Islam – Sejarah dan Perkembangannya

  • 6 min read
  • Apr 24, 2020
sejarah dan perkembangan islam

1. Lahirnya Islam

1.1 Arab

Jazirah Arab dimana sejarah Islam lahir terletak antara daerah Mesopotamia dengan Mesir merupakan daerah yang terdiri atas padang pasir (badiyah). Sehingga penduduknya disebut Badawi artinya penduduk padang pasir. Jazirah tersebut pada umumnya merupakan tanah tandus.

Di tempat-tempat yang terdapat sumber air (oase) penduduk dapat menanam gandum, kurma dan memelihara ternak seperti domba, kuda dan onta. Banyak penduduk pindah ke daerah-daerah di dekatnya yang lebih subur seperti Mesopotamia, Israel, dan Mesir. Bangsa Arab sekeluarga dengan bangsa Babilonia, Asiria dan Israel.

Bahasa mereka termasuk keluarga bahasa Sem. Mata pencarian yang menguntungkan bangsa Arab khususnya Arab Tengah adalah perdagangan. Karena letak daerah itu dilalui jalan dagang antara Mesir dengan Mesopotamia. Yaman yang terletak di Arabia Selatan merupakan daerah subur, karena banyak turun hujan.

Di bagian inilah pada zaman dahulu terdapat peradaban Arab. Agama Islam merupakan agama yang sudah monoteistis seperti agama Yahudi dan Nasrani sebelumnya. Islam disiarkan oleh Nabi Muhammad saw (sallallahu alaihi wasallam) yang berarti mudah-mudahan Muhammad diberkati dan diberi keselamatan.

1.2 Nabi Muhammad

Nabi Muhammad dilahirkan tanggal 22 Rabiulawal tahun 571 M di Mekah. Dan wafat pada tanggal dan bulan yang sama tahun 632 M dan dimakamkan di Madinah. Waktu masih dalam kandungan telah menjadi nabi yatim dan dalam usia tiga tahun menjadi yatim piatu.

Sehingga nabi Muhammad dibesarkan oleh pamannya (Abu Thalib). Setelah dewasa ia memimpin kafilah yaitu rombongan onta yang membawa barang-barang dagangan. Beliau menikah dengan seorang janda kaya bernama Khadijah.

Dalam kegiatannya memimpin kafilah dan berdagang di negeri lain beliau banyak bergaul dengan pedagang yang beragama Yahudi maupun Nasrani. Nabi Muhammad berasal dari keluarga Quraisy suatu keluarga terhormat di Mekah sebelum zaman Islam. Dan mengurusi Kabah yang waktu itu sudah merupakan tempat suci bangsa Arab.

Bangsa Arab terdiri atas banyak suku yang sebelumnya masih menyembah berhala. Zaman sebelum Islam disebut Zaman Jahiliyah artinya zaman kebodohan. Karena mereka masih menyembah berhala dan banyak melakukan upacara-upacara dengan mengorbankan anak-anak.

Lahirnya agama Islam mengakhiri Zaman Kebodohan dan membimbing bangsa Arab untuk menganut agama monoteistis serta menyatukan mereka.

kabah di mekah sejarah islam
Gambar Kabah di kota Mekah

2. Hari-Hari Besar Islam

Seperti agama lain dalam agama Islam juga dikenal hari-hari besar yang setiap tahun dirayakan. Umat Islam mempergunakan tarikh yang didasarkan peredaran bulan (Qamariah) yang jumlahnya hanya 354 hari setahun. Sehingga setahunnya kira-kira sebelas hari lebih cepat daripada tahun Masehi yang mempergunakan perhitungan peredaran matahari (Samsyiah).

Tarikh Islam disebut Hijriyah yang dimulai pada tahun 622 M. Hitungannya dimulai sejak Nabi Muhammad hijrah artinya pindah dari Mekah ke Madinah. Karena ajaran Nabi Muhammad banyak mendapat tantangan dari orang-orang Mekah. Tahun baru Islam dimulai pada tanggal 1 Muharam (Asyura).

Pemerintah RI telah menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur. Hari-hari besar Islam diantaranya :

  • Maulud Nabi merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad saw yang jatuh pada tanggal 12 Rabiulawal tahun Gajah (571 M). Sedangkan hari wafatnya tanggal 12 Rabiulawal tahun 11 Hijriyah (632 M) tidak dirayakan.
  • Nuzul Al Quran yang pertama jatuh pada tanggal 17 bulan Ramadhan. Peristiwa itu terjadi di Gua Hira ketika Nabi Muhammad menerima wahyu dalam usia empat puluh tahun. Tentang belum adanya kepastian tanggalnya dibandingkan dengan perayaan Waisak pada agama Budha dan Jumat Agung pada agama Nasrani.
  • Isyra’ dan Mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad saw dengan kendaraan buraq. Dari Masjidil Haram di Mekah melalui Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isyra’) menuju langit ketujuh (Mi ‘raj) pada tanggal 27 Rajab. Di langit ketujuh itulah Nabi Muhammad saw mendapat perintah menjalankan shalat lima kali dalam sehari.
  • Idul Adha atau Idul Kurban diadakan pada tanggal 10 Zulhijah bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji. Pada Idul Adha umat Islam mengadakan kurban (pemotongan hewan ternak) untuk dibagi-bagikan kepada yang berhak seperti fakir miskin. Di Indonesia Idul Adha dikenal sebagai Hari Raya Haji.
  • Idul Fitri diadakan pada tanggal 1 Syawal, setelah umat Islam selesai menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Di Indonesia Idul Fitri dikenal dengan hari raya Syawal atau lebaran, dan merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk saling memaafkan.

3. Perluasan Islam

Setelah Nabi Muhammad saw wafat (632 M) kedudukan beliau sebagai Nabi tidak mungkin dapat digantikan. Karena beliau merupakan nabi penutup atau nabi terakhir. Sedangkan kedudukannya sebagai kepala pemerintah dapat digantikan oleh orang-orang yang mendapat gelar khalifah artinya pemimpin atau pengganti.

Ada empat orang khalifah yang baik atau benar sehingga disebut Khulafaur Rasyidin. Keempat khalifah tersebut adalah Khalifah Abu Bakar (632-634 M), Khalifah Umar (634 – 644 M), Khalifah Usman (644-656 M) dan Khalifah Ali (656-661 M). Pada masa itu agama meluas ke timur (Asia Barat) di bawah Khalid bin Walid.

Sedangkan yang ke arah barat (Afrika Utara) di bawah Amru bin As. Motif-motif yang mendorong perluasan wilayah (ekspansi) adalah selain untuk menyebarkan agama Islam juga untuk keperluan ekonomi. Dan untuk mempersatukan suku-suku Arab agar mereka tidak bemusuhan.

3.1 Jalur Eropa

Selain di Asia dan Afrika agama Islam juga disebarkan ke Eropa melalui tiga jalan yaitu jalan barat, tengah, dan timur. Jalan barat dimulai dari Afrika Utara melalui Semenanjung Iberia di bawah pimpinan Al Tarik pada tahun 711 M.

Dengan melalui sebuah pulau Jabal Al Tarik yang oleh bangsa barat dilafalkan menjadi Gibraltar. Tentara Islam dapat menduduki Semenanjung Iberia. Setelah melewati Pegunungan Pirenia tentara Islam ditahan oleh tentara Perancis di bawah Karel Martel di kota Poitiers (732 M).

Perluasan melalui jalan tengah dilakukan dari Tunisia melalui Sisilia dan menuju Semenanjung Apenina. Untuk beberapa lama bangsa Arab dapat menduduki Sisilia dan Italia Selatan. Tetapi kemudian dapat direbut kembali oleh bangsa Nordia (abad ke-11).

Melalui jalan timur tentara Islam ditahan oleh Kaisar Leo III dari Byzantium (717 M). Tetapi bangsa Turki akhirnya berhasil juga merebut ibu kota Byzantium pada tahun 1453 M di bawah Sultan Muhammad II. Dari Byzantiu tentara Islam dapat mendesak tentara barat sampai depan kota Wina (Austria).

Setelah itu tentara Islam mundur kembali ke Semenanjung Balkan. Kira-kira empat abad lamanya Semenanjung Balkan itu dikuasai Islam. Namun dalam abad ke-19 daerah tersebut berhasil melepaskan diri. Tetapi kota Constantinopel yang sekarang bernama Istambul masih tetap di tangan Turki.

Agama Nasrani yang berasal dari Timur Tengah sangat besar pengaruhnya di Eropa. Sehingga agama tersebut yang mewarnai sejarah Eropa pada Abad Pertengahan. Agama Islam yang juga berasal dari Timur Tengah juga besar pengaruhnya terhadap Eropa dalam bidang politik, ekonomi dan kebudayaan.

jalur perluasan islam
Gambar peta jalur perluasan islam

3.2 Kemunduran Eropa

Eropa dalam abad ke 7-8 M mengalami kemunduran yang disebabkan karena beberapa hal. Seperti lemahnya kerajaan Spanyol di Semenanjung Iberia karena raja-rajanya lebih mengutamakan kemewahan hidup daripada pertahanan negaranya. Sehingga mereka tidak mampu
menghadapi masuknya bangsa Got Barat ke negeranya.

Kerajaan Byzantium juga mundur karena perpecahan dari dalam. Yang disebabkan antara lain adanya perbedaan agama Katolik Yunani dengan Nestoria yang sama agama Nasrani. Di Spanyol maupun Byzantium kaum tani merasa tertindas hidupnya oleh tuan-tuan tanah. Setelah daerah-daerah tersebut dikuasai Islam petani-petani memperoleh pembagian tanah sehingga mereka tidak bersikap anti Islam.

4. Perpecahan Islam

Dalam pemerintahan Khalifah Usman (644 – 656 M) mulai terjadi hal yang kurang baik. Banyak pejabat tinggi pemerintahan berasal keluarganya. Golongan yang kurang senang berpendapat agar keturunan Nabi Muhammadlah yang sebaiknya menjadi khalifah.

Golongan ini disebut golongan Syi’ah sedangkan golongan yang menolak dan didukung keluarga Ummaiyah disebut golongan Sunnah. Usman yang berasal dari keluarga Ummaiyah terbunuh oleh kaum pemberontak. Lalu terpilih Ali sebagai Khalifah (656-661 M). la adalah menantu Nabi Muhammad saw suami Fatimah.

Golongan Sunnah tidak mengakuinya sehingga terjadi perang. Ali dibunuh oleh bekas pengikutnya pada saat sholat Shubuh dan akhirnya keluarga Ummaiyah menang. Khalifah-khalifah yang kemudian timbul lebih bersifat kerajaan dan duniawi.

Kepala negaranya memerintah secara turun-temurun. Jadi bukan lagi sebagai kekhalifahan yang kepala negaranya dipilih dan bersifat keagamaan. Di antara kekhalifahan yang terkenal adalah Ummaiyah, Abbasiyah dan Fatimiyah.

4.1 Khalifah Ummaiyah (661-750 M)

Kekhalifahan di bawah keluarga Ummaiyah yang berkedudukan di Damsyik (Siria). Pada masa pemerintahannya ekspansi Islam dilakukan sampai di Samarkand (Asia), Marokko (Afrika Barat Laut), dan Spanyol (Eropa Barat Daya). Pada tahun 750 M keluarga Abbas berhasil merebut kekuasaan.

Hampir seluruh keluarga Ummaiyah terbunuh, kecuali Pangeran Abdulrakhman. Pangeran ini berhasil menyelamatkan diri dan meneruskan pemerintahannya di Iberia dengan Kordoba sebagai pusatnya. Oleh karena itu kekhalifahannya disebut juga Khalifah Barat.

Dalam pemerintahan Abdulrakhman III (922-972 M) Kordoba menjadi pusat peradaban dan bahkan di sana telah berdiri perguruan tinggi. Di situlah bangsa barat memperoleh pengetahuan timur yang dibawa bangsa Arab dari daerah Mesopotamia melalui Mesir dan kemudian kekhalifahan mundur.

Sementara itu bangsa Spanyol secara berangsur-angsur dapat merebut kembali daerahnya (reconquista). Akhirnya kota Granada yang menjadi benteng Islam terakhir di Semenanjung Iberia dapat direbut oleh bangsa Spanyol di bawah Ratu Isabella (1492 M).

4.2 Khalifah Abbasiyah (750-1258 M)

Didirikan oleh Abbas al Saffah yang berhasil merebut kekuasaan keluarga Ummaiyah (750 M). Wilayahnya meliputi daerah Asia Barat Daya dengan ibu kota Bagdad. Kekhalifahannya disebut juga Khalifah Timur dan mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al Rasyid (786-809 M).

Bagdad menjadi pusat peradaban dan perdagangan dunia timur. Kebudayaan Arab campur dengan kebudayaan-kebudayaan sebelumnya seperti Babilon, Persia dan Yunani. Bagdad menjadi pertemuan jalan dagang dari Asia Timur yang melalui jalan darat dan laut.

Jalan darat dari Cina melalui Samarkand dan jalan laut dari Cina melalui Indonesia dan India. Dari Bagdad perdagangan diteruskan ke Siria menuju Eropa. Setelah Harun al Rasyid wafat kekhalifahan Timur mengalami kemunduran dan berakhir karena dihancurkan Hulagu putra Jengis Khan (1258 M).

4.3 Khalifah Fatimiyah (919-1171 M)

Didirikan oleh golongan Syi’ah yang ingin mempertahankan keturunan Nabi Muhammad saw sebagai khalifahnya. Pada mulanya pusatnya di Tunisia kemudian pindah ke Mesir dengan Kairo sebagai pusatnya. Perguruan tinggi Al Azhar menjadi sebuah pusat pengetahuan dan peradaban Arab sampai sekarang.

al azhar kairo
Gambar perguruan tinggi Al Azhar Kairo

Kekhalifahan Fatimiyah berakhir dengan direbutnya daerah Mesir oleh Sultan Salahudin dari Turki (1171 M). Kemudian kekhalifahan Turki dianggap sebagai kekhalifahan penerus. Dan berakhir setelah Turki menjadi Republik di bawah pimpinan Mustafa Kemal Pasha (1922 M).