Peradaban dan Kebudayaan Tertua di Asia dan Afrika

  • 23 min read
  • Apr 29, 2020
peradaban kebudayaan tertua asia afrika

1. Peradaban Lembah Sungai Indus

1.1 Lembah Indus

Peradaban Sungai Indus (Sindhu) berada di daerah Pakistan dan mempunyai anak sungai yang berasal dari daerah Punjab. Punjab artinya daerah lima aliran sungai. Tanah negeri Pakistan sangat subur karena aliran Sungai Indus mengalir melalui negeri tersebut.

peradaban peta india kuno
Gambar peta India lama

Berdasarkan fosil tulang-tulang manusia yang ditemukan, orang berpendapat bahwa peradaban Sungai Indus didukung oleh bangsa Dravida. Bangsa Dravida merupakan bangsa berkulit hitam dan berambut keriting.

Bangsa ini sekarang banyak bertempat tinggal di Dataran Tinggi Dekan di India Selatan. Mereka meninggalkan daerah yang subur karena didesak bangsa Aria sekitar tahun 1500 SM.

1.2 Peradaban

Peradaban lembah Sungai Indus (The Indus Valley Civillization) ditemukan di dua tempat. Yaitu Harappa daerah hulu (Punjab) dan Mahenjo Daro di daerah hilir Sungai Indus.

Dari penemuan-penemuan yang diperoleh maka dapat diketahui bahwa peradaban Lembah Sungai Indus telah tinggi. Beberapa penemuan hasil peradaban daerah Harappa dan Mahenjo Daro antara lain :

a) Kota kuno

Kota Harappa dan Mahenjo Daro merupakan kota kuno yang dibangun berdasarkan tata kota yang baik. Jalan-jalan dibangun dengan memperhatikan arah angin musim (Barat Daya Timur Laut) sehingga arus angin dalam kota lancar.

Di kiri kanan jalan dibangun saluran air dalam tanah untuk menampung air dari rumah-rumah. Air terkumpul dalam semacam tempat penampungan.

b) Bangunan umum

Perdagangan telah lancar dilakukan di kedua kota tersebut dengan ditemukan bangunan umum berupa pasar yang berada di dalam kota. Tempat pemujaan dewa (kuil) dan bangunan lainnya yang diperkirakan berupa sebuah istana terbuat dari batu bata. Rumah penduduk terdapat di kiri dan kanan jalan.

c) Benda-benda purba

Benda-benda purba yang merupakan lempeng-lempeng tanah (terra cotta) berbentuk segi empat dan bergambar binatang. Seperti gajah, harimau, sapi, badak, atau pohon-pohon seperti beringin. Di bawahnya terdapat tulisan yang belum dapat terbaca maksudnya.

Namun diperkirakan bahwa antara tulisan dan gambar ada hubungannya. Huruf-huruf itu disebut pictograph yang berarti tulisan gambar. Dari lempengan-lempengan tanah liat yang ditemukan itu menunjukkan adanya kepercayaan menyembah binatang atau pohon-pohonan dan benda-benda itu merupakan azimat (amulet).

peradaban terra cotta
Gambar terra cotta
d) Peralatan

Peninggalan lain yang ditemukan berupa tembikar yang berbentuk periuk belanga, semacam piring dan cangkir dalam bermacam-macam bentuk dan ukuran. Alat-alat pertanian yang ditemukan berupa cangkul dan kapak. Sedangkan perhiasan berupa kalung, gelang, ikat pinggang yang dibuat dari tembaga atau emas.

e) Gambar-gambar dewa

Gambar-gambar yang ditemukan berupa gambar dewa yang bertanduk besar. Menunjukkan bahwa penduduk telah mengenal pemujaan pada dewa. Juga ditemukan gambar dewa perempuan yang memiliki bagian-bagian sangat besar pada tubuhnya.

Mungkin untuk menggambarkan dewi kesuburan atau kemakmuran. Dari gambar binatang maupun pohon-pohon yang terdapat pada lempeng-lempeng tanah liat menunjukkan pula adanya pemujaan pada kekuatan alam.

Yang menarik perhatian orang adalah adanya penemuan barang-barang yang justru berasal dari daerah Lembah Sungai Eufrat dan Tigris. Sebaliknya dari Eufrat dan Tigris juga ditemukan barang-barang yang berasal dari Lembah Sungai Indus.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa antara kedua daerah telah terjadi hubungan dagang. Hubungan dagang itu mungkin dilakukan melalui jalan darat atau laut. Hal ini tidaklah mengherankan karena sekitar tahun 3000 SM di kedua daerah tersebut terdapat peradaban yang telah tinggi.

Setelah tahun 1500 SM peradaban Lembah Sungai Indus tidak meninggalkan barang-barang lagi. Lenyapnya peradaban tersebut mungkin disebabkan karena banjir di Sungai Indus. Dan kemungkinan yang lebih besar adalah serbuan bangsa Aria yang berasal dari Asia Tengah.

Karena terdesak kemudian Bangsa Dravida sebagai pendukung peradaban Lembah Sungai Indus mengungsi ke daerah Dataran Tinggi Dekan yang kurang subur. Sedangkan bangsa Aria menjadi penghuni baru di Lembah Sungai Indus.

2. Peradaban Lembah Sungai Gangga

2.1 Lembah Gangga

Peradaban lembah Sungai Gangga terletak antara Pegunungan Vindhya dan Pegunungan Himalaya dengan anak sungainya Yamuna. Mata air kedua sungai tersebut bersumber dari Pegunungan Himalaya dan mengalir melewati kota-kota besar. Seperti Allahabad, Delhi, Patna, Agra dan bermuara di daerah Bangladesh ke Teluk Benggala.

Sungai Brahmaputra yang mempunyai mata air yang bersumber dari Pegunungan Kwen Lun merupakan sungai pertemuan Sungai Gangga. Lembah Sungai Gangga sangat subur, tetapi daerah sebelah selatan Pegunungan Vindhya merupakan daerah kurang subur.

a) Penduduk

Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Aria yang termasuk bangsa Indo Jeman. Dari daerah Kaukasus bangsa Indo Jerman datang dan kemudian menyebar ke arah timur. Sebagian merupakan bangsa Persia dan sebagian merupakan bangsa Aria.

Bangsa Aria masuk ke wilayah India antara tahun 2000-1500 SM melalui Kaiber Pas di Pegunungan Hindu Kusy. Mereka berkulit putih, berbadan tinggi, dan berhidung mancung. Pada awalnya mereka bermata pencarian sebagai peternak.

Tetapi setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah subur, mereka bercocok tanam dan hidupnya menetap. Akhirnya mereka juga menduduki Lembah Sungai Gangga.

Penduduk asli Lembah Sungai Indus adalah bangsa Dravida. Usaha dilakukan oleh bangsa Aria supaya dengan bangsa Dravida tidak bercampur. Bangsa Dravida disebut oleh Bangsa Aria dengan sebutan anasah dan dasa. Anasah mempunyai arti tidak berhidung (pesek) dan dasa artinya raksasa.

b) Sistem kasta (caturwangsa)

Untuk memelihara kemurnian keturunannya, diadakan sistem pelapisan (kasta) yang bersumber pada ajaran agama. Dijelaskan bahwa akan timbul caturwarna atau caturwangsa dari Purusha (jiwa) yang meninggal. Artinya empat keturunan atau kasta.

Dari kepalanya timbul kasta Brahmana yang umumnya menjadi pendeta. Tangannya timbul kasta Ksatria yang merupakan kaum bangsawan. Badannya timbul kaum Waisya yang merupakan kaum tani atau pedagang. Dan dari kakinya timbul kaum Sudra yang merupakan golongan pekerja kasar.

Caturwangsa tersebut pada hakikatnya maupakan pembagian tugas dan kelas dalam masyarakat yang didasarkan keturunan. Perkawinan antarkasta dilarang.

Terhadap yang melanggar akan dikeluarkan dari kasta (out cast). Dan akan masuk ke dalam golongan kaum Paria seperti bangsa Dravida. Kaum Paria ini kemudian disebut kaum Hariyan dan merupakan mayoritas penduduk India.

2.2 Agama Hindu

a) Kepercayaan

Agama Hindu sebenarnya merupakan sinkretisme (percampuran) antara kepercayaan bangsa Dravida dengan kepercayaan bangsa Aria. Sifatnya politeisme yang artinya percaya banyak dewa. Setiap dewa merupakan lambang kekuatan alam sehingga perlu disembah atau dihormati.

Dewa yang tekenal diantaranya adalah Surya sebagai dewa matahari, Agni sebagai dewa api. Varuna sebagai dewa laut, Prethivi sebagai dewi bumi dan Vayu sebagai dewa angin.

b) Ajaran

Agama Hindu mengajarkan bahwa hidup di dunia ini sengsara (samsara) akibat perbuatan yang kurang baik sebelumnya (karma). Manusia akan dilahirkan kembali ke dunia atau yang sering disebut dengan reinkarnasi.

Sehingga manusia akan dilahirkan kembali dalam kasta yang lebih tinggi di kelahirannya berikutnya jika ia mampu untuk memperbaiki diri. Dan sebaliknya apabila berbuat jahat maka ia akan dilahirkan lagi dalam kasta yang lebih rendah atau menjadi binatang.

Seseorang yang telah sempurna hidupnya dapat mencapai moksha artinya lepas dari samsara. Mereka yang mencapai moksha tidak dilahirkan kembali tetapi tinggal abadi di nirwana yaitu surga.

c) Pencapaian nirvana (surga)

Banyak cara dilakukan oleh umat Hindu untuk mencapai nirwana. Pertama, manusia wajib menjalankan tiga hal yaitu dharma, artha, dan kama. Dharma artinya memenuhi kewajiban sebagai manusia. Artha artinya menjalankan pekerjaan sebagaimana mestinya dan kama artinya tidak berlebihan merasakan kenikmatan duniawi.

Kedua, untuk anggota laki-laki triwangsa yang terdiri atas kaum Brahmana, Ksatria, dan Waisya diwajibkan menjalani empat tingkatan hidup atau Caturasrama.

Pada usia 8-12 tahun wajib mempelajari kitab-kitab suci Veda serta berbakti kepada gurunya berarti ia telah menjalankan hidup sebagai brahmanarin. Setelah selesai, dalam usia dewasa ia meningkat sebagai grhasta yang artinya ia menjadi kepala keluarga.

Ia diwajibkan untuk menikah dan kemudian menjalankan tugasnya sebagai kepala keluarga. Kemudian menjalani hidup sebagai vanaprashta setelah ia tua dan mempunyai anak sebagai penggantinya. Yang artinya menjadi penghuni hutan dan menjalankan tapa (semedi).

Setelah selesai, ia menjalankan hidup sebagai pariwrajaka artinya sebagai orang yang pergi atau hilang. Ia hidup sebagai seorang fakir yang menderita dan hanya makan atas pemberian orang. Penderitaan demikian dimaksudkan sebagai usaha peleburan dosanya agar dapat masuk nirwana.

Ketiga, dilakukan upacara-upacara keagamaan yang pada umumnya berupa upacara korban dan disebut yajna. Upacara yajna ada dua macam yaitu upacara yajna besar dan upacara yajna kecil.

d) Upacara keagamaan

Upacara yajna besar seperti upacara penobatan raja, upacara menghormati buah yang pertama kali dipetik dan upacara menyongsong datangnya suatu musim. Sedangkan upacara yajna kecil diselenggarakan di rumah seperti sembahyang sehari-hari, kelahiran anak dan cukur rambut.

Upacara keagamaan dipimpin oleh kaum Brahmana yang mempunyai bermacam-macam tugas. Ada yang bertugas membaca sajak-sajak, ada yang bertugas membaca doa, dan ada yang bertugas menyanyikan lagu-lagu untuk para dewa.

Alat-alat upacara banyak jenisnya, misalnya genta dan trisula. Sedangkan yang dikorbankan terdiri atas binatang, makanan, minuman, benda atau uang.

Jenazah penganut agama Hindu dibakar (ngaben menurut istilah Bali), dimaksudkan agar jasmani terlepas dari rohani. Sebab perpaduan jasmani dengan rohani melahirkan kehidupan yang menimbulkan samsara.

Sungai Gangga dianggap sebagai sungai keramat. Sehingga banyak jenazah yang dibakar di tepi Sungai Gangga dan abunya dibuang ke dalamnya. Supaya dosa orang yang meninggal tersebut dapat terlebur ke dalam Sungai Gangga.

e) Kitab suci

Kitab suci agama Hindu disebut Veda yang artinya pengetahuan (tentang agama). Ada empat buah kitab Veda, yaitu :

  • Regveda yang berisi ajaran agama Hindu. Regveda merupakan kitab yang tertua dan lahir pada waktu bangsa Aria masih di daerah Punjab.
  • Samaveda berisi nyanyian-nyanyian yang wajib dilagukan waktu diadakan upacara agama. Lahir pada waktu bangsa Aria ada di daerah Gangga Hulu.
  • Yajurveda berisi doa-doa yang dibacakan waktu diadakan upacara agama. Lahirnya pada waktu bangsa Aria menguasai daerah Gangga Tengah.
  • Atharvaveda berisi doa-doa untuk menyembuhkan penyakit, doa-doa untuk memerangi raksasa dan doa-doa untuk mantera. Lahir pada waktu bangsa Aria telah menguasai daerah Gangga Hilir.

Selain kitab Veda, juga dikenal kitab Brahmana dan Upanisad. Kitab Brahmana merupakan taksir kitab Veda. Sedangkan kitab Upanisad berisi ajaran bagaimana menghindarkan diri dari samsara.

f) Kemunduran

Sekitar abad ke-6 SM agama Hindu mengalami kemunduran yang disebabkan karena dua faktor. Pertama, kaum Brahmana yang memonopoli upacara agama bertindak sewenang-wenang.

Seperti memastikan banyaknya korban yang harus diberikan oleh seseorang sehingga menimbulkan beban berat bagi rakyat kecil. Mereka merasa sangat berkuasa atas segala-galanya karena kastanya tertinggi. Hal-hal tersebut menimbulkan rasa anti agama.

Kedua, munculnya golongan Sidharta. Yaitu golongan yang berusaha mencapai hidup abadi yang sejati dengan berusaha mencari jalannya sendiri.

2.3 Agama Budha

Agama Budha diajarkan oleh Sidharta, putra Raja Suddhodana dari kerajaan Kosala. Sidharta berarti orang yang mencapai tujuannya. Ia juga disebut Budha Gautama yang berarti orang yang menerima bodhi. Atau disebut Sakyamuni yang berarti orang bijaksana dari keturunan Sakya.

a) Tempat suci

Ada empat tempat yang dianggap suci oleh umat Budha karena berhubungan dengan kehidupan Sidharta, yaitu :

  1. Taman Lumbini merupakan tempat kelahirannya (563 SM) di Kapilawastu.
  2. Bodh Gaya sebagai tempat Sidharta menerima penerangan agung.
  3. Benares tempat ia pertama kali mengajarkan ajarannya.
  4. Kusinara tempat ia wafat (482 SM).
peradaban tempat suci umat budha
Gambar tempat suci umat Budha

Peristiwa kelahiran, menerima penerangan agung dan kematiannya teriadi pada tanggal yang bersamaan yaitu waktu bulan purnama pada bulan Mei. Ketiga peristiwa tersebut dirayakan oleh umat Budha sebagai Tri Waisak.

Keempat tempat suci diberi tanda oleh Kaisar Ashoka. Bunga seroja sebagai lambang kelahiran Budha, jantera sebagai lambang memulai memberikan ajaran. Pohon bodhi atau pohon pippala sebagai lambang penerangan agung dan Stupa sebagai lambang kematiannya.

b) Ajaran

Ajaran Budha merupakan empat kenyataan dalam hidup. Yaitu bahwa hidup merupakan samsara. Samsara disebabkan oleh nafsu yang menguasai manusia. Dengan menghilangkan nafsu maka dapat menghilangkan samsara.

Dengan menempuh delapan jalan kebenaran dapat menghilangkan nafsu. Yaitu berupa pikiran baik, niat baik, perkataan baik, perhatian baik, tingkah laku baik, makan minum baik, usaha baik dan bersemedi.

Dengan demikian ajaran Budha belum terlalu jauh dengan ajaran Hindu. Namun dengan demikian ajaran Budha memiliki beberapa ajaran baru. Misalnya tidak dibenarkan mengadakan korban dan tidak dibenarkan mengenal tingkatan masyarakat.

Seseorang yang akan masuk agama Budha diwajibkan mengucapkan Tridharma yang berarti tiga kewajiban. Yaitu saya mencari perlindungan pada Budha, saya mencari perlindungan pada Dharma, dan saya mencari perlindungan pada Sanggha.

Budha adalah Sidharta yang telah dianggap sebagai dewa. Sedangkan Dharma adalah kewajiban yang harus ditaati oleh umat Budha, dan Sanggha adalah aturan atau perkumpulan dalam agama Budha. Budha, Dharma, Sanggha merupakan Triratna yang berarti tiga mutiara.

c) Kitab suci

Ajaran agama Budha dibukukan dalam kitab suci yang disebut Tripitaka artinya liga keranjang. Tiga keranjang itu terdiri atas Vinayapitaka yang berisi aturan-aturan hidup. Suttapitaka yang berisi pokok-pokok atau dasar memberi pelajaran, dan Abdidarmapitaka yang berisi falsafah agama.

d) Kemunduran

Agama Budha mengalami perpecahan dikarenakan masing-masing mempunyai pandangan atau aliran sendiri. Banyak aliran dalam agama Budha diantaranya yang terkenal adalah Hinayana dan Mahayana.

Hinayana artinya kendaraan kecil. Aliran ini berpendapat bahwa tiap orang wajib berusaha sendiri mencapai nirwana. Ajarannya lebih mendekati Budha semula. Sedangkan Mahayana artinya kendaraan besar. Aliran ini berpendapat bahwa sebaiknya manusia berusaha bersama atau membantu orang lain dalam mencapai nirwana.

Ajarannya sudah berbeda dengan ajaran Budha semula. Aliran Hinayana memiliki banyak pengikut di Srilanka, Birma dan Muangthai. Sedangkan pengikut aliran Mahayana banyak terdapat di Indonesia, Jepang, Cina dan Tibet.

Agama Budha pernah berpengaruh besar di India. Tetapi sekarang jumlah pengikut agama Budha di India sedikit sekali. Kemunduran itu disebabkan oleh dua faktor.

Pertama, setelah Kaisar Ashoka wafat (232 SM) tidak ada raja yang bersedia melindungi dan mengembangkan agama Budha di India. Kedua, agama Hindu berusaha memperbaiki kelemahan-kelemahannya sehingga pengikutnya bertambah banyak.

3. Peradaban Lembah Sungai Hoang (Hoang Ho)

3.1 Lembah Hoang

Peradaban Sungai Kuning atau Hoang Ho berasal dari daerah Pegunungan Kwen Lun. Dataran rendah Cina terbentuk dari endapan lumpur kuning yang dibawa oleh sungai setelah melalui daerah pegunungan Cina Utara. Dan kemudian bermuara di Laut Kuning.

Di dalam gua-gua Choukoutien ditemukan Sinanthropus Pekinensis yang artinya manusia Cina dari Peking. Merupakan manusia purba yang ditemukan di Lembah Hoang Ho.

Jenis manusia tersebut setingkat dengan yang pernah ditemukan di Indonesia yaitu Pithecanthropus Erectus. Dari alat-alat batu yang ditemukan menunjukkan bahwa manusia purba tersebut masih berkebudayaan batu kuno (paleolitikum).

Pendukung peradaban Hoang Ho diperkirakan berasal dari Asia Tengah seperti halnya bangsa-bangsa lainnya. Ada pula yang mengatakan bahwa mereka adalah campuran dari bermacam-macam bangsa yang menurunkan bangsa Cina sekarang.

Dari zaman batu ditemukan alat-alat seperti pahat, kampak, pemukul, semacam pisau yang berbentuk setengah lingkaran dan ujung panah. Juga ditemukan alat-alat dari tulang seperti jepitan rambut dan jarum. Pada keramik yang ditemukan tampak adanya jiplakan barang tenunan, jadi mereka sudah dapat menenun.

Barang-barang tembikar pada peradaban Zaman Batu Baru diperkirakan berupa cambung pejal berkaki tiga yang disebut ting. Sedangkan cambung yang kakinya berongga disebut li. Zaman Batu hampir bersamaan waktunya dengan Zaman Logam. Diperkirakan kebudayaan tertua Lembah Hoang Ho sekitar tahun 3000 SM.

Selain kebudayaan material tersebut, bangsa Cina juga sudah mengenal kebudayaan spiritual. Mereka memuja dewa-dewa yang dianggap sebagai kekuatan alam. Misalnya dewa Feng-pa sebagai dewa angin, Lei-shih sebagai dewa taufan yang digambarkan berupa naga besar. Dan dewa tertinggi Ho-po yang bertahta di Hoang Ho.

Pada mulanya Ho-po digambarkan sebagai ikan besar, kemudian sebagai dewa yang berbadan manusia dengan mengendarai dua ekor naga besar. Setiap tahun gadis tercantik di negeri itu dipersembahkan kepadanya yaitu diterjunkan ke Sungai Hoang Ho.

3.2 Ajaran Tao

Lao-tze (606-531 SM) memberikah ajaran dalam bukunya Tao-te-ching sehingga ajarannya disebut Taoisme. Dalam garis besar ajarannya dibagi atas tiga hal, yaitu :

a) Kerajaan langit

Di alam atas terdapat kerajaan langit dengan rajanya yang bernama Hoo-tsien yang menguasai langit maupun dunia seisinya. Apa yang terjadi di dunia merupakan wujud kehendaknya. Untuk melaksanakan kehendaknya, ia mengangkat seorang raja sebagai wakilnya di dunia.

b) Kerajaan dunia

Huangti (gelar raja) dan kerajaan dunia menerima perintahnya (Tien-ming) dan memerintah dunia atas nama Hoo-tsien. Karena sifat-sifatnya yang unggul dan memerintah dengan tindakan yang adil (i) dan tepat (li). Maka ia ianggap juga sebagai keturunan dewa.

Negeri Cina merupakan pusat kekuasaan dunia. Hoo-tsien akan memberikan tanda-tanda seperti banjir dan wabah penyakit jika seorang raja kurang baik dalam pemerintahannya. Apabila peringatan itu tidak diindahkan maka Tien-ming yang telah diberikan akan dicabut dan diberikan kepada penggantinya yang baik.

c) Kewajiban manusia

Manusia wajib hormat kepada kekuasaan langit dan kekuasaan raja karena telah diberi kesejahteraan. Manusia wajib juga memberikan kehormatan kepada nenek moyangnya sebab merekalah yang menurunkannya.

Pemujaan terhadap nenek moyang dilakukan oleh anak laki-laki tertua sehingga kedudukannya penting di dalam keluarga. Meniadakan pemujaan pada nenek moyang merupakan suatu dosa.

4. Peradaban Lembah Sungai Mekong

4.1 Lembah Mekong

Peradaban Sungai Mekong atau Kamboja berasal dari daerah pegunungan Kwen Lun di Asia Tengah. Mengalir melalui daerah Cina Selatan, menjadi perbatasan Thailand dengan Indo Cina dan membentuk Tanjung Kamboja yang bentuknya seperti paruh bebek. Tanah pada daerah-daerah seperti Kamboja, Laos dan Vietnam menjadi subur karena dilalui oleh Sungai Mekong.

Manusia kuno juga berasal dari Asia Tengah. Dengan melalui sungai atau lembah mereka menyebar ke daerah pantai. Karena adanya bencana alam atau wabah penyakit yang menyebabkan penyebaran mereka.

Dari fosil tulang-tulang manusia kuno yang ditemukan menjadi bukti bahwa mereka terdiri atas beberapa ras. Seperti Papua Melanesoide, Europaede, Mongolide dan Australoide. Adanya bangsa Melayu berkulit sawo matang karena percampuran mereka.

Daerah Teluk Tongkin di Indo Cina merupakan tanah air mereka yang kedua. Dari Indo Cina mereka menyebar ke Kamboja dan Muangthai. Sebagian besar ke kepulauan yang kemudian menjadi bangsa Austronesia dan sebagian menjadi bangsa Austro Asia.

austro asia dan austronesia
Gambar wilayah Austro-Asia dan Austronesia

4.2 Kebudayaan

Dongson dan Bacson Hoanbinh merupakan dua pusat peradaban di lembah Sungai Mekong. Bacson adalah daerah pegunungan dan Hoanbinh adalah dataran. Keduanya terletak tidak jauh dari Teluk Tongkin.

Peradaban daerah ini pada mulanya adalah mesolitikum dengan alatnya yang baru diasah pada bagian tajamnya saja. Alat yang terkenal adalah kapak Sumatra yang didukung oleh bangsa Papua Melanesoide.

Kemudian dari Teluk Tongkin berkembang kebudayaan neolitikum dengan alat-alatnya berupa kapak persegi dan kapak lonjong. Kapak persegi menyebar melalui Muangthai, Semenanjung Malaya dan ke Indonesia Barat dengan dukungan bangsa Melayu Austronesia.

Dengan dukungan Papua Melanesoide kapak lonjong menyebar melalui Filipina, Taiwan dan ke Indonesia Timur. Penyebaran tersebut berlangsung sekitar 2000 SM.

Dongson merupakan asal kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. Sehingga Kebudayaan Dongson merupakan kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. Pendukungnya adalah bangsa Melayu Baru yang menyebar ke kepulauan sekitar tahun 500 SM.

Kapak corong merupakan jenis alat dari perunggu yang merupakan kapak logam bertangkai. Bejana tempat air, nekara untuk bunyi-bunyian dan sejumlah barang-barang perhiasan.

Selain kebudayaan yang sifatnya material tersebut, juga telah dikenal beberapa macam kebudayaan spiritual diantaranya :

a) Kepandaian bercocok tanam (berladang ataupun bersawah)

Hasilnya berupa padi yang merupakan bahan makanan pokok, palawija merupakan tanaman selingan antara dua musim padi. Dengan hasil seperti kacang, kedelai, jagung dan kapas. Untuk mengerjakan sawah mereka menggunakan kerbau atau sapi sebagai penarik.

b) Kepandaian membuat perahu

Perahu digunakam untuk perpindahan dari daratan Asia ke daerah kepulauan (Austronesia). Salah satu ciri khas perahu buatan bangsa Melayu adalah dipergunakannya cadik (outriggers).

Cadik terbuat dari kayu atau bambu dan merupakan alat yang membuat laju perahu menjadi stabil. Cadik ditempatkan di kiri dan kanan perahu.

c) Pengetahuan perbintangan (astronomi)

Pengetahuan ini diperlukan oleh bangsa Melayu untuk pertanian dan pelayaran. Gugusan bintang Waluku yang berbentuk seperti bajak digunakan sebagai tanda untuk mengetahui datangnya musim bercocok tanam. Sedangkan gugusan bintang Salib Selatan dipergunakan untuk mengetahui arah pelayaran.

d) Kepercayaan

Pemujaan roh nenek moyang (animisme) dan bahwa setiap benda memiliki kekuatan (dinamisme) adalah kepercayaan yang mereka kenal. Dalam praktiknya keduanya merupakan satu kepercayaan sehingga menimbulkan kebudayaan wayang, pemujaan makam dan sebagainya.

5. Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris (Mesopotamia)

5.1 Lembah Eufrat – Tigris

Peradaban Sungai Eufrat dan Tigris berada di negara Irak sekarang. Kedua sungai itu membentuk daerah subur Mesopotamia, yang berarti daerah antara dua aliran sungai. Keduanya bertemu dan bermuara di Teluk Persia.

Suatu Tanah Bulan Sabit yang Subur (The Fertile Crescent) akan terbentuk jika lembah Sungai Yordan dihubungkan dengan Mesopotamia. Sedangkan di luar daerah tersebut merupakan daerah-daerah kurang subur. Dihuni oleh bangsa-bangsa yang hidup dari peternakan (pastoral) dan sifatnya masih mengembara (nomaden).

peradaban Tanah Bulan Sabit yang Subur
Gambar tanah bulan sabit yang subur

Daerah aliran Sungai Eufrat dan Tigris yang subur dikelilingi oleh daerah-daerah tidak subur berupa padang rumput (stepa) dan padang pasir. Karena itu daerah Mesopotamia merupakan daerah yang selalu diperebutkan oleh banyak bangsa. Yang terkenal dalam sejarah Mesopotamia adalah bangsa Sumeria, Babilon I, Asiria, Babilon II dan Persia.

5.2 Sumeria

Ibu kota Ur dan kerajaan di dekat muara Sungai Eufrat didirikan oleh bangsa Sumeria sekitar tahun 3000 SM. Kekuasaan raja-raja Sumeria sangat besar karena merupakan pendeta raja (patesi), artinya seorang raja yang juga menjabat sebagai kepala agama.

a) Kepercayaan

Dewa-dewa yang disembah seperti Anu sebagai dewa langit, Enlil sebagai dewa bumi dan Ea sebagai dewa air. Mereka adalah tiga serangkai dan dewa tertinggi jika bandingkan dengan Trimurti di India.

Di samping itu juga disembah Sin sebagai dewa bulan, Samas sebagai dewa matahari. Istar sebagai dewa perang dan dewa asmara, Tammuz sebagai dewa tumbuh-tumbuhan. Dewa yang sangat ditakuti adalah dewa Ereskigal, seorang dewa perempuan sebagai dewi maut dan bertahta di negeri hilang.

b) Peradaban

Bangsa Sumeria telah mengenal huruf yang disebut huruf paku. Huruf-huruf itu bentuknya seperti paku, setiap huruf merupakan satu suara dan berjumlah kurang lebih 350 buah.

tulisan paku bangsa Sumeria
Gambar tulisan paku bangsa Sumeria

Huruf-huruf tersebut ditulis dengan alat berbentuk seperti paku, dituliskan pada tanah liat yang masih lunak. Kemudian tanah liat tersebut dibakar sehingga tahan lama (bandingkan dengan terra cotta di Lembah Indus).

Pengetahuan bangsa Sumeria telah maju. Mereka sudah dapat menghitung lamanya satu tahun berdasarkan peredaran bulan, yaitu 354 hari (tahun Komariah). Serta tahun yang didasarkan perhitungan peredaran matahari berjumlah 360 hari (tahun Samsiah).

Penggunaan hitungan berdasarkan pada sistem perenampuluhan. Seperti satu jam sama dengan 60 menit, satu menit sama dengan 60 detik, dan sebuah lingkaran dibagi atas 360 derajat.

Karena terletak di wilayah yang telah ramai hubungan dagangnya, yaitu antara Lembah Sungai Indus dengan Laut Tengah. Sehingga menjadikan kedudukan Sumeria strategis untuk perdagangan.

Karena itu di daerah Sumeria ditemukan barang-barang yang dihasilkan oleh daerah Indus. Dan sebaliknya barang-barang Mesopotamia juga ditemukan di daerah Indus.

c) Kemunduran

Kira-kira tahun 2000 SM bangsa Akkadia yang belum tinggi peradabannya menyerbu negeri Sumeria yang sudah tinggi peradabannya. Bangsa Akkadia yang dipimpin oleh Raja Sargon menyebut dirinya sebagai raja Sumeria dan Akkadia.

Mereka mengambil peradaban bangsa Sumeria seperti tulisan, agama dan pengetahuan. Dengan demikian walaupun bangsa Sumeria terdesak tetapi peradabannya diteruskan oleh bangsa Akkadia.

Bangsa Sumeria pernah berhasil kembali merebut kekuasaan, tetapi tidak bertahan lama. Rajanya yang terakhir adalah Ibbi-Sin.

5.3 Babilon I

Kerajaan Babilon I terletak di tepi Sungai Eufrat dengan ibu kotanya Babilonia. Berdiri sekitar tahun 2000 SM dan kemudian berhasil menguasai lembah Mesopotamia yang subur dan daerah-daerah sekitarnya.

Rajanya yang terkenal karena pembuatan undang-undang untuk pertama kalinya adalah Hammurabi (1750 SM). Undang-undang tersebut dipahatkan pada batu sehingga dapat diketahui walaupun kerajaannya sangat tua.

Hukum sipil dalam undang-undang tersebut antara lain mengatur soal hak milik, perkawinan dan utang piutang. Sedangkan hukum pidananya bersifat pembalasan dan pelanggar hukum akan memperoleh hukuman seimbang.

Misalnya apabila seorang mematahkan tangan orang lain maka sebagai hukuman tangannya juga dipatahkan. Orang yang membunuh orang lain maka akan dibunuh juga. Dari tulisan pada tanah liat yang dibakar dapat diketahui adanya semacam perjanjian dalam perdagangan.

Dewa tertinggi yang dipuja adalah dewa Marduk. Ia digambarkan sedang memberikan undang-undangnya kepada Hammurabi, sedangkan undang-undangnya dipahatkan di bawah gambar tersebut.

peradaban Hammurabi sedang menerima undang-undang dari dewa Marduk
Gambar Hammurabi sedang menerima undang-undang dari dewa Marduk

Dewa Marduk mendapat kadudukannya setelah berhasil mendesak Enlil (dewa bumi). Ia pun berhasil menyelamatkan dunia yang baru diciptakan dari gangguan dewa Tiamat yang menguasai air. Marduk merupakan dewa penyelamat seperti halnya dewa Wisnu pada bangsa India yang menyelamatkan dunia dari kehancuran.

Sekitar tahun 1900 SM kerajaan Babilon I dikalahkan oleh bangsa Hethit (Haiti). Bangsa yang masih bersifat nomaden dan hidup dari perampokan atau peperangan.

5.4 Asiria

Kerajaan Asiria terletak di tepi Sungai Tigris dengan ibu kotanya Niniveh. Pada mulanya bangsa Asiria bertempat di daerah hulu Sungai Eufrat dan Tigris. Mereka hidup dari peternakan dan peperangan.

Setelah dapat mengalahkan bangsa Hethit yang berkuasa di Babilon dan bangsa Sumeria Akkadia di daerah Ur. Bangsa Asiria mendirikan kerajaannya di tepi Sungai Tigris.

Kerajaan Asiria adalah kerajaan militer. Tentaranya terdiri atas orang-orang yang sebelumnya hidup di daerah padang rumput sebagai penggembala. Dengan mempergunakan kereta perang bangsa ini dapat bergerak cepat dalam usahanya menaklukkan daerah lain.

Bangsa Asiria sering memperlakukan daerah yang telah direbut secara kejam. Misalnya tawanan-tawanan dipenggal kepalanya, daerahnya dirusak dan harta bendanya dirampas.

a) Perluasan wilayah

Setelah Lembah Sungai Eufrat dan Tigris dikuasai, perhatian selanjutnya ditujukan ke daerah Pantai Laut Tengah yang ramai perdagangannya. Daerah-daerah Pantai Laut Tengah adalah daerah Siria yang dihuni oleh bangsa Aoria. Daerah Palestina yang ditempati oleh bangsa Israel dan daerah Libanon yang ditempati oleh bangsa Funesia.

Bangsa-bangsa tersebut pada mulanya dapat menangkis serangan bangsa Asiria. Tetapi di bawah Raja Tiglath Pilesser III bangsa Asiria dapat merebut ibu kota Damaskus dari kerajaan Siria (732 SM). Kemudian mengalahkan bangsa Israel dari negeri Samaria.

Bangsa Israel banyak dibawa ke Asiria untuk dijadikan budak. Di bawah Raja Esarhaddan (671 SM) bangsa Asiria berhasil menguasai Mesir. Banyak harta dari negeri itu diangkut ke Asiria untuk memperindah kota Niniveh. Raja Assurbanibal menikmati kejayaan Asiria.

Kota Niniveh merupakan pusat peradaban bangsa Asiria. Kota itu dibangun dengan bangunan-bangunan dari batu yang dihiasi dengan gambar-gambar indah seperti kereta perang dan orang berburu. Sebuah perpustakaan besar menghimpun buku sebanyak dua ribu buah berupa tanah liat yang ditulisi dengan huruf paku.

b) Kemunduran

Kekejaman bangsa Asiria membuat bangsa lain dendam. Bangsa-bangsa di sekitar Asiria berpadu menghimpun satu kekuatan untuk menghadapi bangsa Asiria. Mereka terdiri atas bangsa Media dan bangsa Persia yang termasuk bangsa Indo Jerman.

Mereka bergabung dengan bangsa Khaldea yang termasuk bangsa Semit. Dengan kekuatan yang terpadu mereka berhasil mengalahkan bangsa Asiria yang militan pada tahun 612 SM. Seluruh bangsa Asiria mereka bunuh agar kekejamannya tidak terulang.

5.5 Babilon II

Kerajaan Babilon II berpusat di Babilonia, sama dengan ibu kota kerajaan Babilon I. Pendiri kerajaan Babilon II adalah bangsa Khaldea bernama Nabopalasar yang mencapai puncaknya di bawah Nebukadnezar.

Nebukadnezar terkenal dalam kitab Perjanjian Lama. Karena dialah yang merampok kota Jerusalem, membakar kemah Raja Sulaeman dan menjarah seluruh tanah Judea. Bangsa Israel diangkut ke negerinya dan dalam sejarah dikenal sebagai masa Pembuangan Babilon (586-550 SM).

Kota Babilonia merupakan kota yang indah. Bagian kota satu dengan yang lain dipisahkan oleh Sungai Eufrat. Untuk kelancaran lalu lintas antara dua kota itu dibangun jembatan.

Pada masa itu dibuatlah taman-taman di atas bukit. Sehingga dari jauh taman itu tampak seolah-olah bergantung yang dikenal sebagai taman gantung. Selain itu didirikan pula sebuah menara yaitu Menara Babilon. Menara itu berfungsi untuk keindahan kota dan sebagai mercusuar bagi pedagang-pedagang kalifah yang menuju Babilonia.

taman gantung dan menara Babilon
Gambar lukisan taman gantung dan menara Babilon

Pengetahuan yang maju saat itu adalah ilmu falak (astronomi). Bangsa Khaldea telah mengenal bintang-bintang yang diberi nama dewa. Bangsa Romawi yang kemudian mengambil pengetahuan tersebut mengubah nama-nama bintang itu dengan nama dewanya.

Sehingga sekarang kita kenal nama-nama bintang seperti Mars, Venus dan Saturnus. Khatulistiwa yang mengelilingi bumi dibagi menjadi 360 derajat.

Kerajaan Babilon II berakhir tahun 530 M karena dikalahkan oleh bangsa Media dan Persia. Waktu itu kerajaan Babilon diperintah oleh raja Berlsarussur (Belsazzar dalam kitab Perjanjian Lama).

5.6 Persia

Kerajaan Persia terletak di sebelah timur Sungai Tigris di wilayah Iran sekarang. Bersama bangsa Media yang juga keturunan Indo Jerman, Persia mengalahkan bekas sekutunya yaitu bangsa Khaldea yang berkuasa di Babilonia.

Tetapi kemudian bangsa Persia mengalahkan bangsa Media. Maka berdirilah kerajaan Persia dengan ibu kotanya Persepolis di bawah kekuasaan Cyrus (550 SM).

Selain sebagai pendiri kerajaan, Cyrus dikenal dalam kitab Perjanjian Lama. Sebagai pembebas bangsa Israel yang mengalami Pembuangan Babilon oleh raja Nebukadnezar.

a) Perluasan wilayah

Ekspansi dilakukan sampai daerah perbatasan India. Kemudian putranya yang bernama Cambyses berhasil merebut negeri Mesir dan menyerbu daerah Abbesynia. Raja terbesar Persia adalah Darius Agung (521-485 SM). Ia memperluas wilayahnya ke barat sehingga menimbulkan peperangan melawan bangsa Yunani.

Untuk mengawasi wilayahnya dibangun jalan raya yang menghubungkan Persepolis dengan daerah-daerah. Sebagai contoh adalah jalan yang menghubungkan Persepolis dengan Sardes di pantai Laut Tengah.

Di tempat-tempat tertentu dibangun pos agar kereta-kereta pos dapat menukar kuda-kudanya dan beristirahat. Cara tersebut ditiru oleh Daendels di Indonesia.

b) Pemerintahan

Pemerintahan diatur dengan membagi wilayah kerajaan yang luas atas dua puluh ksatrapi. Dimana masing-masing ksatrapi dikepalai oleh seorang wali negara yang disebut ksatrap.

Pemerintahan bersifat desentralisasi dan diatur dengan adat lama sehingga tidak menimbulkan kegoncangan. Beberapa ksatrapi diperintah oleh seorang panglima militer. Sehingga kemungkinan suatu ksatrapi berontak dapat diperkecil.

c) Kepercayaan

Kepercayaan bangsa Persia pada mulanya berdasarkan kitab suci yang disebut Awesta yang berarti pengetahuan. Menurut kepercayaan tersebut dewa tertinggi adalah Ahura Mazda sebagai dewa langit. Dalam melaksanakan tugasnya Ahura Mazda dibantu oleh sejumlah dewa lain yang memiliki sifat-sifat baik.

Di samping itu dikenal juga adanya Dewa Angro Manyu sebagai dewa kejahatan. Pengikut Ahura Mazda bila mati akan masuk surga sedangkan pengikut Angro Manyu masuk neraka. Pada hari kiamat Ahura Mazda akan membinasakan Angro Manyu.

Pada hari kiamat Ahufa Mazda melimpahkan logam cair pada para pendosa besar supaya binasa. Sedangkan yang dosanya sedikit dapat menyeberangi logam cair untuk masuk surga. Agama itu kemudian disempurnakan oleh seorang nabi bernama Zarathustra dan disebut agama Persia.

Menurut kepercayaan mereka, api (atar) dan tanah dianggap suci. Sehingga jenazah tidak boleh dibakar dan ditanam. Jenazah hanya diletakkan di rumah mati (dacha) untuk dimakan burung elang sampai habis.

d) Kemunduran

Kerajaan Persia dikalahkan oleh Iskandar Agung dari Macedonia (Eropa), sekitar tahun 330 SM dan dijadikan pusat pemerintahannya yang baru. Daerah kekuasaan Iskandar Agung mencakup Eropa, Afrika dan Asia.

6. Peradaban Lembah Sungai Yordan

6.1 Lembah Yordan

Sungai Yordan bermata air di Danau Tiberias, setelah melalui Lembah El Ghor akhirnya bermuara ke Laut Mati. Daerah itu sekarang masuk wilayah negara Yordania. Di sebelah baratnya di seberang pegunungan Yudea terdapat daerah pantai subur bernama Kanaan yang sekarang masuk
wilayah Israel.

Kedua bagian tersebut merupakan bagian barat dari Tanah Bulan Sabit yang makmur. Daerah Yordan terutama di sebelah barat Sungai Yordan itulah yang sekarang menjadi daerah sengketa. Antara bangsa Israel dengan bangsa Arab Palestina.

Di sebelah utara daerah Kanaan di tepi Pantai Laut Tengah terdapat juga daerah subur. Serta ditempati oleh bangsa Phunesia yang terkenal sebagai bangsa pelaut. Daerah itu sekarang masuk wilayah Libanon dengan pelabuhannya Sydon dan Tyrus.

Bangsa Phunesia menguasai perdagangan di Laut Tengah dengan koloninya di Karthago (Tunesia). Mereka berlayar sampai Spanyol dan melalui Selat Gibraltar sampai Inggris.

Di daerah Kanaan berdiam bangsa Israel yang berasal dari Sumeria. Sekitar tahun 1700 SM di bawah pimpinan Ibrahim pindah ke daerah subur di Kanaan. Bangsa Israel kemudian meninggalkan Kanaan pergi ke Mesir yang subur.

Karena penindasan Firaun Ramses II, bangsa Israel kembali ke Kanaan di bawah pimpinan Musa sekitar tahun 1330 SM. Kemudian mereka menduduki Kanaan.

Pada permulaan abad Masehi, bangsa Israel diusir dari negerinya oleh bangsa Romawi dan kemudian mengembara ke seluruh dunia. Daerah Kanaan yang subur ditempati oleh bangsa Arab Palestina.

Dalam abad ke-20 bangsa Israel kembali lagi ke negerinya karena penindasan yang dialami di negara-negara lain. Dengan demikian bangsa Israel mempunyai pola datang dan pergi di daerah Kanaan.

6.2 Israel

Keuntungan Israel akibat penindasan Firaun adalah bahwa mereka bersatu sebagai satu bangsa di bawah pimpinan Musa. Dari daerah Gosen mereka menyeberangi Laut Merah menuju Bukit Sinai. Di Bukit Sinai Musa memperoleh Sepuluh Perintah Allah (Dekalog).

Tetapi Musa meninggal sebelum ia dapat membawa bangsanya masuk daerah Kanaan sebagai daerah yang dijanjikan Allah. Ia digantikan oleh Josua yang berhasil merebut Kanaan sebagai negeri yang penuh susu dan madu. Di Kanaan pula bangsa Israel bercampur dengan penduduk asli.

a) Pemerintahan

Di bawah pimpinan Raja Daud, bangsa Israel berhasil mengamankan negerinya dari gangguan keamanan. Seperti dari bangsa Philistin yang berasal dari pulau Kreta. Dalam Kitab Perjanjian Lama hal itu diceritakan berupa perjuangan Daud melawan seorang setinggi pohon yang bernama Goliath.

Daud juga seorang penyair dan karyanya disebut mazmur, yang berarti nyanyian pujian. Puncak kejayaan kerajaan Israel tercapai dalam masa pemerintahan Raja Sulaiman (975-935 SM). Demi kemakmuran bangsanya, Raja Sulaiman mengadakan hubungan dagang dengan bangsa Phunesia dan Mesir.

Banyak keuntungan yang diperoleh bangsa Israel sebagai pedagang perantara. Demi keamanan negerinya ia pun menjalankan politik perkawinan dengan negara-negara tetangganya. Ia pun dikenal sebagai raja yang adil dan bijaksana dalam pemerintahan.

Untuk membangun negaranya ia mengadakan pajak perdagangan antar propinsi maupun negara. Dengan pendapatan yang besar itu dibangun istana dan Bait Allah (Rumah Allah) di kota Jeruzalem.

peradaban bait allah
Gambar lukisan Bait Allah di Jeruzalem
b) Perpecahan

Setelah Raja Sulaiman wafat kerajaan pecah menjadi dua. Sepuluh suku Israel tidak mau mengakui Rahabeam putra Sulaiman sebagai pengganti raja. Mereka mendirikan negara Samaria di bagian utara dengan ibu kota Sichem dan Jerobeam sebagai rajanya.

Sedangkan dua suku lainnya yang mengakui Rahabeam mendirikan negara Yudea di selatan dengan Jeruzalem sebagai ibu kotanya. Tahun 722 SM kerajaan Samaria ditaklukkan oleh Asiria, sedangkan Yudea direbut oleh Babilon II tahun 586 SM.

c) Kepercayaan

Dalam perjalanan dari Mesir kembali ke Kanaan Musa memperoleh Sepuluh Perintah Allah sebagai firman Tuhan di Bukit Sinai. Tuhan disebutnya Yahwe. Dengan demikian bangsa Israel merupakan bangsa yang telah menganut monoteisme artinya paham yang mengakui Tuhan Yang Esa.

Musa dianggap sebagai nabinya sedangkan ajarannya dimuat dalam kitab suci yang disebut Thora atau Thorat yang berarti Kitab Hukum. Pada hari Sabbath kitab suci itu dibaca di sinagoga yaitu tempat kebaktian bangsa Israel. Kitab Thora asli disimpan dalam peti Ark yang dilindungi oleh dua orang malaikat.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk menanamkan kepercayaan ke dalam lingkungan bangsa yang semula politeistis dengan suatu kepercayaan yang sifatnya monoteistis. Karena itu Yahwe berulang kali mengirimkan nabi demi tegaknya kepercayaan kepada Tuhan Yang Esa.

Misalnya Nabi Elia selalu mengingatkan bangsanya agar tetap menyembah Tuhan Yang Esa. Serta meninggalkan pemujaan kepada dewa-dewa yang mereka wujudkan berupa patung. Nabi Amos mengajarkan sifat maha adil dari Tuhan dan mengingatkan agar orang-orang kaya memikirkan nasib orang miskin.

Karena ajarannya tidak dihiraukan, Nabi Amos (750 SM) meramalkan akan kehancuran bangsa Samaria. Yang kemudian terbukti waktu negeri itu ditaklukkan oleh Asiria tahun 722 SM. Nabi Jesaya (700 SM) kembali meyakinkan bangsanya agar tetap menyembah kepada Yahwe dan bahwa Yahwe adalah Tuhan seluruh penduduk dunia.

Karena ajarannya kurang dihiraukan juga, ia meramalkan akan kehancuran kerajaan Yudea yang terbukti dari serbuan kerajaan Babilon tahun 586 SM. Jesaya juga meramalkan akan datangnya seorang messias yang meneruskan tegaknya kepercayaan kepada Tuhan Yang Esa dan menciptakan kedamaian di bumi.

Menurut orang Nasrani, Messias itu adalah Nabi Isa. Tetapi bangsa Israel tidak mengakuinya. Jeruzalem merupakan kota suci bagi bangsa Yahudi, karena di situ didirikan Bait Allah tempat menyimpan Tabur Perjanjian (Sepuluh Perintah Allah).

7. Peradaban Lembah Sungai Nil

7.1 Lembah Nil

Sungai Nil bemata air di danau Albert di wilayah Uganda. Di wilayah Uganda Sungai Nil disebut Nil Putih dan mendapat tambahan air dari anak sungai di negara tersebut. Di wilayah Mesir Sungai Nil menjadi pemisah daerah padang pasir.

Padang Pasir Libia di sebelah barat dan Padang Pasir Nubia di sebelah timur. Karena banyaknya lumpur yang dibawa Sungai Nil, lembahnya menjadi sangat subur. Sehingga sejarawan bangsa Yunani bernama Herodotus menyebut Mesir sebagai daerah hadiah sungai Nil.

a) Kebudayaan

Zaman Paleolitikum yang diperkirakan tahun 30000 SM telah menghasilkan kapak genggam yang buatannya masih kasar. Sedangkan dari Zaman Mesolitikum telah ditemukan kapak bertangkai yang sudah halus buatannya.

Dalam Zaman Neolitikum juga berkembang kebudayaan Megalitikum berupa makam-makam yang terbuat dari batu besar. Bentuk makam itu kemudian berkembang menjadi bentuk piramid.

Selanjutnya berkembang Zaman Tembaga yang dapat diketahui dari penemuan alat-alat dari tembaga seperti yang ditemukan di daerah Sinai. Tembaga diperoleh dari pulau Cyprus. Nama Cyprus berasal dari kata cuprum yang berarti tembaga.

Peradaban spritual yang telah ada berupa pemakaman mayat dengan cara mendudukkan mayat dalam kubur. Cara demikian juga dikenal di Indonesia pada zaman purba maupun zaman sekarang di wilayah Irian Jaya.

Mereka menyembah binatang (totemisme) yang dianggap sebagai pelindungnya. Binatang-binatang tersebut dianggap sebagai dewa yang digambarkan dalam bentuk manusia berkepala binatang seperti kepala burung dan kepala serigala.

Dari gambar-gambar itu kemudian lahir tulisan yang disebut hyeroglyph. Mereka juga telah mengenal tahun yang lamanya 365 hari berdasarkan tampaknya bintang Sotis di cakrawala tepat pada saat matahari terbit.

hyeroglyph
Gambar tulisan hyeroglyph
b) Pemerintahan

Karena hidup matinya penduduk di Lembah Sungai Nil bergantung pada Sungai Nil maka masalah air merupakan sumber kekuasaan. Tukang pembagi air memiliki kedudukan yang menentukan dalam kehidupan masyarakat dan kemudian mereka menjadi raja kecil yang berkuasa.

Kerajaan-kerajaan kecil demikian disebut nomen. Seorang raja kecil dari suatu nomen dapat mempersatukan beberapa nomen. Sehingga terciptalah kerajaan yang lebih besar yaitu di daerah Sungai Nil Hulu (Mesir Selatan) dan Sungai Nil Hilir (Mesir Utara). Akhirnya timbul raja besar yang bergelar Firaun (Pharao) yang berhasil menyatukan Mesir sebagai satu kerajaan besar.

Sejarah peradaban Kerajaan Mesir Kuno dimulai sekitar tahun 3500 SM. Pada umumnya dibedakan atas tiga periode. Yaitu zaman peradaban Kerajaan Mesir Tertua, zaman peradaban Kerajaan Mesir Pertengahan. Dan zaman peradaban Kerajaan Mesir Baru.

7.2 Peradaban Mesir Tertua (3400-2160 SM)

Raja Menes adalah pemimpin wangsa Mesir tertua yang berhasil mempersatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Sehingga ia disebut Nesut biti dan digambarkan sebagai raja yang memakai mahkota kembar. Pusat kedudukannya di Thinis.

Raja lainnya adalah Chufu atau Cheobs, Chefren dan Menkaure. Pada masa pemerintahan mereka, kebudayaan Mesir sudah tinggi tingkatnya.

a) Peradaban

Bangsa Mesir berpendapat bahwa selama jasmani orang yang mati tetap utuh maka mereka hidup terus. Sehingga mereka berusaha melakukan pengawetan terhadap mayat agar tahan lama dengan cara dibalsem, yang disebut dengan mumi.

Setelah dibalsem dengan ramuan, mayat dibalut dengan kain tipis dan kuat. Kemudian dimasukkan ke dalam peti beserta barang-barang yang diperlukan waktu ia hidup. Peti itu berlapis-lapis.

Mumi dimakamkan di mastaba yang merupakan makam berundak-undak dari batu. Karena adanya usaha pencurian mumi. Sehingga orang membuat makam yang lebih kuat dengan jalan memberikan batu pada undak-undak dan kemudian diberi lapisan.

Sehingga terciptalah makam yang disebut piramid. Di antara piramid yang terkenal adalah piramid Cheops dan piramid Chefren. Di depannya terdapat patung yang disebut shpinx yaitu patung berkepala manusia dan berbadan singa.

Patung tersebut merupakan lambang kekuasaan raja. Raja harus bijaksana dengan pikiran manusia, tetapi kuat seperti singa.

Sphinx dan Piramid di Mesir
Gambar Sphinx dan Piramid di Mesir
b) Kepercayaan

Rakyat Mesir percaya akan banyak dewa (politeisme) seperti Osiris sebagai dewa tertinggi. Isis (permasuri Osiris) sebagai penguasa pertanian. Seth sebagai penguasa dunia gelap dan bersifat jahat. Re atau Ra sebagai dewa matahari.

Anubis yang digambarkan berkepala anjing sebagai dewa kematian. Dewa Re atau Ra dipuja di rumah atau bangunan yang bentuknya seperti menhir, bangunan itu disebut obelisk.

Gambar Obelisk di tiang Kuil Luxor
c) Tulisan

Tulisan Mesir disebut hyeroglyph yang pada mulanya berupa tanda-tanda gambar kemudian diwujudkan berupa tanda suara tetap. Kemudian berkembang menjadi tulisan hieratik yang dipergunakan oleh kaum pendeta. Tetapi rakyat menggunakan huruf demotik.

Tulisan Mesir tersebut diungkapkan oleh sarjana Perancis bernama Champollion yang berhasil membaca tulisan Batu Rosetta (1822). Batu Rosetta ditemukan tahun 1799, pada waktu tentara Napoleon menyerang Mesir dalam peperangan melawan Inggris dan bertujuan merebut India.

batu Rosetta
Gambar batu Rosetta
d) Kemunduran

Kerajaan Mesir mengalami kemunduran setelah raja Pepi II wafat. Kemunduran itu disebabkan oleh dua faktor, yaitu terpecah belahnya kerajaan dan perebutan kekuasaan para bangsawan.

Keadaan demikian mengundang musuh dari luar yang selalu menunggu kelemahan Mesir yang makmur. Waktu itu pusat pemerintahan Mesir berkedudukan di Memphis.

7.3 Peradaban Mesir Pertengahan (2160-1788 SM)

Seorang raja dari Thebe bernama Sesotris III berhasil mempersatukan Mesir kembali (1880 SM) kemudian meluaskan daerahnya sampai Palestina dan Sudan. Pertanian dan perdagangan maju kembali.

Makam raja-raja tidak lagi berupa piramid karena dianggap tidak aman. Raja-raja dimakamkan di gua karang seperti yang terdapat di Beni Hassan, sehingga kemungkinan pencurian mayat sangat kecil.

makam Beni Hassan
Gambar makam raja-raja di Beni Hassan

Di bawah raja Menembet III (1800 SM) daerah rawa di Delta Nil dikeringkan untuk dijadikan pertanian. Di daerah itu juga dibangun danau sebagai hiburan demi kesejahteraan.

Kerajaan Mesir pertengahan mengalami keruntuhan akibat serangan Hyksos yang masih rendah peradabannya dan gemar berperang. Bangsa ini berhasil menduduki daerah delta timur Nil dan mendirikan pusat kedudukan bernama Awaris.

Dari daerah tersebut bangsa Hyksos dapat menguasai Mesir dan Palestina. Mereka telah mempergunakan kereta perang yang ditarik kuda, sehingga gerakan militernya cepat.

Sebagian peradaban Mesir kemudian ditiru oleh bangsa yang belum tinggi peradabannya ini. Sedangkan bangsa Mesir meniru kepandaian berperang bangsa Hyksos seperti pemakaian kuda dan kereta perang, serta pemakaian baju besi (zirah).

7.4 Peradaban Mesir Baru (1500-1100 SM)

Dengan kepandaian yang diperoleh dari bangsa Hyksos, raja Thebe bernama Ahmosis I berhasil mengusir bangsa Hyksos dari Mesir. Serta di bawah Thutmosis I bangsa Mesir berhasil menguasai daerah Palestina, Siria, sampai Mesopotamia yang subur.

Ibu kota Thebe yang pernah dirusak oleh bangsa Hyksos dibangun kembali. Dewa Amon disamakan dengan dewa Re. Sehingga dikenal adanya dwimurti yang disebut Amon Re.

a) Pemerintahan

Di bawah Raja Thutmosis III (1500-1447 SM) dibangun rumah pendewaan Amon Re di kota Karnak dan Luxor. Antara Sungai Nil dengan Karnak dibangun dua deretan sphinx sebagai hiasan dan pengawalan.

Raja ini memerintah bersama saudaranya yang bernama Hatseput yang juga dijadikan permaisurinya. Hal ini dimaksudkan agar darah mereka sebagai raja jangan tercampur dengan darah orang biasa.

Di bawah Thutmosis III wilayah Mesir luas sekali. Palestina, Siria, Mesopotamia, Cyprus dan Sudan (Nubia) merupakan daerah-daerah jajahan Mesir pada puncak kejayaannya.

Raja Amenhotep IV memindahkan ibu kota kerajaannya ke Amarna. Timbul kepercayaan baru yang sifatnya sudah monoteistis. Dewa Anton merupakan dewa baru yang sifatnya universal, berbeda dengan dewa Amon Re yang hanya disembah oleh bangsa Mesir. Dewa Anton yang digambarkan berupa bulatan matahari dan disembah oleh bangsa lain.

Raja Amenhotep IV kemudian mengubah namanya menjadi Ekhnaton dan menyatakan bahwa ia adalah manusia biasa bukan dewa. Tata cara keagamaan yang selama ini merupakan monopoli dan melambangkan kekuasaan kaum padri dihapuskan. Sehingga mendapat tantangan dari para padri yang ingin mempertahankan kedudukan Amon Re di Thebe.

Setelah Ekhnaton wafat dan digantikan oleh Tutankhaten (1350 SM). Raja yang tidak begitu kuat ini terpaksa tunduk kepada kekuasaan kaum padri. Mesir mulai mundur dan nama Tutakhanton diubahnya menjadi Tutankhamun. Mumi raja ini ditemukan pada abad ke-20 dan merupakan mumi yang lengkap sekali, sehingga sejarah Mesir makin jelas.

b) Kemunduran

Kerajaan Mesir Baru terpecah setelah wafatnya Tutankhamun dan perebutan kekuasaan pun terjadi. Diantaranya yang berhasil menjadi raja terkenal adalah Raja Ramses II (1275-1220 SM).

Ia mendirikan bangunan besar yang diberi nama Ramsseum dan makamnya terletak di Abu Simbel. Nama raja ini terkenal dalam Kitab Perjanjian Lama karena penindasannya terhadap bangsa Israel.

Setelah itu Mesir menjadi daerah rebutan bangsa-bangsa dari luar yang secara bergantian berkuasa di Mesir. Seperti Libia, Abessinia, Asiria dan Persia.

Kerajaan Mesir menjadi terkenal dalam Sejarah saat Mesir diperintah oleh wangsa Ptolomeus (332-30 SM). Dengan ratunya bernama Cleopatra (66-30 SM) yang terkenal cantik.