta gagalnya pengelolaan bumi yang berkesinambungan.
  • Penyederhanaan ekosistem dan gagalnya pemeliharaan keanekaragaman ekologi.

Perkembangan teknologi memang telah berhasil membawa manusia untuk menaklukkan dan merajai bumi dan seluruh jagat raya. Dengan teknologi canggih manusia mendapatkan kemudahan dalam mengeksploitasi sumber-sumber daya alam.

Seperti penangkapan ikan dengan pukat harimau, eksploitasi barang tambang dari perut bumi, perombakan hutan dan lain sebagainya. Namun pesatnya perkembangan teknologi belum merupakan jaminan akan tercapainya kesejahteraan manusia. Hal ini disebabkan penggunaan teknologi yang kurang bijaksana dan bahkan sering membawa dampak negatif bagi manusia itu sendiri.

c) Masalah lingkungan

Pertambahan populasi manusia yang begitu pesat dan kemajuan teknologi menimbulkan berbagai ketimpangan dan ketidakseimbangan ekosistem. Karena untuk memenuhi kebutuhan populasi yang begitu besar dan beraneka ragam. Manusia terpaksa menyerbu sumber-sumber daya yang ada di bumi dengan teknologi canggih secara kurang terkendali.

Akibatnya masalah lingkungan telah menyusup ke berbagai bentuk variasi ekosistem secara meluas. Hal ini terlihat pada timbulnya berbagai kepincangan seperti kekeringan, banjir, erosi, polusi dan sebagainya.

penyemprotan hama dan pembakaran hutan
Gambar penyemprotan hama dan pembakaran hutan

Pada gambar di atas menjelaskan bahwa penyemprotan hama dengan melalui udara. Gas yang disemprotkan terbawa angin dan jatuh di tempat lain dan menimbulkan bahaya bagi organisme lain. Serta hutan yang merupakan habitat organisme rusak oleh api akibat pembakaran hutan.

Masalah lingkungan tidak hanya menjadi masalah lokal, regional, atau nasional saja. Tetapi sekarang telah menjadi masalah internasional. Secara sederhana bentuk dan variasi rentetan masalah lingkungan dapat digambarkan pada gambar di bawah ini.

diagram masalah lingkungan
Gambar diagram masalah-masalah lingkungan

Tekanan terus-menerus terhadap sumber daya alam oleh manusia. Serta penggunaan teknologi secara tidak terkendali menyebabkan terjadinya goncangan keseimbangan ekologi di planet bumi. Goncangan inilah yang akhirnya membuka hati manusia.

Mereka mulai bersikap kritis terhadap pola hidup dan pola pembangunan yang tidak memperhatikan keserasian lingkungan. Manusia banyak yang menyadari bahwa sebagai makhluk yang berakal, berpikir dan berbudaya manusialah pemegang kendali dan kunci dalam perubahan lingkungan.

Banyak pemerintah negara-negara di dunia termasuk Indonesia meninjau kembali pola hidup dan pola pembangunan mereka. Dan berusaha membangun tanpa menimbulkan kerusakan bumi.

Kebijaksanaan moral manusia dalam pergaulannya dengan lingkungan itulah yang disebut dengan etika lingkungan. Etika lingkungan ini berkaitan dengan hubunganan manusia, manusia dengan lingkungan serta hubungan manusia dengan Tuhan penciptanya. Di sini juga berlaku pola selaras, serasi dan seimbang.

2. Sumber Daya Alam Untuk Semua Makhluk Hidup

a) Gangguan alam

Pada tahun-tahun terakhir ini manusia telah dihadapkan pada berbagai kejadian yang mengejutkan dan meresahkan hidupnya. Gajah mengamuk dan merusak perkampungan serta lahan pertanian penduduk. Harimau menyerang dan memangsa manusia serta hewan piaraannya.

Hama wereng merajalela, menghancurkan beratus-ratus hektar tanaman padi. Di suatu daerah terjadi bencana banjir sedangkan di daerah lain terjadi bencana kekeringan. Dan banyak lagi peristiwa lain di belahan bumi ini.

Peristiwa-peristiwa tersebut menggambarkan kepada kita bahwa lingkungan ini telah mengancam perikehidupan manusia. Ciri yang sama dalam gangguan-gangguan tersebut adalah bahwa manusialah penyebab utamanya.

Semua sistem yang ada di alam sudah lama berkelanjutan tanpa gangguan yang berarti. Namun setelah manusia dengan teknologinya mengelola sumber alam dan tanpa mengendalikan pengaruh negatifnya kepada lingkungan. Sehingga merusak alam dan mengusik lingkungan binatang dan kemudian alam akan bereaksi kembali.

Bila kita perhatikan lingkungan sekitar kita segala komponen lingkungan senantiasa mengalami perubahan. Semua makhluk hidup tumbuh dan berkembang. Iklim, hujan dan angin berganti menurut musim.

b) Siklus energi alam

Semua kegiatan dan perubahan itu memerlukan daya atau kekuatan yang memungkinkan adanya kegiatan dan perubahan tersebut. Daya atau kekuatan inilah yang kita sebut energi.

Bagi makhluk hidup energi yang diperlukan berasal dari sumber energi semesta alam yaitu matahari. Energi matahari digunakan oleh tumbuhan hijau, diubah menjadi energi dan disimpan dalam zat hasil fotosintesis (glukosa).

Selanjutnya glukosa itu menjadi makanan manusia dan binatang. Sehingga terjadilah perpindahan energi dari tumbuhan ke manusia dan binatang. Energi yang berasal dari matahari inilah yang menjadi penggerak sistem kehidupan makhluk hidup. Di samping butuh energi, makhluk hidup juga butuh materi yang berasal dari bumi.

Jika kita telusuri arus perpindahan energi dari matahari hingga ke bumi akan melewati tumbuhan ke hewan dan manusia. Maka terlihat rantai makanan dari energi cahaya matahari oleh tumbuhan hijau diubah menjadi energi kimia.

Bila zat makanan yang mengandung energi kimia itu dimakan hewan maka terjadilah perpindahan energi dari tumbuhan ke hewan. Dari hewan energi itu berpindah ke manusia dengan memakan hewan tersebut. Jika organisme itu meninggal maka zat-zat yang berasal dari bumi akan kembali ke bumi.

c) Hubungan timbal balik

Berbagai siklus yang terjadi di alam melibatkan seluruh komponen alam baik yang biotik maupun abiotik. Antara berbagai siklus dan isi lingkungan baik yang biotik maupun yang abiotik terjadi hubungan timbal balik (interdependency).

Antara yang satu dengan lainnya saling menghidupi dan saling menjaga fungsinya. Ini berarti komponen yang satu merupakan sumber daya bagi yang lain.

kompetisi rantai makanan
Gambar rantai makanan manusia

Manusia membutuhkan makhluk hidup di sekitarnya untuk keperluan hidupnya. Terlihat bahwa manusia sangat menentukan kelangsungan hidup makhluk lain dan dirinya sendiri.

Tumbuhan merupakan sumber daya bagi hewan dan manusia. Hewan merupakan sumber daya bagi manusia dan hewan lainnya. Air, tanah dan udara merupakan sumber daya bagi hewan, tumbuhan maupun manusia. Jadi jelas bahwa sumber daya alam ini bukan hanya untuk manusia saja. Tetapi untuk semua makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Manusia merupakan makhluk yang paling tinggi derajatnya. Dia mempunyai akal dan pikiran. Dengan akal dan pikirannya manusia mampu menciptakan teknologi. Dengan teknologinya manusia akan mengeksploitasi dan memanfaatkan komponen-komponen ekosistem dalam lingkungannya untuk kepentingan hidupnya.

Sifat semacam ini tidak dimiliki organisme lain. Jadi jelas bahwa manusialah yang akan menentukan kelangsungan hidup organisme lainnya. Tetapi kelangsungan hidup komponen lain juga akan menentukan kelangsungan hidup manusia.

d) Upaya memperbarui sumber daya alam

Peranan manusia di dalam menjaga kelestarian suatu ekosistem sangat besar. Oleh sebab itu dalam rangka menjaga ketersediaan sumber daya alam secara berkesinambungan. Manusia harus selalu berusaha untuk memperbarui sumber daya alam hayati lainnya.

Upaya manusia untuk memperbarui sumber daya alam antara lain :

  • Penanaman ladang secara bergilir (rotasi), artinya tidak satu macam tanaman saja yang ditanam.
  • Pemupukan dengan pupuk alami atau pupuk buatan.
  • Reboisasi dan penghijauan lahan gundul.
  • Memanfaatkan air laut sebagai sumber air tawar.
  • Mengembangbiakkan hewan dan tumbuhan secara modern, melalui tindakan pemuliaan.

Hal ini semua perlu dilakukan untuk menjaga tetap tersedianya sumber daya alam bagi semua makhluk hidup. Dengan tersedianya sumber daya alam bagi semua makhluk hidup berarti tersedia pula sumber daya alam bagi manusia.

3. Manusia Adalah Bagian Dari Lingkungan

Manusia tidak sendirian dalam hidup di bumi, namun hidup bersama makhluk lain yaitu tumbuhan, hewan dan jasat renik (mikro organisme). Makhluk hidup lain itu tidak hanya sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara netral pasif terhadap manusia.

Pada merekalah hidup manusia terkait erat dan manusia tidak dapat hidup tanpa mereka. Anggapan yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang paling berkuasa sebenarnya tidaklah benar. Seyogyanya kita menyadari bahwa kitalah yang membutuhkan mereka untuk kelangsungan hidup kita.

Jadi untuk kelangsungan hidup, mereka tidak membutuhkan kita. Jadi jelaslah bahwa kehidupan manusia sangat tergantung pada organisme lain di dalam lingkungan tersebut.

Sejalan dengan evolusi biologi, hubungan diri manusia dengan lingkungan juga mengalami perubahan secara bertahap. Adapun bentuk sikap hubungan manusia dengan lingkungannya adalah sebagai berikut :

a) Manusia dikuasai lingkungan

Semula perikehidupan manusia dikuasai lingkungan alam. Pola hidup manusia ditentukan oleh keadaan dan perubahan lingkungan alam.

Perubahan satu musim ke musim lain. Faktor-faktor yang menimbulkan kehidupan alam seperti hujan, api, angin dan tanah tidak diketahui manusia dan tidak perlu diketahui manusia.

b) Manusia memanfaatkan isi alam

Semenjak ajaran agama Kristen berkembang muncul konsep bahwa alam adalah anugerah Tuhan kepada manusia. Untuk diolah, digunakan dan dikelola bagi kesejahteraan manusia.

Mulai saat inilah muncul usaha manusia untuk mengadakan penelitian tentang alam dan menciptakan sains serta teknologi.

c) Manusia menguasai alam

Semenjak revolusi industri manusia mulai melepaskan ketergantungannya kepada alam. Manusia tidak lagi merasakan bagian dari alam tetapi berada di atas alam.

Mereka mampu mengubah, mengatur dan mengolah lingkungan alam sesuai dengan kehendaknya. Pada saat ini muncullah sikap manusia yang cenderung membahayakan, antara lain :

  • Kemanusiaan merupakan sumber dari segala nilai.
  • Alam hanya ada untuk digunakan manusia.
  • Tujuan primer manusia adalah untuk memproduksi dan mengkonsumsikan. Keberhasilan manusia didasarkan kepada kekayaan materi.
  • Produksi dan konsumsi harus terus berlanjut karena manusia mempunyai hak untuk meningkatkan standart kehidupan.
  • Manusia beranggapan bahan sumber daya alam itu tidak terbatas.
  • Kita tidak perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan alam karena kita mampu membuatnya kembali. Sehingga cocok dengan kebutuhan kita dengan menggunakan ilmu dan teknologi.
  • Suatu fungsi utama dari keadaan adalah untuk membuat mudah bagi manusia atau perusahaan dalam mengeksploitasi sumber daya alam.

Sikap manusia pada zaman inilah yang mendorong meningkatnya krisis lingkungan.

d) Hubungan keselarasan antara lingkungan hidup dengan sikap hidup manusia

Sikap manusia yang menguasai alam ternyata banyak membawa ketimpangan disertai pola hidup konsumtif dan boros yang menghabiskan sumber daya alam. Serta menurunkan mutu dan daya dukung lingkungan maka terbukalah hati banyak manusia. Sehingga muncul hubungan keselarasan antara lingkungan dengan sikap hidup manusia.

Banyak manusia semakin menyadari semua sumber daya alam harus dikelola demi kesejahteraan seluruh umat manusia. Hubungan manusia yang menekankan keselarasan dengan lingkungan mengandung tiga nilai etis, yaitu :

  • a) Etika pengembangan, artinya bahwa semua sumber daya alam ini harus dikembangkan dan dijaga kelestariannya. Sumber daya alam harus dipergunakan untuk keuntungan dan kesenangan.
  • b) Etika pengawetan, maksudnya bahwa semua kehidupan harus dihormati, diawetkan dan dilindungi.
  • c) Etika keseimbangan, maksudnya adalah penggunaan dan pengawetan sumber daya alam yang didasarkan kepada pengurusan yang bijaksana. Etika terakhir itulah yang perlu dikembangkan terus.
Nilai-nilai etika keseimbangan

Pada etika keseimbangan mengandung nilai-nilai yang menggantikan nilai yang berkembang pada masa setelah revolusi industri, yaitu :

  • Manusia bukanlah sumber dari segala nilai.
  • Manusia harus menjadi penjaga dan pengurus sumber daya alam yang bijaksana. Bagi generasi masa kini dan bagi generasi masa yang akan datang.
  • Tujuan pengelolaan sumber daya alam bukanlah untuk memproduksi dan mengkonsumsi. Tetapi untuk mengawetkah dan memperbarui untuk melengkapi dan bukan merusak bumi.
  • Perbaikan mutu kehidupan, bukan terus meningkatkan produksi dan konsumsi benda-benda dan materi.
  • Sumber daya alam itu terbatas dan harus dihargai dan diperbarui, bukan untuk diboroskan.
  • Hubungan manusia dengan alam harus saling menguntungkan, yang didasarkan pada pengertian dan kerjasama ekologi.
  • Kita mengawetkan kestabilan dan mutu kehidupan dengan mendorong keanekaragaman fisik, biologis dan budaya.
  • Fungsi utama dari keadaan adalah untuk mengawasi perencanaan jangka panjang dan mencegah individu dari pengeksploitasi dan pengrusakan lingkungan.
  • Karena tidak seorangpun dapat mengerjakan urusannya sendiri maka tujuan-tujuan manusia yang ideal adalah berbagi dan memperhatikan. Bukannya dominasi dan individualisme sempurna.

Sejalan dengan nilai-nilai tersebut di atas. Maka dalam hubungan inilah Indonesia mengembangkan pola pembangunan berwawasan lingkungan yang memuat tiga ciri, yaitu :

  • Pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana.
  • Proses pembangunan yang berkesinambungan.
  • Meningkatkan kualitas hidup.
Pengelolaan lingkungan

Pengelolaan lingkungan adalah usaha secara sadar untuk memperbaiki dan atau memelihara mutu lingkungan. Supaya kebutuhan dasar manusia dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya. Usaha secara sadar itu merupakan upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan dan pengembangan lingkungan hidup.

Ruang lingkup pengelolaan lingkungan hidup sangat luas, antara lain :

  • Pengelolaan lingkungan hidup secara rutin.
  • Perencanaan dini lingkungan suatu daerah yang menjadi dasar dan tuntutan bagi perencanaan pembangunan.
  • Perencanaan pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan perkiraan dampak lingkungan yang akan terjadi sebagai akibat suatu proyek pembangunan yang sedang direncanakan.
  • Pengelolaan lingkungan hidup untuk memperbaiki lingkungan yang mengalami kerusakan, baik yang karena sebab alamiah maupun karena tindakan manusia.

Dalam pengelolaan sumber daya alam ini masalah pokok yang utama adalah mencegah timbulnya pengaruh negatif terhadap lingkungan. Dan mengusahakan kelestarian sumber daya alam agar bisa digunakan terus-menerus dan berkesinambungan ke generasi berikutnya. Kebijaksanaan pengembangan lingkungan ini tertuju kepada empat sasaran, yaitu :

  • Membina hubungan keselarasan antara manusia dengan lingkungan. Ini adalah bagian dari tujuan pembangunan untuk membina manusia Indonesia seutuhnya. Yang memiliki ciri-ciri keselarasan antara manusia dengan masyarakat, antara manusia dengan lingkungan, serta antara manusia dengan Tuhan penciptanya.
  • Melestarikan sumber-sumber daya alam agar bisa dimanfaatkan terus-menerus oleh generasi demi generasi.
  • Mencegah kemerosotan mutu dan meningkatkan lingkungan sehingga menaikkan kualitas hidup manusia. Pembangunan industri, pertambangan, pertanian dan lain sebagainya perlu dilaksanakan melalui cara yang sekaligus mengindahkan mutu lingkungan.
  • Membimbing manusia menjadi pembina lingkungan yang dari posisi sebelumnya yaitu sebagai perusak lingkungan.

Usaha untuk mencapai keempat sasaran tersebut meliputi empat bidang pengembangan lingkungan, yaitu :

  • Penyelamatan hutan, tanah dan air.
  • Pengendalian pencemaran terhadap lingkungan.
  • Pengembangan lingkungan pemukiman yang baik.
  • Pengembangan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat.

4. Undang-Undang Etika Lingkungan

Pada tanggal 25 Februari 1982 Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Rancangan undang-undang ini kemudian diterima oleh Presiden Republik Indonesia dan diundangkan pada tanggal 11 Maret 1982 sebagai Undang-Undang No. 4 tahun 1982.

Undang-Undang Lingkungan hidup ini merupakan hasil kerja Pemerintah dan pusat-pusat studi lingkungan. Dari beberapa perguruan tinggi serta lembaga-lembaga swadaya masyarakat lainnya. Undang-undang ini terdiri atas 9 bab dan berisikan 24 pasal.

Tujuan dibuatnya undang-undang Lingkungan Hidup adalah untuk :

  • Mencegah kerusakan hutan.
  • Meningkatkan kualitas hidup.
  • Menindak pelanggar-pelanggar yang menyebabkan rusaknya lingkungan.

Undang-undang Lingkungan Hidup pada dasarnya memuat enam pokok pikiran. Yaitu tujuan pengelolaan lingkungan hidup, asas pengelolaan lingkungan hidup, hak, kewajiban, wewenang dan ketentuan pidana.

a) Tujuan pengelolaan lingkungan

Tujuan pengelolaan lingkungan hidup menurut Undang-undang Lingkungan hidup adalah :

  • Tercapainya keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup sebagai bagian tujuan membangun manusia Indonesia seutuhnya.
  • Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
  • Terwujudnya pembangunan yang berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi saat ini dan generasi yang akan datang.
  • Terwujudnya manusia Indonesia sebagai pembina lingkungan hidup.
  • Terlindungnya negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negeri yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
b) Asas pengelolaan lingkungan hidup

Untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan (sustainable development) maka pengelolaan lingkungan hidup harus berasaskan pelestarian kemampuan lingkungan yang seimbang dan serasi.

c) Hak

Lingkungan hidup yang sehat dan baik merupakan hak bagi setiap orang. Serta setiap orang berkewajiban untuk memelihara lingkungan hidup dan menanggulangi serta mencegah atas pencemaran dan kerusakannya.

Kelanjutan pokok ini ialah bahwa beban pencemaran dipertanggungjawabkan kepada pihak pencemar. Sanksi hukum diterapkan kepada mereka yang mencemarkan.

Dan di lain pihak rangsangan materi dan moril (hadiah Kalpataru) dapat diberikan kepada mereka untuk mendorong pencegahan dan penanggulangan pencemaran.

Dikemukakan pula bahwa pemerintah dapat membantu golongan ekonomi lemah yang usahanya diperkirakan telah merusak atau mencemari lingkungan. Sehingga pengembangan lingkungan hidup dapat berlangsung searah dengan pemerataan pembangunan.

d) Kewajiban

Berperan serta dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup merupakan kewajiban dan hak bagi setiap orang. Lembaga swadaya masyarakat turut berperan serta sebagai penunjang pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam mencapai tujuan pengelolaan lingkungan hidup, lembaga swadaya turut berkembang mendayagunakan dirinya sebagai sarana untuk mengikutsertakan sebanyak mungkin anggota masyarakat.

e) Wewenang

Usaha kita mengembangkan lingkungan hidup tidaklah berlangsung dalam keadaan terisolasi. Sebagai anggota masyarakat dunia maka langkah usaha di bidang lingkungan hidup harus mempunyai makna bagi kehidupan bangsa-bangsa lain.

f) Ketentuan pidana

Perlu dikembangkannya suatu sistem dengan keterpaduan pada pengelolaan lingkungan hidup. Lingkungan hidup terdiri atas tatanan kesatuan dengan berbagai unsur lingkungan yang saling mempengaruhi.

Oleh karena itu maka pengelolaan lingkungan hidup memerlukan keterpaduan pelaksanaan di tingkat nasional, koordinasi pelaksanaan secara sektoral dan di daerah-daerah. Sehingga semua terkait secara mantap dengan kebijaksanaan nasional pengelolaan lingkungan hidup. Dengan kesatuan gerak dan langkah untuk mencapai tujuan pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam Undang-Undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup juga ditegaskan bahwa :

Barang siapa dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup atau tercemarnya lingkungan hidup yang diatur di dalam undang-undang. Akan diancam dengan pidana penjara selama-lamanya sepuluh tahun dan atau denda sebanyak-banyaknya seratus juta rupiah.

Sehingga setiap orang wajib memelihara lingkungan hidup, mencegah serta menanggulangi kerusakan dan pencemaran. Pemerintah wajib mengembangkan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan tanggung jawabnya. Dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui pendidikan, penelitian, bimbingan dan penyuluhan.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *