Romawi Dalam Sejarah Peradaban Eropa Kuno

  • 12 min read
  • Apr 26, 2020
romawi kuno

1. Romawi Kuno

1.1 Keadaan Alam Romawi Kuno

Kerajaan Romawi berintikan daerah Italia sekarang dengan Roma sebagai ibu kotanya, letaknya di Semenanjung Apenina. Tanahnya subur berkat adanya gunung-gunung.

Seperti Visuvius, Stromboli, Etna dan sungai-sungai besar seperti sungai Tiber dan sungai PO. Semenanjung Apenina terletak di tengah-tengah Laut Tengah sehingga strategis untuk pertahanan dan pelayaran.

1.2 Penduduk Romawi Kuno

Bangsa Romawi termasuk bangsa Indo Jerman yang masuk Semenanjung Apenina dari arah utara pada tahun 1000 SM. Sedangkan di bagian selatan banyak ditempati oleh kolonis yang berasal dari Funesia dan Yunani. Sebagai saingan dalam pencarian, bangsa Romawi harus menghadapi bangsa Funesia pada percampuran bangsa-bangsa tersebut.

Sebab sebelumnya bangsa Funesialah yang merajai perdagangan di Laut Tengah. Salah satu pangkalan dagangnya yang penting adalah Karthago di pantai utara Afrika.

1.3 Sumber Sejarah Romawi Kuno

Romawi Kuno mempunyai sumber sejarah dari karya Vergelius yang berupa syair atau buku dan cerita umum (legenda). Legendanya mengenai didirikannya kota Roma (754 SM). Dalam syair tersebut diceritakan tentang Aeneas, putra Anchises dengan Dewi Venus (Aphrodite). Yang berhasil menyelamatkan diri dari kota Troya kemudian mendarat di Karthago.

Bertemulah Aeneas dengan ratu janda Dido, mereka saling jatuh cinta lalu menikah. Dewi Jupiter (Zeus) marah karena Aeneas lengah akan kewajibannya. Aeneas meninggalkan Karthago menuju Italia dan Dido yang merasa dikhianati bersumpah akan membalas dendam.

aeneas dan dido
Gambar Aeneas memberi tahu ratu Dido tentang kejatuhan Troy

Raja Turnus mempertunang putri Raja Latinus yang bernama Livinia pada saat Raja Latinus memerintah negeri Latium. Aeneas mengalahkan Turnus lalu menikah dengan Lavinia, kemudian mendirikan kerajaan di tepi Sungai Tiber.

Putra Aeneas bernama Ascanius mendirikan Alba Longa. Serta mempunyai anak kembar bernama Romulus dan Remus yang dihanyutkan oleh ibunya di Sungai Tiber. Dengan alasan takut kedua anaknya akan dibunuh oleh raja yang zalim di negerinya. Padahal raja itu adalah paman kedua anak tersebut.

Kedua anak itu diselamatkan oleh seekor serigala yang kemudian memeliharanya. Akhirnya mereka jatuh ke tangan pengembala yang menjadikan mereka anaknya. Setelah Romulus dan Remus besar mereka mengerjakan ladang.

Suatu saat Romulus membunuh saudaranya karena dianggap melanggar wilayahnya. Dengan dukungan rakyat Romulus dapat menyingkirkan pamannya lalu ia diangkat menjadi raja. Di ladangnya itulah ia mendirikan kota Roma. Legenda itu mirip dengan kisah Nabi Musa di Mesir dan berhasilnya bangsa Israel menguasai tanah Kanaan.

Aeneis ditulis atas perintah Kaisar Augustus. Supaya bangsa Romawi mempunyai kembali rasa keagamaan, ketabahan hati, kesederhanaan, kesabaran dan kekuatan seperti nenek moyangnya. Dari legenda dan syair tersebut tersirat adanya kebenaran sejarah, yaitu adanya koloni bangsa Yunani di Italia Selatan. Mereka campur dengan penduduk asli yang melahirkan bangsa Romawi.

2. Republik Romawi

Pada mulanya Romawi merupakan kerajaan. Raja dipilih oleh rakyat (bangsawan) dan dalam pemerintahannya dibantu oleh Senat. Karena kezalimannya, raja Romawi diturunkan dari tahta. Kerajaan Romawi dijadikan Republik dan rakyat kembali memperoleh kekuasaan (510-31 SM).

2.1 Masyarakat

Pada mulanya masyarakat Romawi terdiri dari golongan plebeya dan patrisia. Golongan patrisia (pater artinya bapak) terdiri atas bangsawan yang memerintah negara. Sedangkan golongan plebeya (plebs artinya rakyat) terdiri atas petani, buruh dan pedagang yang tidak memiliki hak memerintah.

Dalam perkembangannya, kaum patrisia dibedakan atas kaum atas dan kaum bawah. Demikian juga dalam kaum plebeya. Antara kaum patrisia bawah dengan plebeya atas terjadi percampuran (sintese) yang melahirkan golongan baru disebut optimat

Mereka memiliki tanah luas (latifundia) yang dikerjakan oleh budak-budak belian. Sedangkan golongan plebeya bawah menjadi golongan baru disebut proletar, yang berarti orang yang banyak anak tetapi tidak mempunyai harta.

2.2 Pemerintahan

Negara Romawi banyak meniru pemerintahan Yunani yang demokratis. Bentuk pemerintahannya Republik dan dijalankan oleh dua orang konsul yang dipilih oleh rakyat untuk jangka dua tahun. Suatu majelis permusyawaratan rakyat dibentuk dengan anggota-anggotanya terdiri atas golongan bangsawan dan golongan rakyat.

Dipilih seorang tribun yang berasal dari rakyat jelata yang bertugas melindungi kepentingan dan hak-hak rakyat. Ia mempunyai hak veto, artinya melarang berlakunya suatu keputusan dewan. Pangkat-pangkat dalam pemerintahan maupun agama terbuka bagi semua orang.

2.3 Ekspansi

Roma sebagai ibu kota negara Romawi terletak di tepi Sungai Tiber yang sangat baik bagi kelancaran hubungan perdagangan. Dan dikelilingi oleh tujuh buah bukit yang mempunyai arti penting bagi pertahanan.

a) Daerah koloni Yunani

Waktu daerah koloni Yunani di bagian selatan semenanjung akan dipersatukan. Kaum kolonis melawan karena mereka berkehendak mempertahankan hubungannya dengan negara induk. Raja Pyrrhus dari Negara Epirus di Yunani Utara membantu kaum kolonis.

Pada mulanya kaum kolonis menang yang kemudian disebut kemenangan Pyrrhus dengan pengorbanan terlalu besar dan sia-sia. Kemudian bangsa Romawi berhasil juga menjadikan koloni Yunani tersebut sebagai bagian wilayahnya.

b) Daerah Laut Tengah

Setelah Romawi menjadi negara besar, dicita-citakan untuk menjadi penguasa daerah Laut Tengah. Untuk mencapai cita-cita tersebut dilancarkan peperangan dan penyerbuan guna perluasan daerah.

Pertama terhadap Karthago di daerah Tunisia sekarang, yang waktu itu merupakan koloni bangsa Funesia. Peperangan terjadi sampai tiga kali dan disebut Perang Funesia I (264-241 SM). Bangsa Romawi berhasil merebut pulau Sisilia yang terletak antara Italia dengan Karthago, di tengah-tengah Laut Tengah.

Pulau itu penting artinya bagi pertahanan dan perdagangan Romawi. Sebelum Perang Funesia II (218-201 SM) orang-orang Karthago menduduki pulau Sardinia, Korsika dan Spanyol yang kaya akan bahan tambang. Di Spanyol didirikan kota Karthagena, yang artinya Karthago Baru.

Setelah persiapan dianggap sempurna, panglima ulung Karthago Hannibal dengan pasukan gajah menyerbu Semenanjung Apenina melalui Spanyol. Hampir seluruh semenanjung dapat dikuasainya kecuali Roma yang dapat bertahan. Sementara itu pahlawan Romawi bernama Scipio Africanus berusaha melemahkan kedudukan Karthago.

Hannibal dipanggil pulang ke Karthago dan di Zama ia dikalahkan oleh Scipio. Karthago masih dapat bertahan untuk beberapa lama. Namun dapat dihancurkan dan dikalahkan oleh Romawi dalam Perang Funesia III (146 SM).

perang romawi di zama dengan pasukan gajah
Gambar perang Zama
c) Kerajaan Diadochos

Kerajaan Diadochos Macedonia mendapat perlawanan terus-menerus dari bangsa Yunani karena ingin membebaskan diri. Hal itu melemahkan Macedonia sehingga waktu tentara Romawi menyerbu, negara itu dengan mudah mangalahkannya. Macedonia dan Yunani dijadikan propinsi Romawi (168 SM).

Kerajaan Diadochos Siria memegang peranan penting dalam perdagangan Asia-Eropa karena letaknya di jalan dagang tersebut. Kerajaan itu menjadi lemah karena negara-negara bagiannya melepaskan diri. Pada tahun 189 SM kerajaan Siria dapat direbut oleh Romawi dan dijadikan jajahannya.

Kerajaan Diadochos Mesir di bawah dinasti Ptolomeus juga jatuh ke tangan Romawi (30 SM) saat Romawi telah menjadi kekaisaran. Daerah Mesir mempunyai arti penting bagi Romawi. Karena merupakan sumber gandum dan budak orang kulit hitam yang diperlukan sebagai tenaga kasar.

2.4 Akibat-Akibat

Ekspansi Romawi membawa akibat yang luas. Pertama, wilayah kekuasaan Romawi mencakup daerah-daerah sekitar Laut Tengah. Bangsa Romawi menyebut Laut Tengah sebagai Mare Nostrum artinya laut kita.

Dalam Romanum Imperium yang artinya daerah kekuasaan atau jajahan, bangsa Romawi melaksanakan Pax Romana, artinya perdamaian di bawah Romawi. Tetapi bagi bangsa lain apa yang disebutnya perdamaian itu dirasakan sebagai penjajahan.

Kedua, banyak pejabat-pejabat Romawi melakukan korupsi. Kaum optimat yang menguasai Senat dan perekonomian makin kaya, demikian juga para gubernur daerah-daerah jajahan Romawi. Sebaliknya rakyat jajahan semakin sengsara hidupnya.

Keadaan sosial demikian menimbulkan pertentangan dalam masyarakat. Antara golongan kaya (the haves) dan golongan miskin (the haves not) dan melahirkan kerawanan dan kekacauan.

Ketiga, kota Roma menjadi ibu kota yang sangat mewah dengan dihiasi bangunan-bangunan megah. Seperti Forum Romanum (tempat bermusyawarah) dan Coloseum (tempat menyaksikan pertunjukan adu binatang melawan Gladiator). Kemewahan dan kemegahan tersebut terwujud dari harta rampasan negara-negara jajahan.

coloseum
Gambar Coloseum

Keempat, timbulnya tentara sewaan. Pada masa permulaan, semua warga Romawi (Homo Romanicus) berkewajiban ikut serta dalam pembelaan negara. Tetapi setelah Romawi memperoleh kejayaan banyak di antara yang telah kaya dan hidupnya enak tidak mau memikirkan soal pertahanan.

Dengan kekayaannya mereka menyewa tentara untuk pertahanan negara tetapi semangat tempurnya tidak sehebat bangsa Romawi pada masa permulaan. Sehingga pertahanan negara mundur. Ironisnya bangsa Jerman yang merupakan tentara sewaan dapat meruntuhkan Romawi.

2.5 Kekacauan

Perebutan kekuasaan selama satu abad antara kaum proletar (miskin) dengan kaum optimat (kaya). Merupakan akibat buruk yang terjadi pada masa kebesaran Romawi. Di antaranya ada empat perebutan kekuasaan yang terkenal.

a) Kekacauan pertama

Saat kaum proletar mengangkat Tiberius Gracchus menjadi tribun dan mengajukan suatu rencana undang-undang pembagian tanah (Landreform). Karena tanah luas (latifunda) dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang kaya raya.

Dalam rencana tersebut tuan-tuan tanah dibatasi hak miliknya sebanyak 130 hektar dan sisa miliknya dibagi kepada petani miskin. Kaum optimat menentang dan Tiberius Gracchus mati dibunuh (132 SM). Adiknya bernama Gayus Gracchus melanjutkan cita-citanya, tetapi ia pun mati dibunuh juga (121 SM).

b) Kekacauan kedua

Saat kaum proletar mengangkat Marius sebagai tribun. Tokoh ini adalah pahlawan bangsa Romawi yang berhasil menghindarkan negara dari serbuan bangsa Jerman.

Tetapi sebagai tandingan kaum optimat mengangkat Sulla sebagai pemimpin mereka. Terjadilah pertikaian antara kedua kaum itu yang merupakan Perang Saudara I dan berakhir dengan kekalahan Marrius (82-79 SM).

c) Kekacauan ketiga

Saat kaum proletar mengangkat tiga orang sebagai Tiga Serangkai agar kuat menghadapi Senat. Mereka adalah Pompejus, Craccus dan Caesar yang merupakan Tiga Serangkai I (60 SM). Craccus gugur waktu memimpin bangsanya berperang melawan bangsa Parthia di Asia (55 SM).

Julius Caesar berhasil merebut daerah Gallia Transalpina (Perancis) sampai sungai Rhone. Dalam peperangannya, ucapan yang terkenal adalah Vini, Vidi, Vici artinya saya datang, saya melihat, saya menang. Kemenangan Julius Caesar menakutkan Pompejus sehingga ia bersekutu dengan Senat.

Saat Julius Caesar menjelang masuk ke Roma, Pompejus dengan sejumlah anggota Senat menyingkir ke Yunani. Dan terjadilah Perang Saudara II (49-46 SM). Pompejus dikalahkan di Thessalia (48 SM) lalu menyingkir dan terbunuh di Mesir. Julius Caesar kembali ke Roma dan bertindak sebagai penguasa tunggal.

Dalam masa pemerintahannya ditetapkan Tahun Julian yang setahunnya terdiri atas 365 hari. Dan dalam 4 tahun sekali ada tahun kabisat dengan bulan Februari 29 hari. Tetapi tindakan-tindakan Caesar yang diktator menyebabkan golongan yang ingin mempertahankan pemerintahan Republik tidak senang. Cassius dan Brutus membunuhnya waktu akan mengunjungi Senat (44 SM).

d) Kekacauan keempat

Pembunuhan terhadap Caesar menimbulkan kekacauan lagi. Seorang sahabat Caesar bernama Antonius bersekutu dengan Octavianus seorang anak angkat Julius Caesar, dan jenderal bernama Lepidus. Mereka merupakan Tiga Serangkai II dalam menghadapi kekuasaan Senat (43 SM).

Terjadilah Perang Saudara III (43-42 SM). Cassius dan Brutus menyingkir ke Macedonia. Tetapi di negara ini mereka dikalahkan lalu bunuh diri. Lepidus digeser setelah Tiga Serangkai memenangkan perang.

Anggota Tiga Serangkai membagi kekuasaan yaitu Octavianus di Barat dan Antonius di Timur. Tetapi perkawinan Antonius dengan Ratu Cleopatra mencemaskan Octavianus sehingga ia mengambil keputusan untuk memerangi wilayah Romawi Timur.

Dalam pertempuran laut di Actium, Octavianus menang. Cleopatra mundur ke negerinya diikuti oleh Antonius. Untuk menghindarkan diri dari tindakan Octavianus berikutnya mereka berdua bunuh diri (31 SM). Wilayah Mesir menjadi jajahan Romawi dan Octavianus kembali seorang diri sebagai pemenang.

3. Kekaisaran Romawi

3.1 Munculnya Kekaisaran

Kekacauan selama seabad menyebabkan perekonomian kacau dan rakyat menderita. Perebutan kekuasaan antara wakil-wakilnya menyebabkan rakyat bersikap masa bodoh (apatis). Octavianus yang berkuasa sendirian di Romawi segera mengadakan perbaikan.

Pegawai-pegawai mendapat gaji tetap sehingga perbuatan-perbuatan curang dapat dihindarkan dan rakyat memperoleh keringanan pajak. Dalam keadaan baik ini Octavianus mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri.

Siasat itu hanya untuk menjajaki sampai di mana pendapat masyarakat terhadapnya. Ternyata rakyat berkeberatan terhadap niat Octavianus, malahan memberikan kekuasaan besar kepadanya.

Senat memberikan gelar Augustus yang berarti yang dipertuan, gelar Princeps Civitas yang berarti warga tertinggi. Dan gelar Caesar yang berarti kaisar. Dengan kepercayaan demikian maka Octavianus menjadi kaisar Romawi dan berakhirlah pemerintahan republik.

wilayah kekuasaan romawi
Gambar wilayah kekuasaan Romawi

3.2 Kaisar Agustus

Augustus menjadi peletak dasar Kekaisaran Romawi. Salah satu usaha penting untuk menjaga keamanan adalah menempatkan tentaranya yang kuat di perbatasan. Untuk menghadapi kemungkinan serbuan bangsa Jerman yang dinilai masih barbar, sungai Rhein don Donau dijadikan batas.

Bajak-bajak laut dibersihkan agar perdagangan tidak terganggu. Perdagangan melalui darat sudah dapat dilakukan dari Italia melalui Gallia sampai Skandinavia.

Kebudayaan Romawi sangat dipengaruhi Hellenisme. Beberapa abad lamanya bahasa Yunani menjadi bahasa yang banyak dipergunakan dan banyak karya penulis Yunani yang dibaca di Romawi. Bangsa Romawi juga percaya adanya dewa-dewa. Nama bangsa Yunani diganti seperti Zeus diganti Jupiter, Aphrodite diganti Venus, dan sebagainya.

Dalam bidang sastra, ahli yang terkenal adalah Titus Livius (59-17 SM). Ia mengarang buku sejarah kuno sampai gugurnya Drutus, seorang panglima Romawi yang menyerang bangsa Jerman. Seorang penyair ternama adalah Vergelius Maro Publius (70-19 M) dengan karyanya Aeneis.

Buku tersebut terdiri atas dua belas jilid dan merupakan sebuah wiracarita (epos) untuk membangkitkan kebesaran bangsa Romawi. Seorang sahabat Augustus bernama Cajus Maecenas (65-8 SM) yang kaya raya berminat besar dalam kesenian khususnya sastra.

la banyak memberi bantuan dan melindungi kesenian. Sehingga apabila ada seseorang yang banyak memberikan bantuan atau perlindungan terhadap kesenian atau pengetahuan, maka ia diberi sebutan maecenas.

Kota Roma berkembang menjadi kota besar yang diperkirakan berpenduduk satu juta jiwa. Dalam kota besar masalah perumahan dipecahkan dengan membuat bangunan bertingkat. Tetapi karena tata kota belum sempurna maka Roma merupakan kota yang tidak sehat.

Suatu peristiwa bersejarah yang terjadi dalam masa pemerintahan Augustus adalah kelahiran Yesus pada tahun 1 Masehi. Yesus lahir di Bethlehem termasuk wilayah Kekaisaran Roma pada waktu diadakan sensus.

Yesus menyiarkan agama Nasrani yang monoteistis. Karena ia dituduh mendirikan Kerajaan Sorga yang dianggap menandingi Kekaisaran Romawi. Maka ia menjalani hukuman mati disalib di Bukit Golgota dalam usia 33 tahun.

3.3 Kaisar Lainnya

Setelah Augustus wafat, Romawi diperintah oleh kaisar-kaisar keturunannya. Di antara yang terkenal adalah Nero, Vespasianus, Hadrianus dan Marcus Aurelius.

a) Kaisar Nero (54 -68 M)

Terkenal sebagai kaisar yang kejam. Ia sampai hati menyuruh membunuh ibu, istri dan gurunya. Perbuatan lain yang tidak terpuji adalah perintah untuk membakar kota Roma (64 M). Yang dengan susah payah dibangun dan telah berumur delapan abad. Ia menuduh orang-orang Nasrani sebagai pembakarnya.

b) Kaisar Vespasianus (69-79 M)

Terkenal karena penindasannya terhadap bangsa Belanda dan Yahudi. Tintus putranya, menggempur Yerusalem dan mengusir bangsa Yahudi dari negerinya (70 M) sehingga mengembara selama sembilan abad.

Tetapi setelah di negara-negara tempat mereka hidup, mereka memperoleh tekanan-tekanan. Sehingga muncul keinginannya untuk kembali. Gerekan mereka disebut Zionisme, sesuai nama bukit di Israel.

Tindakan Vespasianus yang ada hubungannya dengan sejarah Indonesia adalah larangan membawa logam mulia (emas dan perak) keluar daerah kekuasaannya. Sehingga bangsa Hindu (India) yang sebelumnya berdagang ke Barat mengalihkan ke timur dan sampai di Indonesia.

c) Kaisar Hadrianus (117-138 M)

Mengadakan perbaikan dalam soal kepegawaian yang sekarang banyak dianut. Sebelum seseorang diterima menjadi pegawai negeri, ia harus diselidiki (test) dahulu. Setelah dianggap cukup ia diangkat, memperoleh hak, menerima gaji dan kenaikan pangkat. Sebagai pertahanan negara didirikan benteng-benteng di perbatasan (limes) dan dikenal sebagai limes Hadrianus.

d) Kaisar Marcus Aurelius (160-180 M)

Adalah seorang kaisar dan panglima perang. Di perbatasan utara ia berhasil mengalahkan bangsa Parthawa dan meruntuhkan Kerajaan Seleucia. Di samping itu ia juga seorang kaisar yang gemar filsafat dan sastra.

Pada masa pemerintahan Kaisar Konstantin Agung (306-337 M), kekaisaran Romawi mengalami kemunduran. Karena pemindahan ibu kota dari Roma ke Constantinopel (Istambul). Kekaisaran Romawi kemudian dibagi menjadi Romawi Barat dengan Roma sebagai pusatnya dan Romawi Timur dengan pusatnya Constantinopel.

4. Kemunduran Romawi

Sejak abad ke-4 Kekaisaran Romawi mengalami kemunduran yang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :

a) Kaisar Romawi tidak memimpin negara dengan baik

Mereka lebih banyak mengutamakan kehidupan mewah untuk menyenangkan diri. Daerah-daerah jajahan banyak yang tidak puas dan mendorong penduduknya melepaskan diri dan mendirikan negara merdeka.

b) Lemahnya pertahanan Romawi

Pada mulanya masalah pertahanan menjadi kewajiban warganya (Homo Romanicus). Tetapi setelah mereka banyak menikmati kekayaan yang diperoleh dari daerah jajahan dan mampu menyewa tentara bayaran. Soal pertahanan banyak dipercayakan kepada tentara bayaran yang semangat dan tanggung jawabnya tidak sama dengan warga negara Romawi asli.

Sementara itu di Eropa sedang terjadi perpindahan bangsa-bangsa (Volkenwanderung). Yang disebabkan oleh desakan-desakan bangsa Hun di bawah Attilla (± 400 M). Bangsa Jerman, bangsa Vandal dan bangsa Goth mulai memasuki wilayah Romawi yang pertahanannya lemah.

c) Pecahnya kekaisaran Romawi menjadi dua

Dalam masa pemerintahan Kaisar Theodosius (378-395 M) kekaisaran dibagi atas Romawi Barat dan Romawi Timur untuk kedua orang putranya. Sebelum terjadi pembagian, secara budaya pada dasarnya kekaisaran Romawi sudah berbeda. Romawi Barat berbahasa dan berkebudayaan Latin, sedang Romawi Timur berbahasa dan berkebudayaan Yunani.

Lemahnya kekaisaran Romawi terlihat nyata pada waktu bangsa Goth
Barat menyerbu wilayahnya tanpa dapat dibendungnya (410 M). Lebih parah lagi waktu bangsa Vandal masuk wilayah Romawi dan melakukan pengrusakan serta perampokan, terpaksa dibiarkan saja (455 M). Sehingga pada masa sekarang yang disebut vandalisme adalah aksi pengrusakan.

Akhirnya tentara sewaan Jerman dibawah pimpinan Odoakar menguasai kota Roma (476 M). Peristiwa tersebut dijadikan tonggak sejarah Eropa, menjadi batas Zaman Kuno dengan Abad Pertengahan. Sementara itu Romawi Timur masih dapat bertahan 10 abad.

Namun akhirnya Romawi Timur runtuh di tangan bangsa Turki. Yaitu pada saat ibu kota Constantinopel dapat direbut oleh bangsa dari Timur (1453 M). Keruntuhan Romawi Timur (Byzantium) dijadikan tonggak sejarah yang memisahkan Abad Pertengahan dengan Zaman Baru.

Setelah Romawi Barat jatuh ke tangan bangsa Jerman, di bawah pimpinan Gereja Katolik dibentuk negara Romawi yang baru. Kemudian berkembang menjadi Negara Vatikan di bawah pimpinan Paus dan Roma dijadikan sebagai pusatnya.

invasi kekaisaran romawi
Gambar invasi kekaisaran Romawi

5. Sumbangan Bagi Peradaban Modern

Yunani Kuno dan Romawi Kuno merupakan dua negara utama dari Eropa zaman kuno yang menghasilkan peradapan klasik (classical civilization). Budaya klasik tersebut merupakan dasar budaya barat yang besar sumbangannya bagi peradaban modern. Berikut diberikan uraian berdasarkan bidangnya.

5.1 Organisasi Negara

a) Politik

Cara pengaruh polis (negara kota) zaman Yunani Kuno menimbulkan pemikiran politik. Ada pemikiran yang oligarkis demokratis seperti yang dianut oleh Athena, ada yang aristokratis militer seperti dianut oleh Sparta.

Yang pertama akan menghasilkan pemerintahan republik. Sedangkan yang kedua ke pemerintahan otoriter dengan variasi sebagai monarki absolut atau diktator.

b) Hukum

Negara sekian lama semakin dimantapkan dengan hukum yang berlaku. Banyak himpunan hukum (codex) atau himpunan pendapat para ahli hukum (pandect) yang kemudian dikembangkan oleh negara-negara modern. Sehingga sekarang tidak ada negara yang berdiri tanpa hukum.

c) Militer

Melalui organisasi kemiliteran, bangsa Romawi mampu untuk mengembangkan diri. Banyak istilah-istilah dalam bidang kemiliteran yang sampai sekarang masih dipergunakan, misalnya legiun, divisi dan kavaleri.

Berkat ketangguhan kemiliterannya maka Romawi berkembang menjadi negara besar. Dengan wilayah mengelilingi Laut Tengah yang dianggap sebagai lautnya sendiri (Mare Nostrum).

d) Pertahanan

Romawi menjadi imperium yang disebut Romanum Imperium. Kerapian organisasi dan perluasan pengaruhnya sekarang diwarisi oleh Gereja Katolik Roma. Pada mulanya Romawi mempergunakan konsep pertahanan, bahwa setiap warga negara diwajibkan ikut dalam pembelaan negara. Yang sampai sekarang masih dianut oleh setiap negara.

Kemudian setelah Romawi menjadi besar dan makmur, muncul ide adanya tentara sewaan yang memerosotkan ketahanan nasionalnya. Secara fisik Romawi membentuk sistem pertahanan berupa benteng di perbatasan negara (limes).

e) Penjajahan

Bangsa Yunani yang memiliki tanah air tandus terus mendorong kaum taninya (colonus) pindah ke daerah lain yang subur. Dan menjadikannya sebagai bagian negerinya. Hal demikianlah yang melahirkan kolonialisme. Sedangkan bangsa Romawi dengan tentaranya menduduki daerah lain dan dijadikan milik negaranya (imperium) yang melahirkan faham imperialisme.

Dalam paham penjajahan, masyarakat dibedakan atas warga kelas satu, yang hanya dimiliki oleh warga negara Romawi (Homo Romanus). Sedangkan penduduk jajahan merupakan warga kelas dua.

f) Strategi

Dalam menghadapi daerah jajahannya yang luas, Romawi sering menjalankan politik devide et impera. Yaitu politik memecah belah agar mudah dikuasai.

Cara demikian kemudian ditiru oleh negara-negara modern. Teristimewa bila tentaranya sedikit sedangkan lawannya mempunyai jumlah tentara yang banyak. Seperti yang dilakukan Belanda di Indonesia atau Inggris di India.

5.2 Kebudayaan

a) Pendidikan

Socrates dari Yunani telah mengembangkan pendidikan untuk remaja yang disajikan dengan cara diskusi. Kemudian dikembangkan oleh muridnya bernama Aristoteles dengan mendirikan academica. Sedangkan kaisar Romawi seperti Hadrianus menjalankan test untuk calom pegawai.

Kemudian disempurnakan dengan melalui pendidikan tertentu sesuai dengan bidangnya. Sampai sekarang banyak negara yang menganut kedua sistem pendidikan itu, baik swasta maupun pemerintah.

b) Seni dan sastra

Setelah rakyat memperoleh kemakmuran dalam hidupnya, diperlukan kesenian sebagai kebutuhan rohani untuk dinikmati. Sebuah teater tempat rakyat menikmati seni musik dan seni drama dibangun di bagian atas kota Athena yang disebut Acropolis.

Di samping itu seni sastra dari zaman Yunani Kuno dan Romawi Kuno seperti Illias, Odysse dan Kitab Aeneis demikian terkenalnya. Sehingga menjadi sastra dunia.

c) Ilmu pengetahuan

Secara umum ilmu pengetahuan disebut philosophia yang sekarang diartikan sebagai filsafat. Dari cara berpikir filsafat kemudian lahir ilmu pengetahuan alam yang mempersoalkan masalah-masalah atau gejala alam. Misalnya bumi, bulan, matahari, bintang sebenarnya apa dan bagaimana peredarannya.

Kemudian berkembang ilmu pengetahuan sosial yang mempersoalkan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan manusia, seperti sejarah, ekonomi dan hukum.

d) Bangunan

Dengan materi batu pualam (marmer) yang banyak terdapat di Yunani dan Romawi. Memberikan bukti sejarah tentang hebatnya bangunan pada zaman itu. Gaya bangunan dari Ionia dan Doria dikenal sebagai seni klasik. Yang pada zaman modern dikembangkan menjadi neo klasik dan sangat artistik.

Bangunan untuk dewa Yunani seperti yang terdapat di Acropolis menjadi tiruan bangunan modern dalam ukuran besar. Indonesia pernah dijajah Belanda memiliki bangunan perkantoran dan perumahan dengan gaya klasik tersebut.

Untuk pusat pemerintahan kota, negara-negara modern banyak meniru Forum Romanum. Yang pusat kotanya terdiri atas tanah lapang dan disekitarnya dibangun rumah instansi. Selain itu pada zaman Romawi dapat menghasilkan Aquaduct sebagai sarana pembuangan air dari kota ke luar daerah untuk penyaluran air. Serta Coloseum untuk arena pertartandingan.

e) Olah raga

Salah satu wujud pendidikan yang penting adalah pendidikan jasmani. Selain untuk pedoman men sana in corpore sano atau dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Olahraga juga dipergunakan sebagai hiburan.

Yunani memulai dengan Olympiade yang pada mulanya dipergunakan untuk menyenangkan para dewa di bukit Olympus. Namun sekarang Olympiade diadakan sebagai wujud keterampilan raga untuk menyenangkan penonton.

Sedangkan bangsa Romawi membangun Coloseum sebagai arena pertandingan gladiator yaitu manusia diadu seperti binatang dengan mempergunakan pedang. Yang menang mendapat hadiah dan nama yang harum. Sedangkan yang kalah akan diledek dan kalau perlu dibinasakan dalam arena itu juga.

pertandingan di coloseum
Gambar pertandingan di Coloseum

Budaya-budaya klasik di atas yang bersifat duniawi dan manusiawi pada zaman abad pertengahan di Eropa. Terdesak oleh agama Nasrani yang berkembang pesat di bawah pimpinan Paus di Roma.

Sebagai Renaisans dan Humanisme budaya klasik tersebut lahir kembali pada akhir abad pertengahan. Budaya Renaisans dan Humanisme dikembangkan di Eropa pada zaman baru. Yang menyebabkan benua tersebut lebih cepat maju dibandingkan dengan negara-negara timur yang semula menjadi tempat lahirnya peradaban tersebut.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *