Renaisans dan Humanisme Sejarah Filsafat di Dunia

  • 12 min read
  • Apr 26, 2020
Renaisans dan Humanisme

1. Pengertian Renaisans dan Humanisme

1.1 Renaisans

Kata renaisans (renaissance) berasal dari bahasa Latin renascari, artinya lahir kembali. Lahir kembali berarti kelahiran kembali dengan bentuk-bentuk hidup dan alam pikiran baru. Mirip dengan kehidupan Zaman Yunani dan Romawi Kuno (Zaman Klasik). Kehidupan Zaman Yunani dan Romawi Kuno cenderung bersifat duniawi dan manusiawi.

Sedangkan dalam Abad Pertengahan (sesudah kedua zaman tersebut) cenderung bersifat surgawi dan teokrasi. Misalnya pada Zaman Yunani dan Romawi Kuno orang menyenangi karya sastra Illias dan Odyses. Yang menggambarkan peperangan dan petualangan dunia. Senang pada patung-patung manusia baik pria maupun wanita.

Sedangkan pada Abad Pertengahan waktu peranan gereja masih sangat kuat. Manusia lebih diarahkan pada ajaran agama, menyenangi gambar para nabi, santo atau santa (orang suci).

1.2 Humanisme

Kata humanisme (humanism) berasal dari bahasa Latin humanus berarti manusiawi atau insani, atau dari kata humaniora. Berarti pengetahuan dalam bidang kehidupan rohani yang merupakan pengetahuan tentang manusia. Termasuk pengetahuan humaniora, misalnya filsafat, sosiologi, psikologi dan pendidikan moral.

Dalam humanisme pengetahuan dititikberatkan pada soal manusianya, dalam agama diutamakan pada soal ketuhanan. Secara umum humanisme merupakan paham yang mementingkan individualisme dengan anggapan bahwa kemanusiaan merupakan cita-cita yang tertinggi.

Dalam sejarah, perjuangan manusia untuk memperoleh kedudukan yang layak. Dikenal antara lain dengan diakuinya Universal Declaration of Human Rights oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tanggal 10 Desember 1948.

Renaisans dan humanisme menjadikan Zaman Yunani dan Romawi Kuno sebagai objeknya sehingga antara keduanya mempunyai kaitan yang erat. Dan humanisme lahir kembali pada masa perkembangan renaisans. Karena itu kedua aliran tersebut sulit dipisahkan satu dari yang lain.

1.3 Sebab-Sebab Lahir

Lahirnya renaisans dan humanisme bukan karena peristiwa runtuhnya kota Constantinopel ke tangan bangsa Turki (1453). Namun demikian kelahiran renaisans merupakan proses sejarah yang dipengaruhi oleh banyak faktor.

Faktor-faktor itu diantaranya peranan gereja Katolik pada Abad Pertengahan, keinginan manusia akan kebebasan dan perkembangan ekonomi masyarakat.

a) Peranan gereja Katolik terhadap kehidupan masyarakat terlalu besar

Pada Abad Pertengahan cara menyampaikan ajaran agama lebih cenderung bersifat paksaan dan ancaman daripada kesadaran. Misalnya manusia terlalu ditakut-takuti akan dosa yang nantinya akan dimasukkan dalam neraka. Daripada menyadarkan manusia untuk berbuat baik sehingga masuk surga.

Manusia menerima ajaran agama terutama karena takut dan bukan karena kesadaran. Mereka yang berani menyanggah ajaran kaum rohaniwan akan dikenakan hukuman ban. Yaitu hukuman mengenakan ban di lengan sebagai tanda yang bersangkutan menjalani suatu hukuman dari gereja dan sifatnya rohani.

Keadaan demikian menimbulkan kebekuan jiwa dan pada saatnya akan meledak menjadi sikap negatif terhadap agama.

b) Jiwa bebas manusia tidak dapat terus ditekan

Jiwa manusia untuk sementara ditekan oleh kaum penguasa tetapi tidak mungkin selamanya. Manusia ingin memperoleh kebebasan demi kebahagiaan hidupnya sehingga banyak paham baru muncul dan mendesak paham lama.

Misalnya rasionalisme yang mengutamakan kebenaran pikiran mendesak dogmatisme agama. Sekularisme atau pengutamaan duniawi dalam pemerintahan negara mendesak scholakstik yang bersifat keagamaan. Surga dunia (Carpe Diem) lebih dirasakan nyata daripada surga akhir (Memento Mori).

c) Perkembangan ekonomi dan masyarakat

Keadaan Eropa pada akhir Abad Pertengahan sudah jauh berbeda dengan awal abad tersebut. Penduduk lebih banyak bermatapencarian sebagai peternak atau petani. Dan lebih banyak tinggal di daerah pedesaan pada awal abad pertengahan.

Sebaliknya pada akhir abad pertengahan penduduk semakin banyak tinggal di kota. Dan hidup dari kerajinan tangan dan perdagangan. Di daerah pedesaan penduduk cenderung patuh pada dogma agama, di perkotaan cenderung pada pemikiran rasional.

Fakta menunjukkan bahwa tingkat kehidupan penduduk kota lebih tinggi jika dibandingkan dengan tingkat penduduk pedesaan. Sehingga cara hidup penduduk kota semakin banyak ditiru. Dalam kehidupan yang duniawi rasional itu, renaisans dan humanisme lebih cepat berkembang.

Renaisans dan humanisme sebagai proses sejarah memakan waktu yang lama. Secara umum dikatakan bahwa masanya adalah sejak akhir Abad Pertengahan sampai awal Zaman Baru. Untuk mempermudah pengertian masa renaisans dan humanisme, perhatikan bagan di bawah.

bagan masa renaisans dan humanisme
Gambar bagan masa renaisans dan humanisme

Dengan kata lain, renaisans dan humanisme merupakan masa peralihan dari Abad Pertengahan ke Zaman Baru. Karena itu budaya renaisans humanisme memiliki ciri-ciri pada kedua zaman tersebut. Sebagian masih menunjukkan ciri Abad Pertengahan dan sebagian lagi ciri Zaman Baru.

2. Wujud Renaisans dan Humanisme

Renaisans dan humanisme pada awalnya berkembang di Italia, khususnya di kota-kota Florence, Napoli dan Roma. Kota-kota tersebut berkembang pesat berkat kejayaan Zaman Romawi Kuno. Dari Italia renaisans dan humanisme berkembang ke Eropa Barat seperti Perancis, Inggris, Belanda dan Jerman.

Di samping perluasan berdasarkan tempat, renaisans dan humanisme juga mencakup banyak bidang budaya. Seperti sastra, seni lukis, pahat dan ilmu pengetahuan. Renaisans dan humanisme dapat diibaratkan sebagai bunga Eropa yang mekar pada akhir Abad Pertengahan dan memberikan buah pada Zaman Baru.

kota Florence lahirnya Renaisans dan humanisme
Gambar kota Florence tempat lahirnya Renaisans dan Humanisme

2.1 Sastra

Mirip dengan remaja yang sedang jatuh cinta, inspirasi karya besar sastrawan-sastrawan renaisans pada umumnya diperoleh dari wanita pujaannya. Di antaranya yang terkenal ialah :

a) Dante Alighieri (1251-1321)

Dante dianggap sebagai pemuka Zaman Renaisans dan inspiratornya adalah Beatrice. Karyanya yang paling terkenal adalah Divina Comedia artinya komedi dunia. Karya tersebut terdiri atas tiga cantiche. Yaitu L’ Inferne yang menggambarkan neraka, Il Purgatorio tentang api pencucian, dan Il Paradiso tentang surga.

Di dalamnya masih terlihat kandungan ciri ajaran agama, namun pertemuan dengan pujaannya yang bernama Beatrice menunjukkan sifat manusiawinya.

b) Franceco Petrarca (1304-1374)

Karya Franceco antara lain adalah Rime Sparse, merupakan kumpulan syair terhadap pujaannya yaitu Laura dalam jilid pertama. Sedangkan kumpulan syair-syair setelah pujaannya meninggal menjadi jilid kedua. Dalam karyanya I Trionfi diketengahkan tentang moral kekristenan, kecintaan dan kesetiaan dalam beristri atau berumah tangga.

c) Giovanni Boccacio (1313-1375)

Giovanni terkenal dengan karyanya Decameron yang merupakan seratus buah kumpulan karangannya. Pemberi inspirasinya ialah Flametta. Kebusukan-kebusukan yang terjadi di dalam lingkungan kaum rohaniwan dan bangsawan dibeberkan di dalam karangan Giovanni.

Sehingga karya terkenal tersebut untuk beberapa abad lamanya dilarang beredar oleh kedua golongan penguasa waktu itu. Giovanni juga mengarang sejumlah biografi dan mitologi Yunani dalam bahasa Yunani. Pertemuannya dengan Franceco Petrarca mendorongnya untuk menulis karya dalam bahasa Latin.

d) Desiderius Erasmus (1466-1536)

Erasmus adalah seorang Belanda, selain sebagai rohaniwan Katolik ia juga seorang negarawan. Ia menulis Testamen Baru dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan dalam bahasa Latin (1516). Sedangkan untuk politik dikarangnya buku Institutio Principles Christiani.

Erasmus pernah didekati oleh Martin Luther agar mendukung gerakan reformasi. Tetapi ditolaknya sehingga ia tetap menjadi padri Katolik. Ia juga pernah menjadi Kanselir zaman Raja Karel V.

e) Thomas More (1478-1535)

Thomas More ialah tokoh negarawan, pernah menjabat sebagai perdana menteri zaman Raja Henry VIII dari Inggris. Karena tidak mau menyetujui perkawinan rajanya dengan Catharina, ia dipenjarakan dan akhirnya dihukum mati (1535).

Epistola ad Dorpium merupakan studi baru tentang bahasa dan kesusastraan Yunani yang berisi Greek Testament. Sedangkan Utopia yang merupakan konsep pemerintahan dan perekonomian sosialis sebagai reaksi atas pemerintahan buruk waktu itu. Karena kehidupan penduduk yang tidak terurus (1516) sangat terkenal.

f) William Shakespeare (1564-1616)

Shakespeare adalah penyair dan penulis drama Inggris pada periode Elizabeth I. Ia terkadang dianggap sebagai penutup masa renaisans. Karyanya dibedakan atas empat periode yang menggambarkan pengalaman dan pertumbuhan jiwanya.

Periode permulaan atau eksperimen (1588-1596), ditandai dengan sifat dan gairah masa muda yang meluap-luap. Dan sangat berlebihan penggunaan bahasanya. Antara lain Lobe’s Labour’s Lost, Comedy of Errors, Romeo and Juliet, Richard III dan King John.

lukisan William Shakespeare Renaisans dan Humanisme
Gambar William Shakespeare

Periode pertumbuhan cepat (1596-1602) sudah memberi gambaran tentang kecermatan serta kemahiran artistik yang tinggi. Pengetahuannya tentang manusia dan rangka ceritanya sudah lebih baik. Karyanya antara lain Midsummer Night’s Dream, The Merchant of Venice dan Henry IV.

Periode kemuraman atau depresi (1602-1608) merupakan kematangan jiwanya dan puncak artistiknya. Karya besarnya berupa tragedi seperti Hamlet, Othelo, Macbeth, King Lear dan Julius Caesar.

Periode ketenangan (1608-1613) merupakan gambaran yang bersuasana mimpi dan bernapaskan ketenangan. Karyanya berupa Winter’s Tale dan Tempest.

Karya Shakespeare dibedakan atas cerita dan drama. Cerita dibedakan atas drama sejarah, drama setengah sejarah (legenda) dan drama fiksi. Sedangkan dramanya dibedakan atas tragedi yang menyedihkan, komedi yang menertawakan dan drama sejarah berisi kisah masa lampau.

Sampai sekarang William Shakespeare belum tertandingi keunggulannya dan karyanya banyak dimainkan oleh bangsa lain. Bahkan di London dibangun gedung komedi untuk mementaskan karya pujangga besar tersebut.

2.2 Seni Lukis dan Seni Pahat

Seni lukis dan seni pahat memperoleh dorongan kuat akibat pesanan dan bantuan orang-orang kaya seperti keluarga Medici dari Florence. Orang-orang kaya banyak memesan lukisan atau pahatan untuk memperindah tempat tinggalnya.

Sehingga golongan baru ini mulai mampu menandingi gaya hidup bangsawan yang sebelumnya lebih berjaya. Beberapa seniman dalam bidang seni dan pahat antara lain :

a) Buonarroti Michelangelo (1475-1564)

Karya lukis Michelangelo yang terkenal adalah Madonna sebagai wanita cantik dan anggun yang menggambarkan wanita ideal zaman tersebut. Sedangkan dalam Keluarga Suci digambarkan tokoh-tokoh suci Abad Pertengahan yaitu Yesus, Maria dan Yusuf. Dalam Pengadilan Terakhir dilukiskan bagaimana takutnya seseorang yang mengetahui bahwa ia akan dimasukkan dalam neraka.

Dalam seni pahat karyanya yang terkenal adalah Pieta. Yang menggambarkan Bunda Maria sedang memangku Yesus Kristus setelah diturunkan dari tiang salib. Sangat mengesankan ciri renaisansnya terlihat pada penggambaran Maria dan Yesus Kristus sebagai tokoh agama Abad Pertengahan. Di lain pihak Ibu dan Sang Anak memberikan kesan humanisme yang manusiawi.

pieta karya Buonarroti Michelangelo
Pieta seni pahat karya Buonarroti Michelangelo

Karya lainnya adalah patung Nabi Musa yang juga memiliki kedua ciri tersebut. Yaitu Musa sebagai seorang nabi yang memimpin bangsa Israel kembali ke negerinya dengan sosok tubuh perkasanya.

Michelangelo juga terkenal sebagai seorang arsitek dengan karyanya kubah gereja Santo Peter (Roma). Di samping itu ia juga kepala bangunan dan pelukis di istana Paus. Karya-karya besarnya belum tertandingi sampai sekarang.

b) Raffaello Sanzio (1483-1520)

Pelukis ini banyak memperoleh pengaruh dari pelukis tenar yaitu Leonardo da Vinci. Karyanya Madonna yang dalam seni lukis menggambarkan Maria sebagai wanita dan ibu Yesus Kristus bersifat manusiawi dan sederhana. Sebagai kepala bangunan istana Paus, ia berhasil membuat hiasan dinding yang menggambarkan kehidupan para rasul.

c) Tiziano Vecellio Titiaan (1477-1576)

Titiaan banyak melukis hal-hal yang berhubungan dengan agama seperti Kenaikan Maria (1518), Bacchus dan Ariande (1523), dan Pesaro Madonna (1626). Lukisannya yang bersifat manusiawi adalah Jupiter dan Antilope.

Sedangkan dalam Pendidikan Cinta digambarkan anak kecil yang sudah menaruh perhatian pada kecantikan wanita akibat panah amor. Ia banyak melukis raja-raja Eropa seperti Karel V.

d) Leonardo da Vinci (1452-1519)

Leonardo da Vinci adalah tokoh renaisans yang serba bisa. Ia sebagai pelukis, pemahat, arsitek, insinyur, musikus dan sarjana. Karyanya tampak pada altar gereja di Florence yang menggambarkan persembahan raja-raja.

Sedangkan di gereja Milan berupa Santap Malam atau Perjamuan Terakhir. Karyanya yang paling terkenal adalah Monalisa, sebuah lukisan wanita yang tampak sederhana dan anggun sambil tersenyum.

lukisan monalisa
Gambar lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci
e) Albrecht Durer (1471-1528)

Durer ialah pelukis Jerman yang berhasil mengkombinasikan paham renaisans dengan kesenian Gothik dari Eropa Utara. Ia pelukis desainer dan penerbit buku.

Ia banyak melukis soal yang berkaitan dengan agama seperti Adam dan Hawa. Yang digambarkan sebagai pria dan wanita telanjang dalam panorama hutan di negerinya. Potret tokoh yang terkenal adalah Raja Frederick, Erasmus dari Rotterdam dan potret ibunya.

f) Rembrand Harmensz van Rijn (1606-1669)

Rembrand ialah pelukis kenamaan Belanda di Amsterdam. Lukisannya berkaitan dengan agama berupa Kristus dan Magdalena, Daud dan Saul. Sedangkan yang menggambarkan kehidupan manusia biasa yang terkenal adalah Penjaga Malam.

2.3 Ilmu Pengetahuan

Dalam bidang ilmu pengetahuan, bangsa barat banyak memperoleh sumbangan dari bangsa Arab. Kota Cordoba di Spanyol telah memiliki universitas, tempat dimana banyak bangsa barat memperoleh ilmu pengetahuan.

Hunain ibn Ishaq menterjemahkan Kitab Perjanjian Lama dan Baru ke dalam bahasa Arab. Selain itu pengetahuan kedokteran Yunani (abad IX) juga diterjemahkannya.

Al Kindi mengupas filsafat Plato (abad IX). Ibn Sina yang di Barat terkenal sebagai Avicenne adalah ahli kedokteran dan filsafat Aristoteles. Sehingga digelari sebagai Raja Ilmu Pengetahuan (abad XII).

Ibn Rusy yang di Barat terkenal sebagai Averoes menulis buku filsafat Aristoteles (abad XII). Melalui Cordoba, pengetahuan dari Yunani disebarkan ke Eropa Barat oleh bangsa Arab. Berkat ilmu yang diteruskan tersebut, bangsa Barat berkembang dalam ilmu pengetahuan.

Di antaranya ahli astronomi yang terkenal Niclas Kopperick (1473-1543) yang menulis buku tentang peredaran benda-benda ruang angkasa. Pahamnya mengubah pandangan lama yang geosentris menjadi pandangan baru yang heliosentris.

Kopperick yang di Barat dikenal sebagai Copernicus, yaitu orang Jerman kelahiran Polandia. Astronom Italia yang juga terkenal adalah Galileo Galilei (1564-1642). Ia mengembangkan paham heliosentris.

3. Arti Renaisans dan Humanisme

3.1 Ciri-Ciri Umum

Renaisans sebagai kelahiran kembali alam pikiran dengan penilaian dan bentuk hidup baru yang mirip dengan kebudayaan klasik Yunani Romawi. Memiliki beberapa ciri khas diantaranya :

a) Merupakan refleksi kelahiran kembali

Budaya Yunani Romawi Kuno lahir kembali setelah kehidupan pada Abad Pertengahan yang surgawi menguasai Eropa. Contoh yang menonjol adalah bangunan gereja dengan gaya Romawi yang indah dan kokoh, dan gaya Gothik yang tinggi langsing.

b) Merupakan refleksi majunya sifat-sifat duniawi yang materialistis

Kehidupan duniawi semakin kuat yang ditandai dengan didirikannya bangunan istana para raja dengan kedudukannya, semakin menandingi kaum rohaniwan. Hal itu terdapat pada puri kaum bangsawan yang tidak kalah dari raja atasannya.

Dan orang-orang kaya di kota dengan gaya terbaru, penuh dengan karya seniman renaisans. Kota semakin mantap penampilannya, megah dan indah sebagai pusat budaya Eropa.

c) Karya individu semakin menonjol

Pada masa sebelum renaisans karya perorangan pada umumnya tidak dikenal karena tidak disebut nama penciptanya (anonim). Sejak renaisans karya individu mulai banyak disebut karena masyarakat mulai menghargai suatu karya seni. Dalam sastra biografi juga semakin dikenal karena kedudukan individu dalam masyarakat semakin dihargai.

d) Sifat kekristenan dalam seni semakin berkurang

Hal tersebut sejalan dengan semakin kuatnya sifat duniawi sehingga kekristenan sebagai sifat rohani agak terdesak. Walaupan demikian seperti dalam karya Michelangelo, pada masa renaisans ciri-ciri kekristenan dari Abad Pertengahan masih terlihat.

3.2 Segi Positif dan Negatif

Sebagai suatu gerakan, renaisans humanisme memiliki segi-segi positif dan negatif. Segi positifnya lebih menonjol dibandingkan dengan segi negatifnya. Sehingga dapat menjadi dasar bagi Eropa dalam menciptakan budaya baru dalam Zaman Baru. Segi-segi positifnya antara lain berikut ini :

a) Bahasa dan sastra klasik menjadi milik dunia

Bahasa dan sastra Yunani dan Romawi Kuno pada Abad Pertengahan terasa menghilang karena terdesak oleh berkembangnya ajaran agama. Adanya renaisans memungkinkan bahasa dan sastra klasik tersebut muncul kembali, meluas sehingga menjadi milik dunia. Kaum humanislah yang berjasa karena menekuni kedua budaya manusiawi tersebut.

b) Kesenian maju dengan pesat

Bangunan baru dengan gaya klasik milik bangsawan atau orang kaya semakin banyak jumlahnya. Hiasan yang menjadi mode adalah lukisan atau patung, sebagian menggambarkan ketelanjangan (nudis) yang pada masa sebelumnya dinilai porno.

Seniman memperoleh kesempatan mengembangkan diri karena adanya pesanan. Baik dari gereja maupun dari kaum bangsawan dan orang-orang kaya.

c) Politik lebih diarahkan pada soal duniawi

Kaum bangsawan secara berangsur-angsur berhasil menggeser kedudukan kaum rohaniwan. Pandangan politiknya lebih mengutamakan soal-soal duniawi (sekuler) dan memisahkan kehidupan politik dari soal-soal keagamaan. Mereka pada umumnya mendukung reformasi yang merupakan gerakan pembaruan agama.

Gereja Katolik Roma di bawah Paus mulai banyak memperoleh tantangan sehubungan dengan reformasi tersebut. Politik mulai diarahkan pada kemakmuran penduduk yang berkecenderungan memenuhi kebutuhan kehidupan dunia.

d) Gereja Katolik membenahi diri

Setelah menghadapi reformasi, Gereja Katolik membenahi diri dengan memasukkan filsafat Yunani Kuno. Seperti yang dilakukan oleh Thomas Aquinas, seorang pemikir tenar dan sekaligus rohaniwan. Dengan terlihat adanya kesegaran dalam bidang agama sehingga berkuranglah pengertian kekolotan karena rasionalisme dipadukan dengan dogmatisme.

e) Ilmu pengetahuan berkembang

Dalam suasana kebebasan berpikir, berkembanglah ilmu pengetahuan yang menjadi modal bagi Eropa pada Zaman Baru. Selain filsafat humanistis, pengetahuan alam, geografi, astronomi dan matematika sebagai pengetahuan murni.

Diikuti dengan pengetahuan terapan yang langsung berguna bagi manusia seperti ekonomi dan farmakologi (ilmu obat-obatan). Semuanya berkat rasionalisme yang telah berkembang.

Renaisans humanisme disamping mempunyai nilai-nilai positif juga mempunyai nilai-nilai negatif. Nilai-nilai negatif tersebut antara lain :

a) Penilaian rendah atas karya-karya abad pertengahan

Kemajuan yang diperoleh akibat renaisans menyebabkan karya besar di awal Abad Pertengahan dinilai rendah. Misalnya budaya Gothik dinilai sebagai karya biadab (barbar), ajaran scholastik yang merupakan teologi Abad Pertengahan dicemooh. Dan nama Abad Pertengahan disebutnya sebagai masa lampau yang usang dan penuh kegelapan (Dark Ages).

b) Berkurangnya rasa dan keyakinan beragama

Kebebasan kaum humanis menyebabkan lahirnya kesempatan melakukan penyelidikan bebas. Antara lain menimbulkan rasa antipati karena kaum humanis berhasil mengetahui keburukan-keburukan yang terjadi dalam lingkungan gereja. Lahirlah aliran baru dalam agama.

Diantaranya yang menonjol adalah lahirnya Gereja Protestan yang merupakan protes atas apa yang sebelumnya berlaku. Sifat duniawi yang semakin berkembang menyebabkan dogmatisme semakin terdesak, dan memandang dunia sebagai tempat manusia memperoleh kenikmatan (surga dunia).

c) Timbulnya ketumpulan malu

Sebagai akibat berkurangnya rasa keagamaan maka rasa dosa semakin menipis dalam kalangan masyarakat, kemerosotan moral menjadi-jadi. Dan orang semakin tidak merasa malu atas pelanggaran ajaran agama atau tata masyarakat.

Adanya seni yang menonjolkan ketelanjangan membuat orang tidak merasa malu untuk melihat atau memilikinya. Rasa malu semakin tumpul dalam masyarakat dan cerita cabul semakin disenangi.

Renaisans humanisme sebagai proses budaya telah menjadikan Eropa menjadi kawasan yang berkembang dengan pola baru. Yaitu Eropa memasuki Zaman Baru yang memberi ciri lain dari sebelumnya.

4. Perkembangan dan Pengaruh Renaisans dan Humanisme

4.1 Pengetahuan

Perkembangan renaisans yang besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan Eropa adalah rasionalisme. Yaitu suatu paham yang mempergunakan kebenaran akal sebagai ukuran kebenaran. Paham rasionalis merupakan salah satu ciri manusia modern.

Hal-hal yang dirasakan tidak masuk akal ditolak kebenarannya. Misalnya takhayul yang pada masa sebelumnya banyak menguasai pemikiran manusia ditolak karena tidak masuk akal. Rasionalisme dipergunakan untuk kesejahteraan hidup manusia.

Paham demikian dikenal sebagai pencerahan (Enlightenment). Banyak raja yang berpikiran maju melaksanakan pencerahan di negerinya demi kesejahteraan rakyatnya. Di antaranya Frederick Agung (1620-1688) dari Jerman.

Ia berusaha membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat perang tiga puluh tahun (1618-1648). Wujudnya adalah pertanian dan industri yang mempergunakan teknologi lebih modern daripada sebelumnya.

a) Lembaga pengetahuan

Negara-negara barat mulai mendirikan lembaga pengetahuan dalam usahanya mengembangkan ilmu (science) dan teknologi (technology). Misalnya Inggris mendirikan Royal Society for Improving Natural Knowledge (1662). Perancis dengan Academie des Sciencies de Paris (1666). Jerman dengan Academie der Wissenschaffen (1700).

Belanda di Indonesia mendirikan Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (24 April 1778). Yang terakhir inilah kemudian diwujudkan menjadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dengan berhembusnya angin kebebasan membuat para ilmuwan semakin berkembang pesat dalam pengetahuannya tentang alam.

b) Astronomi

Pandangan geosentris berdasarkan pendapat Ptolomeus bertahan di Eropa selama tiga belas abad dan dibenarkan oleh pihak gereja. Nielas Kopperick berpendapat bahwa mataharilah pusat segalanya. Paham heliosentris tersebut tertulis dalam bukunya De revolutionbus orbium coelestium.

Pendapatnya kemudian disempurnakan oleh astronom lain seperti Tycho Brahe dari Swedia. Johannes Kepler dari Jerman yang terkenal dengan Hukum Kepler. Galileo Galilei dari Italia dan Isaac Newton dari Inggris. Pendapat lama yang geosentris terdesak oleh heliosentrisme yang baru.

c) Fisika

Fisika merupakan pengetahuan lain yang juga berkembang. Tokohnya antara lain adalah seorang ahli ilmu pasti Evangeliste Torricelli dari Italia sebagai penemu barometer. Dan Blaise Pascal dari Perancis, selain ahli fisika juga ahli dalam matematika dan menemukan segitiga yang menggambarkan perhitungan angka.

d) Kimia

Seorang yang juga tokoh dalam Revolusi Perancis bernama Antoine Laurent Lavoisier. Melalui percobaan berhasil memperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan antara zat asam dengan udara pada waktu terjadi suatu pembakaran. Ia menemukan kandungan massa dan menemukan sifat zat asam dan basa.

Seorang Inggris bernama John Dalton merupakan peletak dasar teori atom dan penemu multiple proporties. Ia juga penemu soal buta warna yang kemudian populer dengan daltonism. Seorang Perancis lainnya ialah Joseph Louis Proust mengadakan banyak percobaan dengan logam dan berhasil merumuskan sebagai Hukum Proust. Ia berhasil membuat gula dari anggur.

e) Biologi

Seorang Belanda bernama Antony van Leeuwenhoek berhasil dengan mempergunakan mikroskop buatan sendiri melihat bakteri yang diperbesarnya sampai 270 kali. Ia juga berhasil menemukan spermatozoa sejumlah binatang dan manusia, serta mengetahui sel tubuh dan perkembangan bakteri.

Seorang Italia Marcello Malpighi menemukan anatomi tubuh dengan mempergunakan mikroskop. Yang didapatkan dari percobaan pada katak dan mengetahui struktur binatang dan tumbuh-tumbuhan.

f) Filsafat

Selain dalam ilmu eksakta, Eropa juga maju dalam pemikiran filsafat. Cogito ergu sum merupakan ucapan yang terkenal dari Rene Descartes seorang Perancis. Yang mempunyai arti saya berpikir karena itu saya ada. Selain pemikir untuk hal-hal yang eksak, ia banyak memikirkan filsafat. Karyanya antara lain dalam bahasa Latin berjudul Principia Philosophiae.

Seorang tokoh Inggris bernama Thomas Hobbes mempergunakan paham rasionalisme matematis dan empirisme yaitu paham atas dasar pengalaman. Ia berpendapat bahwa yang ada itu bersifat bendawi (materialisme) dan segala kejadian adalah gerak (teori aktualitas). Salah satu karyanya berjudul The Elements of Law, Natural and Politics.

Seorang Inggris lain yang terkenal ialah John Locke. Ia pertama kali menerapkan metode empiris dalam ilmu pengetahuan. Ia mengatakan bahwa akal bersifat pasif, pengalaman lahiriah dan batiniah saling menjalin sehingga menimbulkan kesadaran.

4.2 Politik dan Agama

a) Politik

Dalam bidang politik nama Jolin Locke dalam bukunya berjudul Two Treaties of Government. Berpendapat bahwa kekuasaan negara hendaknya dibagi atas kekuasaan legislative, executive dan judicative.

Seorang Italia bernama Niccolo Machiavelli karyanya Il Principe. Berisi petunjuk mengenai jalan yang harus ditempuh oleh seorang penguasa untuk mencapai tujuannya. Ia menganjurkan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuannya tersebut.

Seorang Perancis bernama Baron de la Brede et Montesquieu berpendapat seperti John Locke. Tentang perlunya kekuasaan negara dipisahkan menjadi tiga (trias politika). Banyak karyanya yang mempengaruhi cara berpikir rakyat sehingga menjadi salah satu sebab terjadinya Revolusi Perancis.

Pemikir Perancis lainnya ialah Jean Jacques Rousseau yang terkenal dengan karyanya Du Contrat Sociale. Yang mengemukakan teori masyarakat dalam kaitannya dengan pemerintahan. Ia penganjur kebebasan sehingga pemikirannya juga dianggap sebagai salah satu faktor penyebab Revolusi Perancis.

b) Agama

Rasionalisme juga mempunyai pengaruh besar atas agama sehingga menimbulkan sejumlah pemikiran. Misalnya skeptisme yaitu meragukan setiap pemikiran yang menyebabkan adanya pemikiran baru.

Manusia mengakui adanya Tuhan di dalam deisme, namun harus dibedakan antara soal-soal dunia dengan Tuhan. Sehingga Tuhan hanya berpengaruh pada hal-hal yang berhubungan dengan penciptaan. Lebih parah lagi adalah paham ateis yang tidak mengakui adanya Tuhan. Mereka menganggap manusialah yang menciptakan semuanya, bukan Tuhan.

Pengetahuan-pengetahuan di atas lahir di Eropa dan berkembang di seluruh dunia. Sehingga ajaran agama yang bersifat spiritualisme dogmatisme didesak oleh budaya materialisme rasionalisme. Tetapi setelah manusia tertumbuk akibat ulahnya sendiri banyak yang kembali bertobat dan berpaling pada agama.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *