Kerajaan Sriwijaya di Indonesia

  • 7 min read
  • Apr 24, 2020
kerajaan sriwijaya

1. Timbulnya Kerajaan Sriwijaya

Sampai saat ini banyak pendapat yang berbeda-beda tentang letak pusat kerajaan Sriwijaya. Ada yang berpendapat di Palembang, ada yang berpendapat di Jambi dan ada yang berpendapat di Muangthai. Dalam artikel ini diambil pendapat yang masih umum di Indonesia, yaitu bahwa pusat kerajaan Sriwijaya di Palembang.

Keadaan alam Pulau Sumatra pada abad ke-7 sangat berbeda dengan keadaan pada abad ke-20. Sebagian besar pantai timur Sumatra baru terbentuk kemudian. Karena itu Pulau Sumatra lebih sempit dibandingkan dengan keadaan sekarang. Sebaliknya Selat Malaka lebih lebar dan lebih panjang.

Beberapa faktor yang mendorong munculnya kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan besar di Asia Tenggara di antaranya :

  • Palembang terletak di muara Sungai Musi pada sebuah tanjung sedangkan di depannya terletak pulau-pulau pelindung pelabuhan. Lokasi demikian menyebabkan Palembang baik untuk pusat perdagangan.
  • Letaknya strategis di tepi jalan dagang nasional dan internasional. Jalan dagang nasional adalah jalan dagang dari Indonesia bagian timur ke Indonesia bagian barat. Sedangkan jalan dagang internasional antara India dengan Cina yang saat itu masih melalui selatan Bangka. Sebab Semenanjung Malaya masih bersambung dengan pulau-pulau di selatannya. Seperti Riau, Lingga, Singkep, Bangka, Belitung (pada zaman prasejarah sampai di Jawa), atau melalui Selat Sunda.
  • Runtuhnya Kerajaan Funan di Vietnam Selatan akibat serangan Kerajaan Kamboja. Memberi kesempatan bagi Sriwijaya untuk berkembang sebagai negara maritim (laut) menggantikan Funan.
  • Sriwijaya mempunyai kemampuan untuk melindungi dan memaksa pelayaran di perairan Asia Tenggara untuk singgah di pelabuhan-pelabuhannya. Sehingga banyak pajak yang masuk ke kas negara dan memperkuat keuangan negara.

2. Masa Perkembangan Kerajaan Sriwijaya

Dengan faktor-faktor seperti tersebut di atas, kerajaan Sriwijaya sebagai negara maritim yang berkuasa di perairan Asia Tenggara berkembang. Dapat disebutkan adanya dua masa perkembangannya.

Pertama, pada mulanya kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan sungai yang berpusat di sekitar muara-muara Sungai Kampar. Mata pencaharian utama penduduknya pertanian sedangkan hubungan lalu lintas antar daerah dilakukan dengan perahu-perahu kecil.

Setelah kerajaan kuat, diadakan perluasan wilayah ke selatan dengan Palembang sebagai pusatnya. Dengan kekuatan armada yang dimiliki, kerajaan itu memaksa kapal-kapal asing singgah di pusat kerajaannya.

Kedua, kerajaan Sriwijaya dapat menguasai tempat-tempat yang penting untuk perdagangan nasional maupun internasional. Sehingga berkembang menjadi kerajaan laut (sarwajala).

Pendapat yang mengatakan bahwa pusat kerajaan Sriwijaya ada di Palembang dapat diketahui dari prasasti-prasasti yang terdapat di sekitar kota itu. Dan berita bangsa asing terutama dari I-Tsing. Prasasti Kedukan Bukit (683 M) menyebutkan bahwa Dapunta Hyang membawa tentara sebanyak 20.000 orang untuk menundukkan Minangatamwan.

Dengan kemenangannya itu kerajaan Sriwijaya menjadi makmur. Yang dimaksud dengan Minangatamwan adalah Binanga yang sekarang terletak di wilayah Jambi. Daerah itu strategis untuk perdagangan. Dalam Prasasti Talang Tuo (684 M) disebutkan tentang pembuatan Taman Sriksetra atas perintah Dapunta Hyang.

Serta Prasasti Telaga Batu yang tidak berangka tahun menyebutkan adanya kutukan raja terhadap pembangkang dan penjahat. Prasasti-prasasti kerajaan Sriwijaya tersebut masih mempergunakan huruf Pallawa tetapi sudah mempergunakan bahasa Melayu Kuno.

prasasti kerajaan sriwijaya
Gambar prasasti Talang Tuo dan prasasti Telaga Batu

3. Daerah Kekuasaan Sriwijaya

Perluasan wilayah (ekspansi) yang dilakukan oleh kerajaan Sriwijaya ditujukan untuk menguasai perdagangan. Oleh karena itu sasarannya adalah daerah-daerah yang penting artinya bagi perdagangan. Di antara yang dikuasainya adalah sebagai berikut ini :

a) Tulangbawang

Terletak di sekitar Sungai Tulangbawang di daerah Lampung. Kerajaan ini memiliki lingkungan dan letak yang baik untuk perdagangan sama seperti kerajaan Sriwijaya. Yaitu terletak di muara sungai pada sebuah tanjung dan di tepi jalan dagang nasional dan internasional.

Mungkin pusat kerajaannya di sekitar kota Manggala yang sekarang. Dari prasasti yang ditemukan di Palas Pasemah menunjukkan bahwa kerajaan itu dikuasai oleh Sriwijaya pada abad ke-7 M.

b) Kedah

Terletak di pantai Barat Semenanjung Malaya. Daerah ini penting artinya karena letaknya berhadapan dengan India sehingga pelayaran dari daerah ini langsung ke India. Di depan Kedah terletak pulau Penang yang kemudian dijadikan pusat kekuasaan Inggris sebelum kota Singapura dikuasai.

Catatan I-Tsing menyebutkan Kedah adalah bagian dari kerajaan Sriwijaya. Penaklukan atas Kedah terjadi antara 682-685 M, berarti bahwa Sriwijaya telah menguasai daerah perdagangan di Selat Malaka bagian utara.

c) Pulau Bangka

Terletak di pertemuan jalan nasional dan internasional serta merupakan titik paling selatan bagi perdagangan internasional. Sehingga merupakan daerah yang sangat penting untuk dikuasai. Penguasaan atas Pulau Bangka dapat diketahui dari adanya Prasasti Kota Kapur (686 M) di pulau tersebut.

Disebutkan bahwa Sriwijaya sedang berusaha menaklukkan Bhumi Jawa yang tidak setia kepada Sriwijaya. Mungkin yang dimaksudkan dengan Bhumi Jawa adalah Jawa karena di dekat Bogor diketemukan prasasti yang telah berbahasa Melayu. Penguasaan atas Pulau Bangka dan Jawa dimaksudkan agar jalan dagang nasional dan internasional antara kedua pulau tersebut dapat dikuasai.

prasasti kota kapur
Gambar prasasti Kota Kapur
d) Jambi

Terletak di tepi sungai Batanghari yang merupakan daerah untuk kelancaran dagang di pantai timur Sumatra. Prasasti Karang Berahi (686 M) yang diketemukan di pedalaman Jambi menunjukkan adanya penguasaan Sriwijaya atas daerah itu.

e) Kra

Merupakan tanah genting di Semenanjung Malaya dan merupakan tempat penting bagi perdagangan internasional. Jarak antara pantai timur dengan pantai barat tanah genting itu sangat pendek. Kapal-kapal dari Cina berlabuh di pantai timur kemudian barang dagangan dibongkar untuk diangkut dengan pedati atau binatang ke pantai barat.

Karena mempunyai arti penting sehingga perlu dikuasai oleh Sriwijaya. Penguasaan Sriwijaya atas Kra dapat diketahui dari adanya Prasasti Ligor (775 M). Dengan penguasaan atas daerah itu berarti Sriwijaya dapat menguasai jalan dagang di kawasan Asia Tenggara. Walaupun letaknya sudah jauh dari Palembang tetapi tidak jauh dari Kedah yang telah dikuasainya lebih dahulu.

f) Jawa Tengah

Jawa Tengah dengan kerajaan Kaling dan Mataram. Berita Cina menyebutkan tentang adanya serangan kerajaan dari barat menyebabkan kerajaan Kaling pindah ke arah timur. Diduga bahwa yang menyerang adalah Sriwijaya karena ingin menguasai daerah strategis di tepi jalan nasional.

Setelah itu ada pendapat bahwa kerajaan Mataram di bawah wangsa Syailendra merupakan perwujudan kekuasaan Sriwijaya atas Jawa Tengah. Bila pendapat itu benar maka peguasaan Sriwijaya atas Jawa Tengah disebabkan karena Mataram di bawah Sanjaya dianggap berbahaya bagi Sriwijaya. Mataram dianggap ingin menjadi penguasa tunggal di Asia Tenggara.

Mungkin juga karena Mataram merupakan daerah kaya bahan makanan dan tenaga manusia (manpower) yang sangat diperlukan oleh Sriwijaya. Setelah Balaputra Dewa sebagai raja terakhir wangsa Syailendra terusir dari Mataram oleh keluarga Sanjaya ia kembali ke Sriwijaya. Dalam Prasasti Nalanda ia minta kepada Raja Benggala di India agar mengakui haknya atas Mataram yang direbut oleh Rakai Pikatan.

peta wilayah kekuasaan kerajaan sriwijaya
Gambar peta wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya

4. Masa Kejayaan Sriwijaya

Kejayaan Sriwijaya terlihat dalam beberapa bidang yaitu bidang politik, ekonomi dan agama.

a) Bidang politik

Kerajaan Sriwijaya bukan lagi merupakan negara senusa. Artinya negara yang berkuasa atas sebuah pulau saja seperti Kutai, Tarumanegara dan Kaling. Tetapi sudah merupakan negara antarnusa yaitu negara yang berwilayah atas beberapa pulau.

Bahkan ada pendapat bahwa Sriwijaya adalah negara kesatuan pertama di Indonesia. Pendapat-pendapat tersebut didasarkan atas luas daerah yang dikuasainya di Indonesia.

Kenyataan menunjukkan bahwa wilayah Sriwijaya tidak hanya atas wilayah di Indonesia saja. Melainkan mencakup Semenanjung Malaya sehingga Sriwijaya merupakan suatu negara besar yang berperanan di Asia Tenggara.

b) Bidang ekonomi

Dalam bidang ekonomi Sriwijaya menguasai perdagangan nasional dan intenasional di wilayah perairan Asia Tenggara. Untuk itu perairan di Natuna, selat Malaka, Laut Jawa, dan Selat Sunda harus dibawah kekuasaannya.

Dari daerah Sriwijaya sendiri diekspor gading, kulit, dan beberapa jenis binatang liar. Sedangkang ekspor dari daerah Indonesia lainnya yang dikuasai berupa beras, rempah-rempah, gading, kayu manis, kemenyan, emas, binatang dan sebagainya.

Barang-barang impor yang diperlukan oleh Sriwijaya berupa hiasan, sutra, permadani, barang porselin, minyak wangi, kayu wangi dan budak belian. Sedangkan barang impor dari daerah Indonesia lainnya berupa beras dan rempah-rempah.

Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat perdagangan memperoleh kemakmuran yang tinggi. Sebab kapal-kapal dan pedagang-pedagang diwajibkan singgah di pelabuhan-pelabuhan yang dikuasai oleh Sriwijaya dan membayar pajak atau bea cukai. Sementara itu pedagang-pedagang juga memberikan upeti kepada raja. Rakyat Sriwijaya sendiri juga aktif dalam perdagangan.

c) Bidang agama

Dalam bidang agama Sriwijaya menjadi pusat agama Budha Mahayana di wilayah Asia Tenggara. Salah seorang guru yang terkenal adalah Syakyakirti. Agama Budha Mahayana dianut oleh rakyat dari Jepang, Cina, Vietnam, Kamboja, Laos dan Indonesia.

Para peziarah agama Budha dalam pelayaran ke India singgah di Sriwijaya. Di sinilah mereka mempersiapkan diri sebelum ke India. Di antara musafir Cina yang sampai dua kali datang ke kerajaan Sriwijaya. Sebelum ia pergi ke India adalah I-Tsing pada tahun 671 M dan 685 M.

Selama enam bulan ia tinggal di Sriwijaya untuk mempelajari bahasa Sanskerta dalam perjalanannya yang pertama. Yang kedua setelah pulang dari India ia tinggal selama empat tahun. Agar dapat menterjemahkan kitab suci agama Budha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Cina.

Palembang merupakan pusat agama Budha Mahayana yang diketahui dari prasasti di sekitar kota tersebut. Banyak terdapat batu yang bertuliskan siddhayatra yang berarti perjalanan suci di Telaga Batu. Di Bukit Siguntang terdapat sebuah arca Budha besar yang diperkirakan berasal dari ke-6 M.

Daerah percandian Budha dijumpai di Muara Takus dekat Kampar di Riau. Dan di Gunung Tua dekat sungai Barumun daerah Sumatra Utara. Di Jawa Tengah banyak terdapat peninggalan candi dari masa kekuasaan Syailendra. Yaitu berupa candi Borobudur, Mendut, Pawon, Kalasan dan Sewu yang letaknya di Sekitar Yogyakarta.

Perpindahan pusat kekuasaan

Masa kejayaan Sriwijaya berpusat di Palembang. Waktu itu Sriwijaya dalam berita Cina disebut sebagai Shih-li-fo-shih. Tetapi kemudian dalam berita Cina dikenal adanya kerajaan San-fo-tsi yang telah berpusat di Jambi. Sehingga timbul dugaan bahwa kerajaan Sriwijaya telah pindah pusatnya dari Palembang ke Jambi.

Perpindahan pusat kekuasaan itu mungkin disebabkan karena secara politis mendapat tekanan dari kerajaan dari Jawa. Dan secara ekonomis karena terbukanya Selat Berhala sehingga Jambi lebih strategis untuk perdagangan apabila dibandingkan dengan Palembang.

Jambi yang merupakan pusat kerajaan Melayu pada mulanya memang merupakan tempat strategis untuk mengekspor hasil pedalaman melalui Sungai Batanghari. Hal-hal inilah yang menimbulkan pendapat bahwa kerajaan Sriwijaya itu berpusat di Jambi. Peninggalan keraton di Muara Jambi memperkuat pendapat tersebut.

5. Faktor Kemunduran Kerajaan Sriwijaya

Sejak abad ke-10 kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran yang disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah sebagai berikut:

a) Faktor alam

Perubahan keadaan alam di sekitar Palembang. Sungai Musi, Ogan, Komering dengan sejumlah anak sungai banyak membawa lumpur yang diendapkan. Sehingga semakin lama Palembang jauh dari laut dan lingkungannya berawa-rawa sehingga tidak sehat untuk hidup.

b) Faktor geografis

Letak Palembang yang semakin jauh dari laut menyebabkan daerah tersebut kurang strategis lagi kedudukannya sebagai pusat perdagangan nasional maupun internasional. Jambi lebih strategis karena telah terbukanya jalur Selat Berhala antara Kepulauan Singkep dengan Pulau Bangka. Hal tersebut dapat mempersingkat jalur perdagangan internasional. Sehingga Jambi lebih strategis daripada Palembang.

c) Faktor politik

Dalam bidang politik kerajaan Sriwijaya tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya. Banyak daerah yang melepaskan diri misalnya Jawa dan Melayu.

Sedangkan setelah kekuasaan di Timur berkembang, kerajaan Sriwijaya terpaksa mengakui Jawa sebagai pemegang kekuasaan di Indonesia bagian timur. Dan Sriwijaya di bagian barat waktu zaman Erlangga. Pada zaman Singasari terjadi Pamalayu berupa pengiriman pasukan ke Melayu dan menjadikan daerah itu sebagai sekutu Singasari.

d) Faktor militer

Dalam bidang militer terjadi serangan atas kerajaan Sriwijaya. Serangan pertama dilakukan oleh Teguh Dharmawangsa atas daerah Sriwijaya Selatan (952 M). Sampai menyebabkan utusan yang dikirim ke Cina tidak berani kembali. Serangan kedua dilakukan oleh Colamandala atas Semenanjung Malaya pada tahun 1017 M.

Kemudian atas pusat Sriwijaya pada tahun 1023 M dan 1030 M. Dalam serangan terakhir ini raja Sriwijaya ditawan dan dibawa ke India. Yang dilakukan oleh Kertanegara dari Singasari atas Sriwijaya merupakan usaha mengurung Sriwijaya dengan menduduki wilayah Melayu dan Kalimantan Barat.

Apabila ia tidak cepat meninggal tentunya akan diteruskan ke pusat Sriwijaya. Yang dianggap akhir dari Kerajaan Sriwijaya adalah pendudukan yang dilakukan oleh kerajaan Majapahit dalam usaha menciptakan kesatuan Nusantara (1377 M).

Di daerah bekas kerajaan Sriwijaya tersebut kemudian muncul Kasultanan Palembang dalam zaman Islam. Peranan Sriwijaya telah berakar sedemikian kuat dimana dalam perdagangan dan politik tidak lenyap begitu saja.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *