Sejarah Islam Dalam Perkembangannya di Indonesia

  • 4 min read
  • Apr 24, 2020
sejarah islam di indonesia

1. Sejarah Islam dan Cara Penyebarannya

Hubungan perdagangan Indonesia dengan India dilakukan oleh pedagang-pedagang Islam. Khususnya yang berasal dari Gujarat. Sebuah nisan di daerah Tuban yakni Batu Leran yang berangka tahun 1082 M. Menunjukkan dalam sejarah islam bahwa telah ada orang Islam di daerah tersebut.

Dalam masa kejayaan Kediri juga menunjukkan banyak orang-orang Islam datang berdagang. Demikian juga pada masa kejayaan Majapahit seperti yang diberitakan oleh bangsa Cina.

Kerajaan-kerajaan sejarah Islam yang pertama di Indonesia terdapat di Pantai Timur Sumatra seperti Perlak, Samudera Pasai, dan Aceh. Melalui jalan perdagangan yang telah terjalin pada masa sebelumnya agama Islam meluas di Indonesia.

Daerahnya tidak lagi terbatas di Indonesia bagian barat saja tetapi telah sampai di Indonesia bagian timur. Seperti Hitu (Ambon), Ternate dan Tidore. Perkampungan pedagang Muslim yaitu pedagang Islam yang berasal dari negeri asing disebut Pekojan.

masjid agama islam tertua di aceh
Gambar masjid tertua di Aceh

Islam merupakan salah satu agama yang monoteistis artinya agama yang mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan sensus pada tahun 1971 ada 108,9 juta bangsa Indonesia yang beragama Islam. Hal itu berarti 90% dari seluruh bangsa Indonesia saat itu beragama Islam.

2. Faktor-Faktor Penyebaran Dalam Sejarah Islam

Faktor-faktor yang menyebabkan penyebaran agama Islam cepat meluas di Indonesia antara lain :

a) Syarat-syarat masuk Islam mudah

Syarat-syarat penerimaan masuk Islam sangat mudah. Seseorang telah dianggap masuk Islam apabila ia telah mengucapkan kalimat Syahadat. Yang berisi pengakuan bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah.

b) Upacara keagamaan Islam sederhana

Upacara-upacara dalam Islam sangat sederhana. Sederhananya upacara berarti meringankan biaya, sehingga bagi rakyat kecil hal demikian sangat baik dan cocok.

c) Islam tidak mengenal kasta

Islam tidak mengenal sistem kasta, semua makhluk dinilai sama. Masyarakat dari kasta Waisa dan terlebih dari kasta Sudra sangat tertarik masuk Islam. Sebab dengan demikian derajatnya sebagai warga masyarakat terangkat ke atas.

Padahal jumlah penduduk dari kedua lapisan itu sangat besar. Dapat dikatakan bahwa Islam dikembangkan melalui lapisan bawah dalam masyarakat.

d) Adanya kesamaan unsur

Agama Islam yang menyebar di Indonesia pada masa permulaannya berasal dari Gujarat. Sebelum sampai di Gujarat Islam menyebar melalui daerah Irak dark Iran. Di daerah ini Islam mendapat pengaruh unsur tasawuf.

Setelah menyebar di Gujarat agama Islam mendapat unsur Hindu. Sehingga penyebaran agama Islam di Indonesia khususnya di Jawa lebih mudah dapat dilakukan. Karena telah ada unsur-unsur yang sama misalnya istilah sembahyang. Yang berarti menyembah Hyang tetap dipergunakan untuk melaksanakan sholat.

e) Penyebaran Islam dengan jalan damai

Sejarah islam dalam penyebaran agama khususnya di Jawa dilakukan dengan jalan damai. Tidak dipergunakan cara kekerasan ataupun paksaan. Tetapi disesuaikan dengan keadaan sosial budaya yang ada. Salah satu contoh tradisi yang sampai sekarang masih dilakukan adalah Perayaan Sekaten atau Gerebeg Maulud.

Tradisi tersebut dimulai oleh Sunan Kalijogo, salah seorang dari sembilan wali (Wali Songo). Untuk menyambut Hari Raya Maulud yaitu hari lahir Nabi Muhammad saw di serambi masjid Demak dibunyikan gamelan. Pengertian sekaten itu sendiri masih simpang siur.

Pendapat pertama mengatakan bahwa mereka yang berkeinginan masuk Islam diwajibkan membaca kalimat Syahadat atau Syahadatain yang dilafalkan menjadi Sekaten. Pendapat lainnya mengatakan bahwa gamelan yang dibunyikan itu bernama Kyai dan Nyai Sekati sehingga perayaannya disebut Sekaten.

Perayaan tersebut ditutup dengan suatu kenduri besar yang dibagikan kepada rakyat. Kenduri besar itu merupakan Gerebeg yang pada mulanya merupakan suatu upacara menghormati roh nenek moyang dari zaman Hindu. Karena upacara itu dijatuhkan dalam perayaan Maulud maka disebut sebagai Gerebeg Maulud.

Dengan penyiaran agama Islam yang demikian terjadi akulturasi ataupun sinkretisme antara unsur-unsug animisme, hinduisme, dan islamisme. Cara damai lainnya dapat dilihat dari masih utuhnya candi-candi Hindu di Indonesia. Masjid Kudus mempergunakan bangunan Hindu sebagai menaranya.

masjid agama islam menara kudus
Gambar masjid menara Kudus
f) Melalui perkawinan

Banyak pedagang Islam asing yang menikah dengan wanita pribumi, keturunannya adalah Islam. Melalui garis keturunan demikian sejarah Islam menyebar.

Faktor politik yang kemudian ikut memperlancar penyebaran agama Islam adalah jatuhnya kekuasaan Majapahit sebagai kekuasaan Hindu (1478 atau 1526 M). Serta jatuhnya kekuasaan Malaka sebagai pusat agama Islam di Asia Tenggara ke tangan Portugis (1511 M).

Setelah Majapahit jatuh sejarah Islam di bawah pimpinan raja-raja Islam dapat berkembang dan wilayahnya lebih luas. Sedangkan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis menyebabkan banyak orang meninggalkan Malaka untuk mendirikan pusat-pusat perdagangan baru. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya pusat agama Islam. Misalnya Aceh, Banjarmasin dan Banten.

3. Proses Penyebaran Dalam Sejarah Islam

Penyebaran agama Islam terjadi melalui beberapa proses. Pertama, melalui jalan dagang dan penyebarnya pada umumnya adalah pedagang-pedagang juga. Adanya hubungan dagang antara pedagang-pedagang Islam dengan kasta Waisa maupun kasta Ksatria. Yang memegang peranan dalam perekonomian menyebabkan Islam cepat meluas.

Kedua, dengan cara dakwah oleh sembilan wali yang disebut Wali Songo. Wali artinya wakil atau utusan. Selain memiliki pengetahuan Islam para wali juga memiliki kelebihan yang disebut karomah. Sehingga mereka dapat dipercayai dan diikuti pahamnya. Mereka diberi gelar Sunan yang berarti dihormati.

Ketiga, penyebaran dalam sejarah Islam dilakukan melalui pendidikan di pondok atau pesantren. Dalam lingkungan seperti asrama, pendidikan pondok atau pesantren diikuti oleh berbagai pemuda dari berbagai daerah.

Dalam pondok para santri memasak, mencuci pakaian sendiri di samping mengikuti agama yang diberikan oleh kyai. Yaitu orang yang ahli dalam agama Islam. Di antara pondok atau pesantren yang sampai sekarang terkenal adalah Tebu Ireng (Mojokerto), Krapyak (Yogyakarta), dan Gontor (Ponorogo).

4. Sejarah Wali Songo

Wali Songo merupakan tokoh dalam sejarah islam. Terdiri dari lima orang bermukim di Jawa Timur, tiga orang di Jawa Tengah dan seorang di Jawa Barat. Pusat perdagangan pada waktu itu memang di Jawa Timur kemudian beralih ke Jawa Tengah dan akhirnya meluas ke Jawa Barat. Para Wali tersebut adalah :

  • Sunan Ngampel yang semula bernama Raden Rahmat. Berkedudukan di Ngampel Surabaya.
  • Sunan Drajat yang semula bernama Masih Munat, putra Raden Rahmat. Berkedudukan di Drajat dekat Sedayu (Surabaya).
  • Sunan Kudus yang semula bernama Undung, berkedudukan di Kudus.
  • Maulana Malik Ibrahim yang kabarnya berasal dari Persia, kemudian berkedudukan di Gresik.
  • Sunan Giri yang semula Raden Paku, murid sunan Ngampel. Berkedudukan di bukit Giri dekat Gresik.
  • Sunan Muria yang berkedudukan di lereng Gunung Muria di daerah Kudus.
  • Makdum Ibrahim atau sunan Bonang, putra dari Raden Rahmat. Sunang Bonang berkedudukan di Bonang dekat Tuban.
  • Sunan Gunungjati yang semula bernama Fatahillah atau Falatehan yang berasal dari Samudera Pasai. Dapat merebut Sunda Kelapa dan Banten kemudian menetap di Gunungjati dekat Cirebon.
  • Sunan Kalijogo yang semula bernama Joko Said. Berkedudukan di Kadilangu dekat Demak.

Di samping Wali Songo tersebut terdapat Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang. Karena ilmu tasawuf belum tepat saatnya diajarkan maka ia dihukum bakar dan dianggap tidak termasuk Wali Songo.

candi bantar makam sunan bayat
Gambar candi bantar makam sunan Bayat

Penyebar Islam di pedalaman Jawa Tengah adalah Sunan Tembayat atau Sunan Bayat yang berkedudukan di Klaten. Datuk ri Bandang di Sulawesi Selatan, Tuan ri Bandang dan Tuan Tunggang Paranga di Kutai.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *