Yunani Kuno – Sejarah Peradaban Kuno Eropa

  • 8 min read
  • Apr 25, 2020
yunani kuno

1. Yunani Kuno

1.1 Kondisi Alam Yunani

Yunani merupakan ujung tenggara Benua Eropa. Wilayah Yunani meliputi Laut Ionia dan sebagian besar kepulauan yang berada di Laut Aegea. Pantainya berteluk-teluk dan memiliki beberapa tanah genting seperti Peloponesos dan Chalcidia.

Sebagian besar wilayahnya bergunung-gunung sehingga negerinya terpisah antara satu dengan yang lain. Dataran rendahnya terdapat di dekat laut dan terbentuk oleh endapan lumpur sungai. Tanah Yunani yang bergunung-gunung pada umumnya tidak subur.

Di lereng-lereng pegunungan orang dapat menanam tanaman seperti gandum dan anggur. Dengan keadaan alam demikian membuat bangsa Yunani pindah ke daerah lain yang subur seperti Turki, Mesir dan Palestina.

Pada umumnya mereka yang pindah adalah petani (colonus) dan mendirikan koloni di negara lain. Kaum kolonis tetap memelihara hubungannya dengan Yunani sebagai negara asalnya (motherland). Letaknya yang strategis antara Asia dengan Eropa juga mendorong bangsa Yunani hidup dari perdagangan dan pelayaran.

1.2 Penduduk Yunani

Bangsa Yunani termasuk bangsa Indo Jerman yang memasuki wilayahnya sekitar tahun 2000 SM. Pulau Kreta yang merupakan asal peradaban Yunani diduduki sekitar tahun 1250 SM. Bangsa Yunani terpecah belah oleh pegunungan yang banyak terdapat di negaranya.

Ada tiga golongan besar bangsa Yunani yaitu bangsa Ionia, bangsa Aeolia dan bangsa Doria. Bangsa Ionia tinggal di Jazirah Attaoi dan kepulauan sekitarnya dengan pusatnya Athena. Bangsa Aeolia di bagian utara Yunani dengan pusatnya Olyphia dan Delphi. Sedangkan bangsa Doria di Jazirah Peloponesos dengan pusatnya Sparta.

1.3 Pemerintahan Yunani

Bangsa dan negara Yunani masih terpecah belah dalam sejarah kuno. Mereka mendirikan pemerintahan kota (polis). Kota yang dikelilingi tembok sebagai pertahanan merupakan sistem pemerintahan Sparta dan Athena.

Tata pemerintahan Sparta sifatnya aristokratis militer yang diperoleh dari Lycurgus (sekitar 900 SM). Kaum bangsawan memegang peranan dalam pemerintahan. Sejak berumur tujuh tahun anak-anak sudah dijadikan anak negara yang memperoleh pendidikan militer sehingga penduduknya berjiwa militer.

Pimpinan pemerintahan ada di tangan dua orang raja yang masing-masing memiliki pasukan. Mereka memiliki Dewan Penasihat yang anggotanya terdiri atas orang-orang tua (ephorus). Dewan rakyat tidak memiliki peranan dalam tata pemerintahan Sparta.

Sedangkan tata pemerintahan Athena digariskan oleh Solon (sekitar 600 SM) dan sifatnya oligarkis demokratis. Pemerintahan berada di tangan orang baik-baik, tetapi kekuasaan ada di tangan rakyat. Karena jumlah rakyatnya sedikit, demokrasi dapat dilakukan dengan pemilihan langsung dalam menunjuk wakilnya untuk Dewan Rakyat.

Sebagai warga negara demokrasi, Solon mengeluarkan peraturan yang menguntungkan rakyat. Misalnya dilarang menjadikan seseorang sebagai budak karena utang. Mereka yang telah terlanjur dijadikan budak dibebaskan. Kepada rakyat kecil diberikan wakil dalam Dewan Rakyat.

Seorang negarawan terkenal lainnya yaitu Pericles (461-429 SM). Untuk menjamin keamanan negerinya terhadap gangguan asing ia mengadakan perjanjian, seperti perjanjian dengan Persia (448 SM) dan Sparta (446 SM).

Untuk kemakmuran rakyat diatur perdagangan dengan baik sehingga Athena menjadi pusat perdagangan di Laut Tengah. Kemakmuran tersebut menyebabkan kebudayaan Yunani berkembang pesat. Athena juga memperoleh keuntungan sebagai pimpinan Konfederasi Delos.

Kemudian sifat demokrasi Athena berubah karena merasa semakin kuat dan selalu berkuasa. Pusat Konfederasi Delos dipindahkannya ke Acropolis di Athena. Dan akan menindak dengan kekerasan apabila ada anggota persekutuan yang ingin melepaskan diri.

Keadaan yang tidak sehat itu diperingatkan oleh para perwira waktu itu seperti Demosclitus. Kedua corak pemerintahan tersebut sekarang merupakan pola pemerintahan dunia. Dengan sebutan diktatur militer dan demokrasi parlementer.

2. Peradaban Yunani

Bangsa Yunani (Hellas) telah memiliki peradaban tinggi yang diwarisi dan dikembangkan oleh bangsa Barat. Pada waktu Iskandar Agung menguasai Afrika dan Asia ia memadukan peradaban Barat dan Timur yang disebut Hellinisme. Peradaban Yunani sangat luas dan mencakup beberapa bidang.

2.1 Kepercayaan

Bangsa Yunani menyembah dan percaya dengan dewa-dewa, yang digambarkannya sebagai manusia biasa namun lebih sempurna. Dewa terbesar adalah Zeus yang dianggap sebagai bapak para dewa lainnya dan bapak semua manusia. Zeus menguasai langit dan bumi serta bertahta di bukit Olympus.

patung dewa zeus yunani
Gambar patung dewa Zeus

Permaisurinya bernama Hera yang merupakan dewi perkawinan. Dewa Apollo merupakan dewa matahari dan menjadi pelindung penyair, tinggal di bukit Helicon. Pallas Athena adalah dewa pelindung pengetahuan dan keperwiraan.

Aphrodite adalah dewi kecantikan. Hermes merupakan dewa perdagangan, sedangkan Poseidon adalah dewa laut. Hades menjadi dewa kematian yang tinggal di neraka yang dijaga oleh anjingnya bernama Cerberus. Masih banyak dewa lainnya dalam kepercayaan bangsa Yunani.

Selain itu manusia setengah dewa juga dipercayai oleh bangsa Yunani. Mereka pada umumnya merupakan perwira-perwira yang memiliki kesaktian tertentu. Perwira itu misalnya Paris, putra mahkota kerajaan Troya yang berhasil melarikan permaisuri Helena dari Kerajaan Sparta sehingga menimbulkan perang Troya.

Hector merupakan pahlawan Troya yang dapat dibunuh oleh pahlawan Sparta bernama Achilles. Tokoh-tokoh tersebut diceritakan dalam buku Illias. Dalam buku lain bangsa Yunani mengenal manusia setengah dewa seperti Theseus. Yang berhasil membunuh Minotaurus di gua Labyrinth di pulau Kreta yang mengingatkan kemenangan bangsa Yunani atas bangsa Kreta.

Bangsa Yunani juga percaya ramalan Delphi. Delphi merupakan nama sebuah kota dimana merupakan tempat tinggal sejumlah dewa. Bangsa Yunani akan datang terlebih dahulu ke Delphi apabila mereka melakukan sesuatu yang benar untuk mendapatkan ramalan.

Yang memegang upacara adalah pendeta-pendeta perempuan. Setelah membakar suatu bahan yang asapnya dapat memabukkan, pendeta-pendeta itu mengatakan sesuatu. Yang kemudian ditafsirkan sehubungan dengan rencana yang akan dijalankan.

2.2 Sastra

Sastra yang terkenal dari Yunani Kuno adalah dua buku cerita kepahlawanan Illias dan Odysse karya Homerus (abad 8 SM). Kitab Illias menceritakan peperangan antara Yunani melawan Troya yang berlangsung selama 51 hari. Peperangan disebabkan karena permaisuri Helena dari Sparta dilarikan oleh Paris, seorang putra mahkota kerajaan Troya.

Bangsa Yunani dipimpin oleh Agamenon, sedangkan bangsa Troya mempertahankan diri di bawah rajanya yang bernama Priamos. Dalam perang tersebut gugur pahlawan dari Troya bernama Hector yang dibunuh oleh pahlawan dari Yunani bernama Achilles.

Karena kuatnya pertahanan kota Troya di Asia Kecil, kemudian bangsa Yunani mencari akal dengan membuat kuda Troya (kuda Trojan). Kuda dibuat dari kayu dengan ukuran sangat besar yang memungkinkan sejumlah tentara Yunani masuk ke dalamnya.

kuda troya atau kuda trojan yunani
Gambar kuda Troya (kuda Trojan)

Kemudian didorong ke depan pintu gerbang Troya sehingga menarik perhatian penduduk kota. Setelah kuda ditarik masuk ke dalam kota keluarlah tentara Yunani yang kemudian berhasil menghancurkan kota Troya.

Perjalanan kembalinya para tentara Yunani dari perang Troya dikisahkan dalam kitab Odysse. Oddysseus adalah pencipta kuda Troya. Kisah perjalanan kembali tersebut merupakan kisah 40 hari dari 10 tahun peperangan Yunani melawan Troya.

Karena terlalu lama ditinggalkan oleh Oddysseus maka istrinya yang bernama Penelope menikah lagi. Sedangkan putranya dengan Oddysseus yang bernama Telemachos telah menjadi dewasa. Putra inilah yang berusaha mencari ayahnya.

Kedua kitab sastra tersebut merupakan sastra dunia yang dapat disejajarkan dengan kitab Mahabharata dan Ramayana dari India. Perang Troya sekiranya juga mengilhami Iskandar Agung dalam usahanya mengalahkan Persia untuk menciptakan kerajaan dunia yang diimpikannya.

2.3 Filsafat

Filsafat adalah pengetahuan yang bertujuan mencari kebenaran hakiki. Pengetahuan ini memerlukan banyak berpikir dan menghasilkan banyak ahli pikir (sophis) bangsa Yunani. Di antaranya yang terkenal adalah Socrates, Plato dan Aristoteles.

a) Socrates (469-399 SM)

Mengemukakan antara lain bahwa kebenaran umum itu ada dan hendaknya seseorang mengenal dirinya sendiri. Manusia berbeda dengan makhluk lain karena memiliki akal. Akal dan pikiran manusia itulah yang menentukan tingkah lakunya.

Sedangkan akal yang mengatur segala-galanya adalah Tuhan dalam pengertian kita sekarang. Apabila manusia mati, rohnya tetap ada dan kembali ke asalnya. Socrates mengajarkan filsafat kepada anak-anak muda dengan berdebat.

la memberikan contoh yang konsekuen dalam mentaati undang-undang. Contoh itu diwujudkan dengan tindakannya yang tidak mau melarikan diri menghindari hukuman mati yang dijatuhkan kepadanya. Karena tuduhan meracuni jiwa anak-anak muda (399 SM).

b) Plato (427-346 SM)

Mengajarkan filsafat manusia dan alam. la mengajarkan kenyataan-kenyataan yang tidak berubah, padahal alam bersifat berubah-ubah. Alam akan kembali kepada Yang Satu, yang tetap dan menjadi sumber segala-galanya.

Jiwa manusia adalah perpaduan dari daya pikir, daya marah dan daya nafsu. Masyarakat tersusun dari tiga tenaga yaitu pemerintah, tentara dan rakyat. Dalam bukunya Republik, Plato mengemukakan tentang kebahagiaan hidup yang dapat dicapai jika manusia bekerja dengan wataknya dan wanita diangkat derajatnya.

c) Aristoteles (384-322 SM)

Hidup satu zaman dan menjadi guru bagi Iskandar Agung. Filsafat yang diajarkan lebih luas dari pendahulunya. la mengemukakan tentang Tuhan yang tidak berubah-ubah. Manusia mempunyai jiwa yang bukan merupakan benda dan tidak pula merupakan daya.

Dalam alam akhirat jiwa manusia akan merasakan kenikmatan dan kelezatan. Manusia memiliki keutamaan pikiran dan kerja (amal). la berpendapat bahwa pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang mengutamakan kebahagiaan seluruh warga.

Jenis pemerintahan itu seperti pemerintahan monarki, aristokrasi dan republik. Sedangkan pemerintahan demokrasi, oligarki dan tirani dikatakan tidak baik. Aristoteles mengemukakan tiga macam pendidikan yaitu jasmani, budi pekerti dan pikiran.

2.4 Pengetahuan

Yunani juga melahirkan ahli-ahli pengetahuan yang ternama. Dalam bidang sejarah, ahli yang terkenal adalah Herodotus (sekitar 484-425 SM). la banyak mengunjungi daerah-daerah lain seperti Mesir dan Persia.

Tentang Mesir, dikatakannya bahwa negeri itu merupakan hadiah Sungai Nil. Sedangkan tentang Yunani dan Persia, dikemukakan bahwa kedua negara itu terlibat dalam Perang Persia yang berlangsung sampai tiga kali. Herodotus dianggap sebagai Bapak Sejarawan.

Thukydides merupakan sejarawan lain (sekitar 460-393 SM) yang menceritakan Perang Peloponesos antara Athena dengan Sparta. Penulisannya kritis sehingga ia dianggap sebagai pelopor penulisan sejarah modern.

Dalam ilmu pasti ahli yang terkenal adalah Pythagoras (sekitar 750-500 SM). la banyak berfilsafat tentang angka. Dalilnya yang terkenal menyebutkan bahwa dalam segitiga siku-siku, jumlah kuadrat kedua sisinya sama dengan kuadrat sisi depan sudut siku-siku.

ahli Pythagoras
Gambar Pythagoras

Sedangkan dalam ilmu alam ahli yang terkenal adalah Archimedes (287-212 SM), yang antara lain menemukan hukum Archimedes. Yaitu bahwa berat benda terapung sama dengan benda cair yang dipindahkan. Selain ahli ilmu alam ia juga ahli ilmu pasti.

Sedangkan dalam ilmu politik dapat disebut nama Plato dan Aristoteles yang juga ahli filsafat seperti telah diuraikan di atas.

2.5 Bangunan

Kepercayaan bangsa Yunani telah mendorongnya membuat bangunan indah untuk memuja dewa-dewa.

a) Masa Permulaan (776-476 SM)

Pada masa permulaan bangunan Yunani banyak dibuat di daerah-daerah koloni. Misalnya di Italia Selatan diketemukan kuil Harakles dan Zeus.

Sedangkan di daerah koloni Asia diketemukan bangunan. Di Ephesos berupa kuil Arthemis dan di Milete berupa kuil Apollo, semuanya dengan gaya Ionia. Di Yunani bangunan-bangunan yang terdapat di Korithe dan Aigina bergaya Doria.

b) Masa Kejayaan (476-338 SM)

Pada masa kejayaan dibangun kuil dengan gaya Doria yang sampai sekarang banyak peninggalannya. Di antaranya adalah Acropolis yang merupakan bagian kota Athena. Achropolis telah dihancurkan oleh bangsa Persia dalam Perang Persia III (480-479 SM).

Setelah itu, kota tersebut dibangun kembali dan dijadikan markas Konfederasi Delos. Acropolis berarti kota tinggi, sebab letaknya di daerah perbukitan yang bagian atasnya datar. Untuk mencapai bagian atas orang harus melalui tangga yang di kiri-kanannya dihiasi arca-arca yang indah.

Di samping arca terdapat kubu-kubu yang mempertahankan kota itu dari serangan musuh. Di kubu selatan ditempatkan patung Dewi Nike yaitu dewi kemenangan. Jalan berundak-undak itu berakhir di pintu gerbang dan orang dapat masuk di bagian inti Acropolis. Yang terdiri atas dua kuil yaitu kuil Erechteum dan kuil Parthenon.

Dalam Erechteum terdapat patung Dewi Athena dan lampu yang terus menyala. Bagian atas bangunan itu ditopang oleh sejumlah arca perempuan dari marmer yang sangat indah.

Kuil Parthenon dibangun juga untuk menghormati Dewi Athena. Serambi pada banguan tersebut dihias dengan arca dan ukiran yang indah, serta bangunannya terbuat dari bahan marmer. Arca Dewi Athena dipasang di sudut Acropolis setinggi 33 meter. Selain sebagai pelindung, patung itu juga sebagai mercusuar bagi kapal yang menuju Athena

Rekonstruksi Acropolis di Athena
Gambar rekonstruksi Acropolis di Athena

Bangunan lain yang terkenal dalam masa kejayaan Yunani adalah kuil Zeus di bukit Olympus. Bangunan yang digunakan untuk tempat pemujaan Zeus sebagai dewa utama bangsa Yunani disebut Atlis. Di tengah-tengah Altis terdapat sebuah altar.

Penghormatan kepada dewa Zeus dilakukan dengan mengadakan pertandingan olahraga yang disebut Olympiade dan dilakukan empat tahun sekali. Pertandingan waktu itu terdiri atas lari cepat, lompat, gulat, lempar cakram dan lempar galah.

Di Prytaneion dilakukan penyerahan simbol kemenangan untuk pemenangnya berupa daun Olyf. Pertandingan dilakukan di arena dekat Altis. Dan di sana ada bagian (tempat) yang khusus disediakan untuk rohaniwan dan penonton pada umumnya.

2.6 Hellenisme

Hellenisme berasal dari kata Hellas yang berarti Yunani. Hellenisme kemudian diartikan percampuran (akulturasi) antara kebudayaan Yunani dengan kebudayaan timur. Peradaban Yunani yang tinggi dibawa ke timur pada zaman Iskandar Agung. Kebudayaan itu kemudian berpadu dengan kebudayaan Mesir, Babylonia dan India sehingga timbullah Hellenisme yang universal sifatnya.

Di kota Iskandariah (Mesir) terdapat mouseion. Yang berarti sekolah tinggi yang mempunyai empat ratus ribu buah buku yang merupakan suatu pusat pengetahuan di perpustakaannya. Dari kata mouseion itu kemudian timbul pengertian museum yang biasanya juga merupakan pusat pengetahuan dan perpustakaan.

Dengan adanya mouseion di Iskandariah, bahasa dan kesusastraan Yunani berkembang pesat. Filsafat dan pengetahuan lain juga disebarkan di daerah Mesopotamia. Dengan Babylon sebagai pusat pada waktu Iskandar Agung menjadi maharaja di wilayah itu. Pengetahuan ilmu falak yang telah dimiliki oleh bangsa Babylon diambil oleh bangsa Yunani.

Suatu kesenian Hellenisme terdapat terlihat jelas di Gandhara di daerah Pancab. Arca Budha di daerah Gandhara dengan lipatan kainnya jelas sekali karena pengaruh Yunani. Bangsa Yunani banyak memberikan sumbangan kepada dunia modern.

Sikapnya tidak lagi menyerah dan tunduk kepada alam. Tetapi mereka menyelidiki alam untuk ditundukkan dan dimanfaatkan demi kesejahteraan hidupnya.

Pengamatan mereka terhadap alam tidak terikat pada paham lama sehingga mereka memperoleh hal-hal baru. Pengetahuan baru itu mereka pikirkan dan mereka susun secara sistematis sehingga tercipta ilmu pengetahuan.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *